Kedai Kopi di Tengah Kampung Sayur

Pengunjung menikmati menu makanan di kedai kopi warsimah. IG/OMAH KREATIF LOEDJI 16

Perhatian terhadap aspek ketahanan pangan semakin penting pada saat sekarang dan mendatang. Sekarang dunia dihadapkan kepada kejadian perubahan iklim global dan berdampak menurunkan produksi pangan dunia. Sampai dengan tahun 2050, produksi sereal dunia diperkirakan menurun satu persen, sementara pada periode yang sama penduduk dunia meningkat satu persen. Potensi terjadinya kerawanan pangan sangat terbuka dalam beberapa dekade mendatang.

Kerawanan pangan masih menjadi permasalahan di Indonesia, dan kerawanan pangan sangat berkaitan dengan kemiskinan. Upaya penanganan kerawanan pangan juga berarti untuk mengatasi kemiskinan, demikian pula sebaliknya.

Bahwa perbaikan ketahanan pangan merupakan cara yang paling optimal untuk mengatasi masalah kemiskinan, yang memiliki pengertian yang sangat kompleks, di mana kemiskinan tidak hanya menyangkut kekurangan pendapatan. Sejalan dengan itu, penanganan dan pengurangan kerawanan pangan harus menjadi fokus perhatian, karena di samping mengatasi kemiskinan juga sekaligus akan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat

Di Kalurahan Gunungketur RT 24 RW 6 Kemantren Pakualaman terdapat sebuah Omah kreatif Loedji 16. Tempat ini menjadi berkumpulnya kalangan muda hingga kalangan tua untuk melakukan perkumpulan yang bisa membuat ide kreatif dan dapat berguna untuk masyarakat sekitar. Omah Kreatif Loedji 16 sudah berdiri sejak 31 Desember 2016.

Sudah banyak program yang telah dilaksanakan oleh Omah Kreatif ini, salah satu programnya yaitu diberi nama Warsimah yang artinya Warung Edukasi Omah Kreatif. Warsimah adalah penggabungan dari dua program yang telah berjalan terlebih dahulu di Omah Kreatif Loedji 16, yaitu Dapur Yulimah (Paguyuban Kuliner Omah Kreatif Loedji 16) dan Remen Pakde Covid (Relawan Mengajar Dampak Pandemi Covid-19).

Warsimah merupakan program peningkatan ekonomi masyarakat terdampak Covid-19 sekaligus memberikan iklim belajar yang nyaman dan mengasyikkan bagi anak-anak utamanya di wilayah Kalurahan Gunungketur. Sebagai salah satu gabungan program di Warsimah, Yulimah mendukung program Gandeng-Gendong Pemerintah Kota Yogyakarta.

Menurut Santi sebagai Humas dari Omah Kreatif, Warsimah hadir sebagai alternatif solusi bagi warga masyarakat yang berkurang bahkan kehilangan pendapatan dan orang tua yang mengalami kesulitan dalam mendampingi anak belajar secara daring (online).

Sasaran dari kegiatan Warsimah adalah pelaku UMKM, masyarakat umum, anak-anak, mahasiswa, komunitas, korporasi, dan Pemerintah Kota Yogyakarta. Warsimah akan menitikberatkan pada Dapur Yulimah dengan memberikan edukasi dan pendampingan UMKM, serta pendampingan kepada anak-anak selama belajar daring melalui Remen Pakde Covid.

Selain dua program yang sudah dijelaskan di atas, Omah Kreatif Loedji 16 pada tahun 2021 mendapatkan program dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta yaitu pemberian sebuah perangkat instalasi hidroponik yang bertujuan untuk kegiatan pertanian lahan sempit guna meningkatkan ketahanan pangan terutama di masa pandemi Covid-19.

Hidroponik merupakan salah satu bentuk mekanisasi pertanian yang sudah banyak dikenal oleh pelaku utama pertanian di Kota Yogyakarta. Hidroponik adalah metode dalam budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah, dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan hara nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budi daya dengan tanah.

Dari bantuan yang diterima itulah, Omah Kreatif Loedji 16 membentuk Kelompok Tani Dewasa Yang diberi nama KTD Milenial Warsimah. Kelompok Tani ini sebagai program baru Omah Kreatif Loedji 16 untuk warga Kalurahan Gunungketur yang ingin belajar bercocok tanam khususnya sayuran.

Pada awal terbentuknya KTD Milenial Warsimah memiliki anggota sejumlah 15 orang. 15 anggota kelompok ini terdiri dari kalangan muda hingga kalangan tua yang mempunyai keinginan untuk bercocok tanam.

KTD Milenial Warsimah menerima 15 unit instalasi hidroponik dengan masing-masing unit terdiri atas 64 lubang tanam. Lima belas unit itu tidak semua di tempatkan di Omah Kreatif saja tapi ada tiga unit ditempatkan di kantor Kalurahan Gunungketur dan yang 13 ditempatkan di Omah Kreatif.

Beberapa jenis sayuran yang ditanam yaitu kangkung, selada hijau, selada merah, pakcoy, dan sawi. Setelah melalui tahap peremajaan bibit, pertanaman sayuran hidroponik dapat dipanen mulai usia 14 hari setelah pindah tanam tergantung jenis tanamannya.

Meskipun kelompok tani ini baru berdiri kurang dari setengah tahun, tapi sudah dapat melakukan panen sayur. Bahkan waktu melakukan panen pertama kali, Suyana selaku Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Yogyakarta meninjau langsung untuk melihat panen pertama KTD Milenial Warsimah.

Untuk yang sering panen di kampung sayur ini adalah tanaman sawi, kangkung, dan bayam. Hasil panennya untuk sementara ini dijual kepada warga sekitar dan juga dimanfaatkan sendiri oleh anggota kelompok tani.

Chaliludin Effendie selaku Ketua KTD Milenial Warsimah mengungkapkan bahwa dia berharap kampung sayur ini dapat survive dan bisa lebih bermanfaat untuk semua warga khususnya anggota KTD Milenial Warsimah.

Kegiatan pertanian lahan sempit melalui hidroponik direncanakan tidak hanya dilaksanakan di tahun 2021 ini, namun akan ditindaklanjuti dengan kegiatan serupa di tahun mendatang dengan lokasi dan sasaran yang berbeda.

Destinasi Wisata Alternatif

Kampung sayur yang dikelola oleh KTD Milenial Warsimah dulunya adalah lahan ‘nganggur’ kemudian oleh warga masyarakat sekitar dimanfaatkan dan akhirnya menjadi lahan produktif berupa kampung sayur.

Sebelum adanya kampung sayur di lahan ini, sudah ada tempat nongkrong, sebut saja kafe, yang diberi nama ‘Kopi Warsimah’. Di tempat ini menyediakan aneka ragam minuman dan makanan yang tentunya dengan cita rasa yang khas.

Kafe ini buka dari jam empat sore sampai jam sembilan malam, jadi sangat cocok buat tempat nongkrong bersantai yang nyaman sekaligus bisa menikmati suasana sore dengan pemandangan kampung sayur yang hijau. Kafe juga menyediakan fasilitas Wi-Fi guna menunjang pengunjung yang ingin mengerjakan tugas.