Peran Pemuda dalam Pengembangan Desa Wisata

Karang Taruna Tamanmartani Susur Sungai. IG/TAMANBINAKARYA

Penjelasan mengenai pemuda telah termuat dalam Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2016 berbunyi ‘Pemuda adalah warga Negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 hingga 30 tahun’. Hal ini menjadi pertanda penting bahwa generasi muda memiliki peran serta posisi yang strategis untuk ikut serta memajukan kehidupan negara di masa mendatang.

Kata ‘peran’ dalam konteks di atas jika dikaitkan dalam dunia teater, dianalogikan sebagai posisi seseorang/sesuatu diharapkan adanya untuk dapat berkaitan dengan orang-orang atau hal lain. Peranan ini dikaitkan juga dengan posisi struktur pemuda sebagai individu di masyarakat.

Di rentang usia 16 hingga 30 tahun di era sekarang ini mudah sekali bagi pemuda untuk mengakses internet. Banyak sekali hal yang menjadi mudah akibat kehadiran internet. Namun tidak jarang akibat ‘kemudahan’ yang ditawarkan merak abai dengan kehidupan sosial.

Istilahnya, internet dapat mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Mereka memiliki kepercayaan diri tinggi saat berinteraksi di internet tetapi kepercayaan diri itu seolah lenyap ketika bertemu teman atau tetangganya secara langsung. Generasi muda mengalami hal itu.

Maka dari itu, ketika kita berbicara peranan pemuda, kita tidak akan lepas dari peranan wadah penampung minat, bakat, dan potensi generasi muda yang disebut dengan ‘karang taruna’. Melalui karang taruna, permasalahan sosial seperti yang dicontohkan di atas dapat ditangani.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan organisasi kepemudaan ini mengajarkan bagaimana peran pemuda itu seharusnya diberdayakan. Apalagi sebatas sulit berinteraksi dengan teman atau masyarakat di lingkungannya jelas karang taruna hadir untuk menjembatani hal itu.

Lebih jauh karang taruna tidak hanya sebatas menjembatani. Karang taruna tidak hanya mengajarkan caranya interaksi dengan masyarakat dan menyatukan dengan tujuan pemuda. Salah satu keberhasilan lingkungan di tingkat desa atau kelurahan adalah bagaimana organisasi kepemudaan menjalankan perannya.

Di dalam masyarakat, pemuda merupakan satu identitas yang potensial. Kedudukannya strategis sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya. Salah satu bentuk pembangunan bangsa yang dapat dilakukan karang taruna adalah sumbangsih terhadap kemajuan desanya.

Salah satu cara yang dapat dilakukan karang taruna dalam memajukan desanya adalah dengan menggali potensi desa seperti menjadikan desanya sebagai desa wisata. Pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat ini harus berangkat dari kesadaran nilai-nilai kebutuhan masyarakat sebagai upaya membangun tempat pariwisata dan juga peluang usaha bagi masyarakat lokal.

Apabila suatu desa dapat mengembangkan potensi yang dimiliki untuk menjadi desa wisata akan banyak sekali manfaat dan keuntungan yang didapat. Manfaat desa wisata dari aspek ekonomi yakni pertama meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar. Sementara dari aspek sosial yakni meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kepedulian masyarakat.

Sementara, dari aspek lingkungan sendiri di antaranya yakni meningkatkan kepedulian masyarakat untuk acuh pada kebersihan diri sendiri dan terciptanya lingkungan yang lebih asri.

Manfaat desa wisata yang terakhir dari aspek budaya yakni terjaganya kelestarian budaya, meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya menjaga seni budaya sebagai bagian dari sosial heritage dan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan seni budaya.

Potensi Kalurahan Tamanmartani

Kalurahan Tamanmartani memiliki beragam wisata desa. Sebelas potensi pedukuhan didorong untuk bangkitkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bernama 5758, kepanjangan dari Maju Mapan.

Cikal bakal BUMDes 5758 Kalurahan Tamanmartani bergerak di bidang sampah. Mulai 2012, sampah dikelola untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Sampah residu. Ada yang dijual dan diolah menjadi kerajinan bernilai tinggi. Sisanya dibuang ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.

Selanjutnya, muncul potensi-potensi baru di sembilan padukuhan.Faktor penting untuk mewujudkan desa wisata sebagai kawasan tujuan wisata adalah fasilitas-fasilitas seperti sarana transportasi, telekomunikasi, kesehatan, dan juga akomodasi.

Kalurahan Tamanmartani cukup strategis, berada di Kapanewon Kalasan membuat daya tarik dan akses dengan Kota Yogyakarta lebih mudah. Tentu saja menunggu apalagi untuk mewujudkan cita-cita itu.

Dengan potensi yang dimiliki sebanyak itu peran pemuda sangat penting dalam menyalurkan sumbangsih ke desanya. Tempat di mana pemuda beraktualisasi diri.

Selama generasi Tamanmartani memiliki kemauan dan kemampuan bukan tidak mungkin lagi potensi desa wisata Tamanmartani dapat diwujudkan. Kesempatan terbuka lebar apabila generasi muda mau berkolaborasi dengan BUMDes dalam mewujudkan desa wisata

Penyatuan persepsi penting dilakukan dalam internal karang taruna agar mempunyai pemahaman bersama dalam melakukan acara-acara bersama. Bukan hanya penyatuan persepsi akan tetapi ketika pengimplementasian hingga evaluasi mereka harus kompak dan secara sadar bersama-sama mencapai tujuan.

Pemuda dengan segala kemauan dan kemampuan tersebut diharapkan dapat menjadi penghubung antara kearifan lokal dengan kebutuhan wisatawan, sebagai pengembangan kemajuan wisata.

Peran Taman Bina Karya Tamanmartani

Karang taruna Tamanmartani sudah berdiri sejak 1983, setiap periode kepemimpinan banyak sekali program kerja yang dicetuskan. Setiap program yang memberikan kebermanfaatan sebisa mungkin dipertahankan dan dikembangkan.

Salah satu bentuk keikutsertaan Taman Bina Karya dalam mewujudkan Wisata Desa Tamanmartani adalah dengan membantu proses susur kali. Susur kali ini dilakukan untuk menimbang dan melihat kondisi sungai yang ingin dijadikan objek wisata.

Di Tamanmartani sendiri dilintasi sungai bernama Sungai Opak Tujuh Bulan. Sungai yang berada di Padukuhan Dalem ini sekarang terkenal dengan wisata Kali Opak Tujuh Bulan. Kini wisata tersebut menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi bagi wisatawan yang berkunjung ke Kalasan.

Sebelum dikenal sebagai destinasi wisata, tempat ini dimanfaatkan warga setempat sebagai pertambangan pasir dan batu. Kini, berubah wajah menjadi tempat wisata. Hal ini juga berkat peran para pemuda Tamanmartani yang lebih dulu melakukan susur kali. Selain karena potensial, susur kali dilakukan sebagai wujud dan sumbangsih peran pemuda mewujudkan Tamanmartani sebagai desa wisata.