Desa Tanggap Mitigasi Kedaruratan

Shelter Desa. PEMERINTAH KALURAHAN PANGGUNGHARJO

 

Cara desa melakukan manajemen kesehatan semesta, menegaskan bahwa perkembangan konsep desa siaga mengikuti dinamika yang ada agar tetap relevan dan sejalan dengan tujuan pembangunan desa, terutama untuk penguatan kesehatan masyarakat. Maka selama pandemi Covid-19, selazimnya konsep desa siaga dapat lebih diutamakan dan ditajamkan agar mencapai tatanan new normal yang baik sebagai aturan sosial yang berlaku pada masa pandemi.

Ketika angka positif Covid-19 di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta meningkat tajam melalui beberapa klaster sebaran Covid-19, perlu diketahui dan diperhatikan bagaimana kreativitas dan inovasi desa dalam mengkaratinakan pasien-pasien yang terdiagnosis positif sebagai bentuk upaya penekanan jumlah kasus.

Kalurahan Panggungharjo, salah satu desa di Kapanewon Sewon melahirkan suatu program mitigasi kedaruratan bencana Covid-19 bernama Panggungharjo Tanggap Covid-19 yang disingkat menjadi PTC-19 sebagai bentuk kreativitas dan inovasi.

PTC-19 hadir dengan menciptakan beberapa platform digital untuk memantau semua warganya dari sisi sosial. Terkait pelayanan publik dalam bidang ekonomi dan kesehatan warga desa, baik secara preventif maupun kuratif, yang tentunya dengan melibatkan semua stakeholder di Desa Panggungharjo.

Salah satu produk platform digital tersebut adalah Pasardesa.id, yakni aplikasi berbasis sosial dan perdagangan yang mewadahi produk-produk unggulan desa untuk dipasarkan kembali ke pasar yang lebih luas di masa-masa pandemi Covid-19. Platform Pasardesa.id tidak hanya memasarkan kebutuhan rumah tangga dan pangan, tetapi juga melayani paket-paket wisata desa dan industri kreatif yang memiliki kualitas bagus dan menarik.

Munculnya varian virus baru Covid-19, yakni varian Delta mengakibatkan angka pasien positif meningkat di seluruh wilayah Indonesia, tidak terkecuali di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hal itu menjadi salah satu faktor untuk mengamati bagaimana kreativitas dan inovasi desa dalam mengkarantina pasien yang terdiagnosis positif Covid-19 untuk mencegah perluasan kasus, terutama kasus yang disebabkan oleh varian Delta, sebagai varian yang lebih berbahaya dari varian sebelumnya. Situasi dan kondisi darurat seperti inilah yang memaksa Pemerintah Kapanewon Sewon membuat suatu upaya untuk membangun Shelter Desa.

Shelter Desa yang digagas oleh Pemerintah Kapanewon Sewon beserta Forkomimca lainnya, menentukan titik Shelter Desa di sebuah tempat bekas SMKN 2 Sewon yang sudah tidak terpakai, dengan melibatkan dua desa yang berdekatan yaitu Kalurahan Panggungharjo dan Kalurahan Timbulharjo.

Berdasarkan infografis sebaran kasus Covid-19, Kalurahan Panggungharjo mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang cukup signifikan per harinya. Oleh sebab itu, Desa Panggungharjo secara khusus meminta pemerintah desa untuk mendesain ulang PTC-19 Jilid 2.

Kehadiran Shelter Desa Gabungan yang diinisasi Pemerintah Kapanewon Sewon, dimanfaatkan oleh pemerintah desa untuk merealisasikan Program Mitigasi Kedaruratan Jilid 2. Shelter ini digunakan untuk memeriksa tanda-tanda vital setiap warga desa yang menjalani masa isolasi di Shelter Desa Gabungan.

Menentukan derajat kedaruratan adalah satu langkah penting untuk menentukan apakah warga desa harus dirawat di rumah sakit, Shelter Kabupaten, Shelter Desa, atau cukup untuk melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Pemeriksaan di Shelter Desa sekaligus untuk mengecek assessment klinis yang sebelumnya telah dilakukan oleh pengawas puskesmas setempat.

Proses pemeriksaan tanda-tanda vital setiap warga desa yang akan menjalani masa isolasi di Shelter Desa terdiri dari beberapa tahapan, antara lain pemeriksaan saturasi, denyut nadi, tekanan darah, dan suhu tubuh sebagai tanda-tanda vital yang biasa digunakan untuk mengidentifikasi derajat kedaruratan pasien Covid-19. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara rutin, baik secara mandiri maupun dengan bantuan petugas jaga Shelter Desa yang rata-rata merupakan relawan desa.

Kalurahan Panggungharjo sebagai desa yang ikut terkena dampak pandemi Covid-19 bergerak aktif dan berkontribusi dalam PTC-19 dengan melibatkan sumber daya dan potensi seluruh komponen bangsa di Kapanewon Sewon dalam rangka menunaikan kewajiban hak sehat bagi warga negara dan tujuan mewujudkan healthy people in healthy communities. Dengan mengingat bahwa tujuan umum desa siaga adalah terwujudnya masyarakat desa yang sehat, peduli, dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya.

Hal itu dilakukan dengan cara mendesain ulang perubahan dan penyesuaian konsep dan implementasi desa siaga menjadi desa siaga Covid-19 yang mengacu pada landasan hukum yang berlaku, salah satunya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Shelter Desa Gabungan resmi dioperasikan pada hari Minggu tanggal 27 Juni 2020 yang berlokasi di Jalan Parangtritis KM 7,5 tepatnya di SMKN 2 Sewon yang sudah tidak terpakai atau di belakang SMPN 1 Sewon. Pada hari pertama beroperasi, Shelter Desa Gabungan memiliki kapasitas 40 bed serta dapat menerima pasien isolasi yang terdiagnosis positif Covid-19 hasil dari rujukan Puskesmas Sewon 2.