Rekam Jejak Veteran di Tanuditan Trirenggo

Legiun Veteran Republik Indonesia. VETERAN RI

Para pahlawan negara Indonesia telah berjuang dalam merebut kemerdekaan bangsanya. Pada masa lampau perjuangan ditempuh secara fisik serta politik melalui kancah diplomatik yang didukung oleh seluruh lapisan dan golongan masyarakat. Dengan semangat keagamaan, golongan, serta nasionalisme merupakan rangkaian usaha panjang para pahlawan Indonesia.

Setiap masa dalam perjuangan kemerdekaan khususnya di Indonesia selalu melahirkan tokoh pahlawan. Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, jasa-jasa para pahlawan menjadi poin penting yang tak boleh dilupakan begitu saja. Peran penting para veteran bagi bangsa amat besar dan tak ternilai.

Banyak cerita menyentuh tentang kehidupan mereka yang cenderung sederhana dan seadanya. Kendati demikian, semangat juang para veteran tetap tak pernah padam.

Pahlawan begitu berjasa bagi negara. Berkat perjuangan dan pengorbanan pahlawanlah kita bisa merdeka dan terbebas dari belenggu penjajahan yang menindas. Jasa-jasa pahlawan tentu perlu diketahui para generasi muda bangsa agar mereka bisa mengambil pelajaran dan meniru semangat juang pahlawan khususnya para veteran.

Beberapa biografi veteran yang berada di Tanuditan, Trirenggo, Bantul:

Nama : Sugiman Hardjosudarmo

Tanggal lahir : 31 Desember 1924

Alamat : Tanuditan RT 06 Kweden, Trirenggo, Bantul, DI Yogyakarta

Golongan : D

Wafat : 11 Agustus 2021

 

Nama : Ahmad Sahlan

Tanggal lahir : 13 April 1917

Alamat : Tanuditan RT 07 Kweden, Trirenggo, Bantul, DI Yogyakarta

Golongan : B

Wafat : 9 November 2007

 

Nama : Kasijo Karyo Dimejo

Tanggal lahir : 31 Desember 1918

Alamat : Tanuditan RT 08 Kweden, Trirenggo, Bantul, DI Yogyakarta

Golongan : B

Wafat : 29 November 1997

 

Nama : Atmo Suwarno

Alamat : Tanuditan RT 06 Kweden, Trirenggo, Bantul, DI Yogyakarta

Golongan : E

Wafat : 13 Mei 2018

 

Nama : Sjahwardi

Tanggal lahir : 5 Agustus 1928

Alamat : Tanuditan RT 07 Kweden, Trirenggo, Bantul, DI Yogyakarta

Wafat : 11 Februari 2020

Berdasarkan dari beberapa biografi veteran di atas, kisah di balik kehidupan veteran pejuang kemerdekaan Sugiman Hardjosudarmo dapat diteladani guna menjadi pembelajaran bagi generasi bangsa.

Sugiman Hardjosudarmo adalah seorang pejuang veteran asal Bantul, Yogyakarta. Dia lahir di Bantul, 31 Desember 1924. Selama menjadi anggota TNI dirinya masuk golongan D yang mana bertugas mengantarkan peralatan logistik di markas wilayah Bantul, Yogyakarta.

Sugiman mempunyai seorang istri dan dikaruniai delapan anak. Sebelum menjadi anggota TNI, kisah perjalanan Sugiman saat masih muda dilalui dengan penuh perjuangan.

Semasa mudanya, Sugiman dikenal dengan kesederhanaannya. Ia memiliki ketertarikan yang sangat tinggi untuk menjadi anggota TNI. Bahkan untuk mewujudkan cita-citanya dibarengi dengan usaha belajar dan tekad di kala masa itu sangatlah sulit bagi warga pribumi untuk mendapatkan fasilitas pendidikan.

Memasuki era perjuangan kemerdekaan, ia juga turut andil dalam berbagai pertempuran khususnya wilayah Yogyakarta. Salah satu peristiwa terpenting yang dialami Sugiman ketika terjadi peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 merupakan bagian dari pertempuran dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Meskipun dari sisi jumlah korban dan lamanya pertempuran lebih kecil dari pertempuran yang lain, nilai politis Serangan Umum ini sangat besar bagi upaya diplomasi Indonesia di dunia Internasional

Peran penting Sugiman dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 adalah mengantarkan peralatan logistik. Proses pendistribusian logistik untuk sampai ke lokasi peristiwa terjadi banyak insiden. Salah satu rintangan yang dialami oleh Sugiman adalah ketika dalam perjalanan dihadang tentara Belanda.

Dengan pengarahan aksi dari empat penjuru Kota Yogyakarta dan melibatkan 2.000 pasukan. Sugiman harus mendistribusikan logistik dengan cepat dan cerdik. Dengan bantuan Mayor Sardjono, Komandan SWK 102, Sugiman merancang strategi terkait dengan penentuan dan cara agar pengiriman logistik tercapai ke markas.

Akhirnya dengan perjuangan serta semangat Sugiman dan rekan-rekan seperjuangan berhasil mendistribusikan sampai ke titik yang dituju. Peristiwa tersebut merupakan salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Sugiman sendiri. Dengan perasaan bangganya ia dapat berjuang bersama rekan seperjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia di tanah kelahirannya.

Setelah peristiwa tersebut berakhir, Sugiman menjalani kehidupan sehari-hari menjadi Anggota TNI dengan penuh semangat tinggi. Menurutnya banyak sekali pembelajaran serta hikmah yang dapat dipetik. Seberapa pun peran kecil dalam sebuah peristiwa akan bermakna jika dijalankan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab sehingga menjadi pelajaran hidup yang berharga.

Setelah pengabdian yang panjang, pada tanggal 30 Oktober 1981 Sugiman dianugerahi tanda jasa berupa piagam Pengakuan, Pengesahan, dan Penganugerahan Gelar Penghormatan Veteran Pejuang Kemerdekaan RI

Sugiman tutup usia pada 11 Agustus 2021 lalu. Ia dimakamkan di Makam Muslim Tanuditan. Pemakamannya dilaksanakan secara militer dan beliau dianugerahi gelar pahlawan kemerdekaan.

Add Comment