Sejarah Museum Bantul Masa Belanda

Pengelola Museum Bantul Masa Belanda memberikan penjelasan kepada pengunjung. AULIA

Museum Bantul Masa Belanda beralamatkan di rumah nomor 319 RT 10, Padukuhan Ngringinan, Kalurahan Palbapang, Kapanewon Bantul. Museum ini terletak di tengah permukiman penduduk yang juga diberdayakan sebagai destinasi wisata, Desa Wisata Ngringinan.

Di depan bangunan museum terdapat jalan lokal yang dapat dilalui kendaraan roda dua maupun empat, namun kendaraan besar seperti bus tidak bisa sampai ke dalam permukiman. Selain difungsikan sebagai museum, saat ini bangunan tersebut digunakan untuk memproduksi madu mongso yang menjadi salah satu komoditas kuliner di Desa Wisata Ngringinan.

Museum Bantul Masa Belanda merupakan museum yang digagas dan dimiliki oleh Windu Hadi Kuntoro. Koleksi Museum Bantul Masa Belanda ditampilkan di dalam rumah milik Gunakarya yang merupakan mertua Windu Hadi Kuntoro. Windu Hadi Kuntoro sendiri merupakan generasi ke-3 yang menghuni rumah tersebut. Pemilihan lokasi museum didasari oleh sejarah rumah yang menjadi pusat kegiatan masyarakat pada masa lalu.

Sejarah berdirinya Museum Bantul Masa Belanda dilatarbelakangi oleh kepedulian Windu Hadi Kuntoro terhadap kondisi tinggalan masa kolonial tentang Pabrik Gula Gondhanglipura yang tidak banyak diketahui masyarakat.

Berangkat dari hal tersebut, dia mulai mencari dan mengumpulkan berbagai koleksi serta informasi mengenai kondisi Gereja Ganjuran pada saat masih beroperasinya Pabrik Gula Gondhanglipura. Koleksi museum dalam bentuk benda semakin bertambah banyak seiring hibah yang berdatangan dari kalangan perseorangan yang berhubungan dengan Pabrik Gula gondhanglipura, salah satunya dari R. M. Prawira Wigondra.

Koleksi yang ditampilkan oleh Museum Bantul Masa Belanda seluruhnya dapat dikategorikan sebagai koleksi sejarah. Koleksi-koleksi museum berupa foto-foto yang menceritakan perkembangan Palbapang pada masa Pabrik Gula Gondhanglipura masih beroperasi pada tahun 1800-an hingga didirikannya sekolah dan gereja.

Koleksi Museum Bantul Masa Belanda mencapai 50 buah yang mencakup koleksi foto sekitar 30 koleksi, sedangkan sisanya adalah perabot dan perlengkapannya yang berasal dari era kolonial, dan perlengkapan yang dikenakan pada masa lalu seperti pakaian dan kain.

Koleksi-koleksi tersebut diperoleh dari pengumpulan oleh pihak museum, warisan pemilik rumah terdahulu, koleksi pribadi, dan diperoleh melalui sumbangan pemilik barang. Koleksi foto seluruhnya merupakan koleksi hasil reproduksi, sedangkan seluruh koleksi berupa barang yang dimiliki Museum Bantul masa Belanda masih asli.

Kemudian pada tanggal 22 Februari 2017, bersamaan dengan Desa Wisata Ngringinan, Museum Bantul Masa Belanda diresmikan oleh Bupati Bantul. Museum Bantul Masa Belanda sendiri juga terintegrasi dengan Desa Wisata Ngringinan, di mana pengunjung tidak hanya menikmati koleksi museum tetapi pengunjung bisa menjelajahi Kabupaten Bantul dari sisi yang berbeda.

Pengunjung akan diajak menelusuri jejak Kabupaten Bantul khususnya daerah Palbapang pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda. Bahkan pengunjung bisa menyaksikan film dokumenter tentang Pabrik Gula Gondhanglipura Ganjuran yang sangat terkenal pada masa itu. Film ini menampilkan suasana pabrik, suasana perkebunan tebu, dan suasana pedesaan pada masa lalu.

Selain menawarkan wisata sejarah, pengelola juga menawarkan wisata kuliner tradisional khas Kabupaten Bantul yang dikerjakan oleh penduduk sekitar, kerajinan seperti kerajinan kayu, fiber, membuat topeng, membuat kain batik, dan peralatan dari logam, serta aktivitas pertanian berupa membajak sawah, menanam padi dan jagung, serta memanen padi dan jagung.

Selain museum, di dusun ini terdapat cagar budaya, yaitu sumur tua, peninggalan kolonial Belanda, yang terletak di RT 1. ‘Ketika zaman penjajahan Belanda, sumur digunakan untuk mengairi tanaman tebu serta digunakan pula sebagai pengairan. Di lokasi juga terdapat kolam di dekatnya’ ungkap Sarjiman, kepala Dusun Ngriginan, Palbapang, Bantul..

membayangkan situasi situs sejarah yang masih dipertahankan seperti stasiun Palbapang pada masa itu selain itu juga menambah banyak pengetahuan baru

Bagi pengunjung atau wisatawan yang ingin mengunjungi museum ini harus melakukan reservasi terlebih dahulu dengan menghubungi pihak pengelola Museum Bantul Masa Belanda.

Bahan Bacaan

Buku Profil Museum di Kabupaten Bantul, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul.