Karang Taruna Taman Bina Karya Cetuskan One Day One Hundred

Persiapan pendistribusian bantuan makanan kepada lansia di Kalurahan Tamanmartani. IG/TAMANBINAKARYA

Menjadi salah satu organisasi sosial serta wadah pengembangan masyarakat, Karang Taruna tumbuh melalui kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat terutama generasi muda di tingkat dusun maupun desa dalam upaya kesejahteraan sosial. Karang Taruna sebagai suatu organisasi sosial berbentuk perkumpulan mempunyai fungsi menjalankan sarana partisipasi masyarakat dalam menjalankan Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS).

Karang Taruna menjadi sarana diselenggarakannya pelbagai usaha yang berisikan kegiatan-kegiatan dalam meningkatkan dan mengembangkan cipta, rasa, dan karsa pada generasi muda sebagai wujud pemgembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Adanya potensi dan kesadaran masyarakat memberdayakan generasi muda di lingkungannya menjadikan Karang Taruna sebagai pilar sentral dalam mewujudkan kesejahteraan sosial masyarakat.

Dalam lingkungan masyarakat, terwujudnya kesejahteraan sosial yang semakin meningkat bagi generasi muda di desa atau komunitas adat sederajat ialah pembangunan desa berdasarkan kemanusiaan. Karang Taruna sangat memungkinkan melaksanakan fungsi sosialnya sebagai manusia pembangunan yang mampu mengatasi masalah kesejahteraan sosial di lingkungannya.

Salah satunya ialah keterlibatan Karang Taruna Taman Bina Karya Tamanmartani di tengah masyarakat Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Sleman yang sebagian besar agenda-agendanya melibatkan pemuda di dalamnya. Tergolong memiliki usia yang sangat produktif, pemuda dapat dikatakan berperan aktif dalam berbagai bidang seperti kemasyarakatan, politik, sosial, hingga ekonomi.

Karang Taruna Taman Bina Karya, sebagai salah satu organisasi kepemudaan di tingkat desa memiliki kesadaran atas kedudukannya di masyarakat. Kesadaran itu diwujudkan, salah satunya melalui program One Day One Hundred. Program ini merupakan filantropi kebudayaan masyarakat Jawa dari peribahasa ‘Sepi ing pamrih, rame ing gawe’.

Dalam bahasa Jawa, peribahasa tersebut berarti ‘Tumandang gawe tanpa duwe melik’. Maknanya, bekerja keras tanpa memiliki pamrih apa pun. Semua bentuk pengorbanan dilakukan semata-mata untuk kepentingan bersama. Artinya, Karang Taruna jika sudah ikut berkontribusi dalam pembangunan masyarakat hendaknya dilakukan dengan kesungguhan dan tidak lagi mengharapkan imbalan apa pun.

Seperti salah satu fungsi Karang Taruna ialah sebagai penyelenggara UKS. Sudah selayaknya organisasi pemuda atau Karang Taruna ikut berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat yang berbasis kegiatan sosial dalam membantu sesama.

Program yang bertajuk One Day One Hundred ini berupa pengumpulan dana sukarela warga sekitar dalam membantu lansia yang telantar di Desa Tamanmartani. Bantuan yang dialokasikan ini berwujud makanan. Melalui program ini setidaknya ada 60 lansia telantar yang mendapat bantuan.

Kesadaran Karang Taruna Taman Bina Karya tumbuh dan berkembang terhadap keadaan dan permasalahan di lingkungannya karena adanya tanggung jawab sosial untuk turut berusaha menanganinya.

Kesungguhan program yang dilakukan oleh Karang Taruna Taman Bina Karya diupayakan dengan mengumpulkan sumbangan dari warga. Sumbangan yang dimaksud berupa uang recehan atau koin. Dari pengumpulan uang koin ini setidaknya terkumpul uang dua jutaan per bulannya.

Dari jumlah dana yang terkumpul setiap harinya kemudian dialokasikan untuk keperluan memasak menu makanan yang semuanya dibeli dan diolah oleh warga setempat. Dengan ini setidaknya para lansia mendapatkan jatah bantuan satu kali menu makan siang.

Tidak hanya melalui sumbangan dari warga setempat. Program filantropi ini juga didukung anggaran CSR dari beberapa perusahaan yang ada di Kalurahan Tamanmartani. Di samping wujud kepedulian antarsesama, program membagikan makanan merupakan kesadaran atas tanggung jawab sosial di masyarakat.

Kendati sudah ada Program Keluarga Harapan (PKH) yang sudah ada lebih dulu, nyatanya bantuan tidak dapat mengover kebutuhan selama satu bulan. Ada harapan dari terlaksananya program One Day One Hundred ialah lebih banyak menjangkau lansia yang membutuhkan bantuan. Jadi, tidak hanya 60 lansia yang mendapat bantuan tetapi dapat mengover seluruh lansia telantar yang ada di Kalurahan Tamanmartani.

Maka dari itu, program sukarela Karang Taruna Taman Bina Karya dalam upaya menekan angka kemiskinan butuh kerja sama semua pihak terus membutuhkan partisipasi dan kepedulian dari warga sekitar. Bukan tanpa alasan, program kerja Karang Taruna tidak hanya fokus pada bantuan kepada lansia. Masih banyak program kerja yang tentunya banyak menguras waktu dan biaya yang diperlukan.

Program kerja yang menjadi bagian dari Seksi UKS ini hanya satu dari beberapa program kerjanya. Masih ada program kerja lain seperti membangun mitra dengan PMI dalam penyediaan darah desa, pendataan pengelompokan PMKS, dan pendampingan PMKS. Belum lagi, inovasi dan program kerja tahunan yang bertambah.

Dengan berbagai struktur organisasi yang ada, serta berbagai program kerja yang dijalankan, bukan tidak mungkin Karang Taruna mampu menjadi agen perubahan di masyarakat. Di mana melalui inovasi, kreativitas, dan segala usaha yang mereka jalankan memberikan kebermanfaatan di lingkungan tempatnya dibesarkan.

Selain membantu sesama, program kerja One Day One Hundred turut membantu mencetak generasi muda yang berkarakter kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, berkepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, mampu memahami pengetahuan dan teknologi guna bersaing secara global.

Tidak berhenti di situ, pemuda juga perlu memperhatikan bahwa mereka mempunyai fungsi sebagai agent of change, moral force and social control sehingga fungsi tersebut dapat berguna bagi masyarakat. Hal ini sesuai dengan visi Karang Taruna Taman Bina Karya yaitu ‘Menjadi motor penggerak yang tangguh, kokoh, dan berbudaya di mana pun berada’.

Pada intinya, kegiatan penyaluran bantuan berupa makanan kepada lansia di Kalurahan Tamanmartani adalah upaya memanusiakan manusia sebagaimana mestinya. Kegiatan yang meniatkan hati semata-mata sebagai hamba-Nya yang menyayangi umat-Nya. Seperti peribahasa ‘Sepi ing pamrih rame ing gawe’ terselip berbagai makna kehidupan.

Add Comment