Program ‘Berbagi’ Melalui ‘Bunga Dermaya’ Kapanewon Bantul

Penyerahan bantuan Bunga Dermaya kepada warga. KAPANEWON BANTUL

Berdasar Sensus Penduduk tahun 2020, penduduk yang berdomisili di Kapanewon Bantul berjumlah 64.355 orang dengan rincian laki-laki 32.012 orang dan perempuan 32.343 orang. Jumlah warga yang masih miskin sebanyak 6.309 jiwa atau 9,8 persen.

Sebagian di antaranya masih mengalami permasalahan kesejahteraan sosial, antara lain sumber penerangan bukan listrik berjumlah 651 KK, listrik menyalur berjumlah 613 KK, tidak ada fasilitas buang air besar (BAB) dan pembuangan (tidak punya WC) sebanyak 253 KK, dan warga yang mengalami disabilitas berjumlah 409 jiwa.

Berdasarkan hal tersebut, pada tahun 2020 setelah melakukan diskusi dengan lintas sektor, dicetuskan gagasan untuk membantu mereka yang tidak berdaya dengan program yang namanya ‘Bunga Dermaya’ (Menyambungkan dermawan dengan masyarakat yang tidak berdaya) dalam kerangka ‘Berbagi’ (Bersama Bangun Sinergi).

Konsep Berbagi melalui kegiatan Bunga Dermaya adalah sebuah langkah atau upaya dalam memfasilitasi warga masyarakat yang berkecukupan secara materi, kemudian melalui Pemerintah Kapanewon Bantul disinergikan ke dalam kegiatan sosial dalam membangun secara bersama-sama masyarakat wilayah kerja Kapanewon Bantul dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Melalui orang-orang yang dermawan, tulus, ikhlas dalam meyumbangkan sebagian hartanya kepada warga masyarakat yang sangat membutuhkan.

Tujuan dilaksanakan program Berbagi Bunga Dermaya adalah sebagai berikut.

Pertama, memberikan perhatian kepada warga masyarakat yang tidak berdaya sebagai bentuk kehadiran negara di masyarakat.

Kedua, Mengurangi beban hidup masyarakat yang kurang mampu dan tidak berdaya secara fisik, mental, dan ekonomi dalam pemenuhan kebutuhan dasar hidup layak seperti kebanyakan masyarakat pada umumnya.

Ketiga, Mendorong semangat kebersamaan dan bergotong royong dalam Berbagi untuk peduli terhadap sesama. Keempat, mendorong semangat warga masyarakat untuk bisa keluar dari data kemiskinan terutama warga yang masih bisa kita berdayakan.

Adapun sasaran dalam program tersebut yaitu, Pertama, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kondisi rumahnya kurang layak huni. Ketidaklayakan rumah yakni luas lantainya masih tanah, atap rumah rusak dan bocor, dinding rumah terbuat dari bambu atau jenis lainnya.Di samping itu, tidak mempunyai akses sanitasi yang layak, sumber penerangan bukan listrik, tidak ada akses ke air minum layak, dan belum memiliki MCK.

Kedua, Penyandang disabilitas. Warga yang memiliki kekurangan, baik fisik maupun psikis, seperti tidak dapat mendengar, tidak dapat berbicara, keterbelakangan mental, dan lain sebagainya. Ada juga yang dilahirkan sempurna, akan tetapi karena peristiwa tertentu seperti bencana alam dan kecelakaan menyebabkan ia memiliki kekurangan fisik atau mental. Kekurangan tersebut menyebabkan seseorang memiliki keterbatasan dalam menjalani kehidupan, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketiga, Orang jompo, janda dan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) yang telantar dan belum mendapatkan bantuan pemerintah sehingga menyebabkan sebagian dari mereka menjadi minder atau rendah diri dalam pergaulan di masyarakat.

Sumber anggarannya antara lain, Pertama, Corporate Social Responsibility (CSR) Unit Pengelola Keuangan Kapanewon Bantul. Kedua, infak atau sukarela karyawan dan karyawati Pemerintah Kapanewon Bantul, dibantu oleh Pemerintah Kapanewon Bantul, Polisi Sektor Bantul, Komandan Rayon Militer (KORAMIL) Bantul, Kalurahan se-Kecamatan Bantul, dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Bantul I dan II.

Adapun alur penyaluran bantuan yaitu, Pertama, Pemerintah Kalurahan mengusulkan data calon penerima yang sebelumnya telah diverifikasi kondisinya kepada tim di Kapanewon Bantul. Kedua, tim kapanewon menentukan sasaran sesuai skala prioritas berdasarkan analisis kedaruratan kondisi dan tingkat permasalahan yang dihadapi.

Ketiga, menyalurkan bantuan kepada calon penerima terpilih. Keempat, Publikasi Kegiatan salah satunya sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban kepada donatur. Kelima, membuat laporan.

Sampai saat ini, dana yang terkumpul sebesar Rp21.000.000 dan telah disalurkan kepada warga berupa barang atau uang, antara lain disabilitas sebanyak 20 orang, orang tidak mampu 10 orang, organisasi sosial dua buah, dan yang terakhir diberikan kepada yatim piatu sebanyak dua orang.

Apabila ada yang menemukan anggota masyarakat di wilayah Kapanewon Bantul dalam kondisi memprihatinkan, atau apabila ingin mengulurkan tangan untuk menguatkan mereka yang membutuhkan dan tengah tertatih berjalan, bisa menghubungi Kantor Kapanewon Bantul, beralamatkan di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 44 Bantul, dengan nomor telepon (0274) 367685, alamat surel [email protected], akun Instagram kapanewon_bantul atau akun Facebook Kapanewon Bantoel Utomo.

Add Comment