Elok Budaya Indonesia

Festival Indonesia. KEMLU

Beberapa dari teman-teman mungkin sering mendengar kata budaya atau kebudayaan, entah itu di buku, koran, atau majalah. Barangkali juga, teman-teman pernah mendengar ketika menonton televisi, mendengar siaran radio, atau belajar di sekolah. Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kita cari tahu dulu tentang apa itu budaya, ciri-ciri budaya, dan fungsi budaya itu sendiri.

Antropolog asal Indonesia, Prof. Dr. Koentjaraningrat, menjabarkan bahwa secara etimologi pengertian budaya dibagi atas dua bahasa yakni dari bahasa Sanskerta dan bahasa Inggris. Dalam bahasa Sanskerta, budaya berasal dari kata buddayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi, budia yang berarti “akal”. Maka dari itu, buddayah diartikan sebagai “budi dan akal manusia”.

Dalam bahasa Inggris, budaya atau culture yang berasal dari bahasa Latin colere berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan, mengembangkan, segala daya upaya serta tindakan manusia untuk mengolah tanah dan mengubah alam.

Sedangkan, Ki Hajar Dewantara menjelaskan budaya atau kebudayaan adalah suatu buah budi manusia yang berasal dari perjuangan manusia terhadap adanya dua pengaruh yang kuat, yaitu zaman dan alam yang merupakan suatu bukti dari kejayaan hidup manusia untuk bisa mengatasi segala macam rintangan dan kesukaran yang ada di dalam hidup dan penghidupannya yang berguna untuk mencapai suatu kebahagiaan dan keselamatan yang padalahirnya bersifat damai dan tertib.

Dari dua pendapat yang sudah dipaparkan dapat ditarik kesimpulan bahwa budaya adalah “daya budi” yang berupa cipta, karsa, dan rasa yang mana akan menghasilkan sebuah kebudayaan. Kebudayaan sendiri akan diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyangnya.

Ada banyak wujud budaya yang dapat kita temui di lingkungan sekitar kita. JJ. Hoeningman membagi wujud budaya menjadi tiga yaitu, ide, sistem sosial, dan artefak. Ide adalah wujud budaya yang paling abstrak. Ide ada di dalam alam pikiran masyarakat di mana kebudayaan itu hidup. Sistem sosial adalah pola tindakan dan perilaku masyarakat. Karena berupa aktivitas masyarakat yang saling berinteraksi satu sama lain, wujud budaya ini bisa dilihat, diobservasi, dan didokumentasikan.

Sementara, artefak adalah wujud kebudayaan paling konkret. Memiliki wujud fisik seperti bangunan atau alat rumah tangga. Bukan cuma dilihat, wujud budaya ini juga bisa disentuh karena memiliki wujud fisik.

Unsur, Ciri-ciri, dan Fungsi Budaya

Selain wujud, budaya juga memiliki unsur-unsur. Prof. Dr. Koentjaraningrat membagi unsur kebudayaan menjadi tujuh. Pertama, bahasa. Sebagai sarana manusia memenuhi kebutuhan sosialnya untuk berinteraksi, bahasa menempati posisi tertinggi pada unsur kebudayaan. Dengan bahasa, manusia mengembangkan budaya dan mewariskannya ke generasi berikutnya.

Kedua, sistem pengetahuan. Sistem pengetahuan adalah segala yang diketahui masyarakat tentang alam, benda dan lingkungan disekitarnya. Contohnya seperti pengetahuan yang dimiliki masyarakat pegunungan pasti berbeda dengan masyarakat pegunungan. Unsur budaya ini kelak akan berkaitan dengan sistem peralatan hidup dan mata pencaharian.

Ketiga, organisasi sosial. Manusia memiliki kecenderungan untuk berkelompok. Sistem organisasi muncul di suatu kelompok masyarakat untuk memudahkan mereka mencapai tujuan tertentu. Sistem ini terbentuk karena manusia sadar bahwa dia membutuhkan orang lain untuk hidup.

Keempat, sistem peralatan hidup dan teknologi. Seperti sudah disebutkan, sistem peralatan hidup dan teknologi berkaitan dengan sistem pengetahuan di masyarakat, mencakup peralatan yang dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup seperti alat bertani, memasak, dan transportasi.

Kelima, sistem mata pencaharian hidup. Sistem mata pencaharian hidup disebut juga sistem ekonomi. Berkaitan dengan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Sama dengan sistem teknologi, sistem ekonomi juga membutuhkan sistem pengetahuan.

Keenam, sistem religi. Sistem religi atau kepercayaan dibutuhkan manusia terutama untuk menjawab ketidakberdayaan manusia dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan yang sulit diterima akal.

Ketujuh, kesenian. Kesenian adalah sarana masyarakat untuk menuangkan kreativitasnya, merujuk pada keindahan dari lingkungan sekitarnya.

Kemudian, mari kita bahas soal ciri-ciri budaya. Berikut adalah ciri-ciri budaya.

Pertama, bersifat dinamis, maksudnya adalah suatu sistem yang dapat berubah sepanjang waktu.

Kedua, bersifat selektif, maksudnya adalah sebuah budaya dapat mencerminkan pola perilaku dan pengalaman manusia secara terbatas.

Ketiga, budaya yang baik pasti memiliki unsur budaya yang saling berkaitan antara budaya satu dengan budaya yang lainnya.

Keempat, etnosentrik, maksudnya adalah seseorang akan menganggap budayanya paling baik atau akan menganggap budaya lain sebagai budaya yang standar.

Terakhir, kita bahas tentang fungsi budaya. Berikut adalah fungsi dan peran budaya.

Pertama, sebagai batas. Budaya berperan sebagai penentu batas-batas, artinya budaya menciptakan perbedaan atau membuat unik suatu organisasi dan akan membedakannya dengan organisasi yang lain.

Kedua, sebagai identitas. Suatu budaya akan memberikan rasa identitas anggota secara langsung.

Ketiga, sebagai komitmen. Budaya memfasilitasi lahirnya komitmen terhadap sesuatu yang lebih besar dari pada kepentingan individunya masing-masing.

Keempat, sebagai pembentuk sikap dan perilaku. Budaya akan bertindak sebagai mekanisme pembuat makna serta kendali yang menuntun dan membentuk sikap dan perilaku karyawan itu sendiri.

Selanjutnya saya akan membahas tentang budaya lokal. Budaya lokal merupakan sebuah ciri khas kelompok masyarakat dalam berinteraksi dan berperilaku di lingkungannya. Budaya suatu wilayah atau suatu wilayah masyarakat juga dipengaruhi beberapa faktor seperti halnya faktor geografis, agama, politik, ekonomi, dan lain-lain.

Indonesia terdiri dari ratusan suku yang memiliki budaya masing-masing. Berikut contoh budaya lokal yang ada di Indonesia.

Pertama, kesenian tradisional. Indonesia memiliki banyak kesenian tradisional, yang meliputi tarian, wayang, dan sebagainya. Yang termasuk kesenian tradisional adalah ludruk dari Jawa Timur. Ludruk sendiri adalah sebuah drama tradisional dengan mengambil kisah-kisahnya dari keseharian masyarakat seperti halnya kisah perjuangan dan lain-lain dan diiringi musik gamelan.

Contoh lainnya, tari jaipong dari Jawa Barat. Tari jaipong biasanya dimainkan oleh satu orang penari dengan menggunakan pakaian tradisional Jawa Barat seperti halnya kebaya. Tari jaipong akan diiringi musik yang bernama musik jaipong. Yang terakhir adalah wayang golek yang berasal dari Jawa Barat. Wayang golek sendiri terbuat dari kayu sekaligus bentuk pengembangan dari wayang kulit. Orang yang pertama kali memainkan wayang golek adalah Sunan Kudus atau nama aslinya adalah Syekh Ja’far Shodiq.

Kedua, alat musik tradisional. Alat musik tradisional merupakan salah satu budaya di Indonesia yang diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang kita. Setiap daerah memiliki alat musik sendiri-sendiri serta mempunyai ciri khasnya masing-masing.

Salah satu contoh alat tradisional adalah gamelan dari Jawa Tengah. Alat musik gamelan tumbuh pada masa Hindu-Buddha. Gamelan juga mempunyai fungsi tersendiri seperti halnya untuk mengiringi kesenian tradisional terutama di Jawa. Gamelan merupakan alat musik tradisional asli dari indonesia yang terdiri dari beberapa alat musik seperti halnya saron, gong, bonang, gambang, dan kendang.

Ketiga, lagu daerah. Lagu daerah juga merupakan salah satu contoh budaya lokal yang ada di Indonesia yang mana berasal dari suatu daerah serta dipopulerkan oleh masyarakat daerah tersebut. Lagu daerah sama halnya dengan lagu kebangsaan yang bersifat daerah, sehingga memiliki lirik dan bahasa sesuai dengan asal daerah tersebut. Yang termasuk salah satu lagu daerah adalah “Ampar-ampar Pisang”, “Cublak-cublak Suweng”, dan “Gundul-gundul Pacul”.

Dari banyaknya budaya yang ada di Indonesia yang mana setiap daerah pasti memiliki budaya masing-masing, ada beberapa budaya yang milik Indonesia yang masuk dalam dunia budaya internasional seperti halnya batik, gamelan, dan keris. Setiap budaya pasti memiliki keunikan, kemenarikan, serta keindahan tersendiri yang akan membuat seseorang melihatnya akan tertarik dan terpukau.