Memaknai Karang Taruna, Yang Muda Yang Berkarya

Taman Bina Karya Juara II Karang taruna Berprestasi DIY. IG/TAMANBINAKARYA

Dalam perjalanan sejarahnya, karang taruna telah banyak melakukan berbagai kegiatan, dalam rangka partisipasi kesejahteraan sosial di lingkungannya. Para pemuda bukan hanya menjadi saksi mata dalam pembangunan lingkungan akan tetapi mereka turut menjadi aktor sentral di masyarakat. Ide dan gagasan mereka selalu menjadi nilai tersendiri dalam memajukan lingkungan.

Pertama kali dibentuk karang taruna hanya sebatas pengisi waktu luang positif bagi remaja. Namun seiring waktu karang taruna mampu membaca perkembangan zaman. Membaca potensi jati diri karang taruna dalam membantu lapangan kerja dan remaja putus sekolah bagi anggotanya misalnya.

Dengan berbagai kegiatannya, karang taruna memiliki landasan hukum, melalui Keputusan Menteri Sosial RI No. 13/HUK/KEP/1981 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Karang Taruna, Ketetapan MPR No. II/MPR/1983 tentang GBHN yang menempatkan karang taruna sebagai wadah pembinaan generasi muda, serta Keputusan Menteri Sosial RI No. 83/HUK/2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna. Keputusan terakhir pembinaan karang taruna adalah Permensos RI Nomor 25 Tahun 2019 tentang Karang Taruna.

Merujuk Permensos RI No 25 tahun 2019 pemberdayaan karang taruna adalah suatu proses pengembangan kemampuan, kesempatan, dan pemberian kewenangan kepada karang taruna untuk meningkatkan potensi, pencegahan dan penanganan permasalahan sosial, pengembangan nilai-nilai kepeloporan melalui pemanfaatan sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya sosial, dan teknologi.

Selain itu, dalam undang-undang tersebut juga dijelaskan lambang karang taruna mengandung unsur-unsur sekuntum bunga teratai yang mulai mekar, dua helai pita terpampang di bagian atas dan bawah, sebuah lingkaran dengan bunga teratai mekar sebagai latar belakang.

Keseluruhan lambang tersebut mengandung makna. Bunga teratai yang mulai mekar melambangkan unsur remaja yang dijiwai semangat kemasyarakatan atau sosial. Empat helai daun bunga di bagian bawah, melambangkan keempat fungsi karang taruna yaitu, Pertama, memupuk kreativitas untuk belajar bertanggung jawab. Kedua, membina kegiatan-kegiatan sosial, rekreatif, edukatif, ekonomis produktif, dan kegiatan lainnya yang praktis.

Ketiga, mengembangkan dan mewujudkan harapan serta cita-cita anak dan remaja melalui bimbingan interaksi yang dilaksanakan baik secara individual maupun kelompok. Keempat, menanamkan pengertian, kesadaran, dan memasyarakatkan penghayatan dan pengamalan Pancasila.

Semntara itu motto karang taruna yakni ‘Adhitya Karya Mahatva Yodha’ yang setiap kata memiliki makna masing-masing. Adhitya berarti cerdas dan penuh pengetahuan. Karya berarti pekerjaan, keterampilan atau karya. Mahatva berarti terhormat, berbudi luhur dan berkepribadian. Sementara Yodha berarti pejuang atau patriot.

Jadi, secara keseluruhan Adhitya Karya Mahatva Yodha berarti pejuang yang berkepribadian, berpengetahuan, serta terampil dan selalu berkarya. Motto ini selalu menjadi cikal karang taruna dalam bertindak serta berperan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan..

Sementara itu, pita di bagian bawah bertuliskan ‘Karang Taruna, memiliki makna masing-masing. Karang berarti pekarangan, halaman, atau tempat, dan Taruna berarti remaja atau generasi muda. Jadi, secara harfiah karang taruna berarti tempat atau wadah pengembangan remaja atau generasi muda.

Dalam makna lain sebagai perlambang karang diartikan juga sebagai batu karang di lautan yang tegar sekalipun kerap kali dihantam ombak, sedangkan taruna diartikan juga sebagai anak muda atau generasi muda.

Sehingga karang taruna dalam makna lain juga dilambangkan sebagai generasi muda yang kuat, kokoh, kukuh dan tegar dalam pendirian, keluhuran budi pekerti, kepribadian dan karakternya sebagai anak muda bangsa Indonesia meski dihantam oleh berbagai persoalan, tantangan, hambatan, ancaman, dan gangguan.

Sebuah lingkaran yang melambangkan atau dimaknai sebagai lambang ketahanan nasional yang berfungsi sebagai tameng atau perisai. Bunga teratai mekar berdaun lima helai yang berada di luar lingkaran, melambangkan atau memaknai lingkaran kehidupan masyarakat yang adil dan sejahtera berdasarkan Pancasila.

Pengertian secara keseluruhan lambang karang taruna berarti tekad insan remaja atau generasi muda Indonesia dalam hal ini anggota karang taruna untuk mengembangkan dirinya menjadi patriot atau pejuang yang berkepribadian, berpengetahuan atau cerdas. Serta menunjukkan sikap terampil dan selalu berkarya nyata agar mampu ikut secara aktif dalam pembangunan untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Taman Bina Karya Berprestasi

Karang Taruna Taman Bina Karya pada tahun 2017 berhasil memperoleh nilai tertinggi dalam lomba Karang Taruna Prestasi yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sleman. Karang Taruna Taman Bina Karya berhasil menyisihkan 16 Karang Taruna lainnya yang mewakili dari Kapanewon masing masing.

Torehan gemilang ini merupakan ejawantah Karang Taruna Taman Bina Karya dalam memaknai posisi mereka sebagai lembaga di masyarakat. Di mana kehadirannya turut menanggulangi masalah-masalah kesejahteraan sosial secara preventif, maupun pendampingan dan pengembangan serta mengarahkan pembinaan potensi generasi muda di lingkungannya.

Salah satu programnya unggulannya adalah ‘one day one hundred’, program yang berupa pengumpulan iuran sukarela dari warga untuk disumbangkan kepada lansia telantar dalam wujud makanan. Melalui aksi sosial ini, setiap hari ada 60 lansia yang dapat dibantu.

Selanjutnya pada tahun 2018 Karang Taruna Taman Bina Karya kembali menorehkan prestasi meraih juara II di tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Menjadi suatu pencapaian yang mengagumkan bagaimana kegiatan karang taruna dapat menjadi solusi mengentaskan permasalahan sosial di lingkungannya.

Bahan Bacaan

Permensos RI Nomor 25 Tahun 2019 tentang Karang Taruna.