Berkenalan dengan Bantul Tourism Distrik di Yogyakarta

Percantik Kota Bantul. BANTULKAB

Yogyakarta selain dikenal sebagai Kota Pelajar, ia juga dikenal sebagai Kota Wisata. Banyak masyarakat menyekolahkan putra-putrinya di Yogyakarta, iklim pendidikan di Yogyakarta memang menjadi rujukan pemuda pemudi dari berbagai wilayah Indonesia. Disamping sebagai Kota Pelajar, Yogyakarta juga termasuk Kota Wisata dengan berbagai destinasi wisata yang beragam, mulai dari pemandangan Gunung Merapi hingga pantai selatan. Kini berbagai daerah di Yogyakarta memiliki wisata yang beragam, sebut saja salah satunya yaitu Bantul.

Nama Bantul menunjuk pada nama wilayah administratif yaitu kabupaten, kapanewon, Kelurahan dan juga pedukuhan dengan nama tambahan. Penyebutan Kapanewon sebagai pengganti untuk penyebutan kecamatan merupakan penyesuaian terhadap Undang-Undang Keistimewaan D.I Yogyakarta.

Pusat pemerintahan Kapanewon Bantul berada di jalan utama Kabupaten Bantul, yaitu di Jl. Jend.Sudirman Nomor 44 Bantul, dengan nomor telepon yang bisa dihubungi (0274) 367685. Selain itu bisa dengan mengunjungi berbagai akun sosial media, email [email protected], Instagram kapanewon_bantul, dan Facebook: Kapanewon Bantoel Utomo.

Luas wilayah Kapanewon Bantul sekitar 2.251,5400 Ha atau 22, 95 km2. Berdasarkan sensus penduduk pada tahun 2020 lalu, penduduk yang berdomisili di Kapanewon Bantul berjumlah 64.355 orang dengan rincian, laki-laki 32.012 orang dan perempuan 32.343 orang. dari jumlah penduduk tersebut, tercatat pula Jumlah warga miskin sebanyak 6.309 jiwa atau 9,8 %.

Sebagai Kapanewon yang merupakan ibu kota dari Kabupaten Bantul, saat ini telah berubah menjadi sebuah destinasi yang layak dikunjungi wisatawan. Wajah kota dengan perubahan jalan protokol menjadi dua jalur, cukup mewakili sebagai sebuah sebuah kota. Setelah melewati gerbang masuk kota Bantul, akan banyak dijumpai banyak wisata-wisata lainnya sebagai tempat menikmati holiday.

Tempat-tempat Wisata di Bantul

Jika berencana berlibur ke Bantul, sebaiknya kenali dulu tempat-tempat wisata di daerah Bantul. Beberapa di antaranya, pertama, Kawasan Simpang 4 Klodran merupakan tempat nongkrong dan selfie, dimana terdapat Patung Diponegoro dan Jendral Sudirman berukuran lebih besar. Space cukup luas dengan perempatan jalan yang sangat lebar.

Kedua, Kawasan Lapangan Paseban merupakan ruang terbuka hijau berupa lapangan dan taman. Banyak kuliner di kawasan tersebut serta berupa taman bermain untuk anak-anak. Ketiga, Taman Milenial. Merupakan kawasan terbaru yang dibangun. Terdapat tempat untuk nongkrong dan selfie, serta wahana permainan skateboard dan sepeda BMX.

Wisata Kuliner atau Pusat Oleh-oleh

Ada beberapa kuliner dan oleh-oleh khas Bantul yang bisa dijumpai. Oleh-oleh khas Bantul yang namanya Geplak.. Geplak merupakan makanan khas Bantul, rasanya manis terbuat dari parutan kelapa dan gula pasir atau gula jawa. Ternyata makanan Geplak memiliki variasi yang berbeda. Pertama, Geplak Widodo. lokasinya di Jl. Dr. Sutomo, Badegan RT 7, Nyangkringan, Bantul, Bantul. Geplak Widodo sudah dikenal sejak tahun 1980 an. Memasuki generasi ke 2 dari perintis awal yaitu Alm. Pardini dan Samudji/Mudji Atmodjo. Para wisatawan bisa langsung mengunjunginya, atau menghubungi nomor kontak WA 087802475132, atau untuk melihat ragam bentuk Geplak Widodo bisa dikunjungi di akun Instagram @geplakwidodo.bantul.

Kedua, Geplak Jago. Berlokasi di jalan utama yaitu Jl Kh Wahid Hasyim No.28, Bejen, Gose, Kecamatan Bantul. Jika mengalami kesulitan dalam mengunjungi, wisatawan bisa menghubungi nomor telepon (0274) 367727. Lokasi tersebut, ternyata merupakan Pusat oleh-oleh makanan khas Jogja. Tempat itu juga memproduksi aneka makanan lainnya seperti Yanko, Peyek, Kripik, dan lainnya.

Ketiga, Geplak Mbok Tumpuk. Beralamat di Sumuran, Palbapang, Kecamatan Bantul. Nomor telepon yang dapat dihubungi ialah (0274) 367751. Di alamat tersebut juga difungsikan sebagai pusat oleh-oleh yang terkenal di daerah itu. Mbok Tumpuk memiliki nama asli Tumpuk, bukan karena julukan dari hasil olahan peyeknya yang terdapat kacang bertumpuk-tumpuk. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara. Mbok Tumpuk lahir pada tahun 1942 di Badegan, Bantul. Keahliannya dalam mengolah peyek dan geplak ternyata berasal dari leluhurnya.

Dari konsistensi serta kerja keras Mbok Tumpuk, akhirnya peyek dan geplak olahannya cukup tersohor di wilayah Jogja dan sekitarnya. Sebuah toko yang beliau buka sejak tahun 1975 akhirnya menjadi tempat rekomendasi di masa saat ini.

Selain Geplak ada makanan lain yang rasanya luar biasa menyainginya, sebut saja peyek. Keduanya merupakan makanan olahan Mbok Tumpuk. Dua komoditas ini (Geplak dan Peyek) menjadi makanan rekomendasi wisatawan bila ingin berkunjung ke Bantul, Yogyakarta.

Wisata kuliner lainnya di Bantul banyak sekali dan bisa dinikmati, baik di waktu siang hari maupun malam hari. Pertama, Warung Lawasan. Warung ini terletak di Jl. Jendral Sudirman Bantul. Sajian menu di kedai tersebut terdiri dari berbagai menu lawasan atau menu tradisional, seperti sayur lodeh, sayur brongkos, tempe garit, dan lainnya. Penyajian makanan secara prasmanan. Di warung tersebut juga disediakan tempat untuk meeting terbatas.

Kedua, Pondok Bakaran Manding. Pondok Bakaran Manding berada di Jalan Parangtritis KM 11, Manding Sabdodadi Bantul. Tempat tersebut dapat menjadi rujukan wisatawan yang melepas lelah sekaligus menikmati kuliner andalan berupa gurame dan aneka hot plate, dengan kapasitas sampai tujuh ratus orang.

Ketiga, Kampung Bakmi. Lokasinya di sentra warung bakmi di dusun Code Kelurahan Bantul. Menu makanan yang terkenal adalah Bakmi Mbah Mo, Bakmi Mbak Wulan, Bakmi Numani, dan yang lainnya. Selain di code, di beberapa tempat banyak di warung bakmi sebagai ciri khas kuliner Kab. Bantul di malam hari.

Keempat, Rumah Makan Andrawina. Tempat tersebut terletak sangat strategis di kawasan Kota, yaitu Jl. Urip Sumoharjo No.2, Bejen, Bantul, Yogyakarta. Rumah makan tersebut menyediakan kuliner kekinian dan juga bisa sebagai tempat meeting. selain itu ada banyak wisata kuliner dengan menu yang bisa dijumpai seperti sate, tongseng, ayam goreng dan lainnya.

Wisata Alam di Bantul

Selain Wisata kuliner ada beberapa wisata alam yang dapat dijumpai di kota Bantul. Beberapa di antaranya, pertama, Taman Puspa Gading. Taman Puspa Gading merupakan salah satu objek wisata alternatif di pinggir Sungai Bedog yang hadir di Kabupaten Bantul, tepatnya di Dusun Tegaldowo Kelurahan Bantul. Tempat wisata yang luasnya kurang lebih satu hektar memiliki beberapa wahana permainan untuk anak seperti terapi ikan, berfoto dengan badut kelinci, mandi bola, motor ATV, kolam renang, wahana melukis, dan menangkap ikan. tempat yang cocok untuk anak-anak, begitu juga sebagai tempat destinasi bagi para goweser.

Kedua, Edum Park. Lokasi Edum Park ini berdampingan dengan Taman Puspa Gading. Salah satu wisata yang merupakan taman wisata kekinian dengan menawarkan style westren, memiliki taman hijau yang asri, disertai dengan kebun bunga, wahana-wahana yang seru, fasilitas yang lengkap, dan tentunya harga tiket masuk yang murah meriah. Edum Park Jogja juga mempunyai banyak spot foto yang instagramable.

Nama Edum Park sendiri berarti ‘taman yang teduh’. Kata ’edum’ merupakan kata dari Bahasa Jawa yang berarti ‘teduh’ sementara ‘park’ merupakan kata dari bahasa inggris yang berarti ‘taman’.

Di saat-saat tertentu ada penampilan kesenian, seperti live music yang cocok sembari menikmati segelas kopi. Walau termasuk destinasi yang baru, namun kenyamanan pengunjung menjadi prioritas utama di tempat tersebut. Hal-hal menarik lainnya, dilengkapi dengan beberapa fasilitas, semisal lahan parkir yang luas, toilet yang bersih dan nyaman, spot foto yang beragam, kolam renang yang menyegarkan, teras untuk bersantai, tempat duduk dengan payung-payung teduh, dan gazebo-gazebo untuk bersantai.

Wisata Air

Salah satu wisata air yang ada di Bantul adalah Kolam renang Tirto Tamansari. Kolam ini merupakan taman wisata air buatan yang berada di Dusun Niten Kelurahan Trirenggo Bantul. Water park yang tidak terlalu besar selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan yang terdiri dari para orang tua anak-anak. Selain memiliki kolam renang yang sangat bersih dan terawat Wisata Tirta Tamansari juga memiliki arena outbond, panggung hiburan, tempat bersantai, kolam bebek air, mini kafe, tempat parkir yang luas, dan arena bermain anak.

Wisata Sejarah

Museum Bantul Masa Belanda berlokasi di rumah No.319 RT 10, Padukuhan Ngringinan, Kelurahan Palbapang, Kapanewon Bantul. Koleksi yang ditampilkan oleh Museum Bantul Masa Belanda seluruhnya dapat dikategorikan sebagai koleksi sejarah. Koleksi-koleksi museum berupa foto-foto yang menceritakan perkembangan Palbapang pada masa Pabrik Gula Gondang Lipuro masih beroperasi pada tahun 1800-an hingga didirikannya sekolah dan gereja.

Koleksi Museum Bantul Masa Belanda mencapai lima puluh buah yang mencakup koleksi foto sekitar tiga puluh koleksi, sedangkan sisanya adalah perabot dan perlengkapannya yang berasal dari era kolonial, dan perlengkapan yang dikenakan pada masa lalu seperti pakaian dan kain. Termasuk yang cukup menarik adalah adanya film dokumenter jaman Belanda tentang Pabrik Gula Gondang Lipuro Ganjuran yang sangat terkenal pada masa itu. Film ini menampilkan suasana pabrik, suasana perkebunan tebu, dan suasana pedesaan pada masa lalu.

Sentra industri di Bantul

Pertama, Sentra industri kerajinan kulit yakni di daerah Manding, Sabdodadi, yang sudah cukup dikenal dengan kerajinan kulit. Kawasan ini menjadi desa wisata Kerajinan Manding, memiliki setidaknya empat puluh showroom yang menjual aneka produk kerajinan kulit, seperti tas, jaket hingga sepatu dan sandal, serta produk berbahan baku kulit lainnya.

Kedua, Sentra Industri Geplak. Ada tiga sentra industri Geplak sebagai makanan khas Kabupaten Bantul, seperti Geplak Widodo di Badegan Trirenggo, Geplak Jago di Gose, dan Geplak Mbok Tumpuk di Sumuran. Selain itu ada Sentra Emping Telo yang berlokasi di Bantul Karang Ringinharjo. Di tempat ini ada sekitar empat puluh perajin emping telo yang sudah beroperasi sejak tahun 1960 an.

Add Comment