Galang Optimisme Wujudkan Merdeka Vaksin

Deklarasi Tuntas Vaksin Kemantren Kotagede.

Vaksin Covid-19 muncul bagaikan angin segar, digadang-gadang sebagai cara paling mujarab mengatasi pagebluk Covid-19. Penduduk dunia berbondong-bondong menjemput asa kebangkitan yang kian lama dinantikan. Herd Immunity atau kekebalan kelompok menjadi tujuan perjuangan bersama. Saya menyaksikan betapa besar harapan masyarakat akan keberhasilan program ini, di Kotagede pada khususnya.

Di tengah badai Covid-19 Pemerintah Kota Yogyakarta gencar melakukan percepatan vaksin bagi masyarakat umum. Hal tersebut dilakukan untuk mencapai target penuntasan vaksin bagi masyarakat Kota Yogyakarta pada November 2021, setidaknya vaksin dosis pertama. Diperkirakan sudah sekitar sembilan puluh persen masyarakat di tingkat Kelurahan atau Kemantren memperoleh vaksin dosis pertama.

Memastikan proses tersebut berjalan lancar, saya turut merespons dengan melakukan percepatan vaksinasi bagi warga Kotagede atau warga domisili Kotagede sekaligus menggalang optimisme demi mewujudkan merdeka vaksin. Warga bisa mengikuti kegiatan tersebut setiap sepekan sekali di halaman Kemantren Kotagede atau mengikuti jadwal regular setiap hari di fasilitas kesehatan terdekat.

Bagi saya sebenarnya kunci utamanya adalah masyarakat, dengan memberikan pemahaman yang utuh sehingga mereka mendapatkan kepastian informasi terkait pentingnya vaksinasi. Dengan usaha dan kerjasama dari berbagai pihak itulah, Kemantren Kotagede menjadi kemantren pertama di Kota Yogyakarta yang telah menuntaskan vaksin bagi warga yang layak vaksin.

Lantas berangkat dari semangat bersama itu, saya memberanikan diri untuk mendeklarasikan Tuntas Vaksin, pada 29 September 2021 di Pendopo Abdi Praja Kemantren Kotagede. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama dengan vaksinasi massal yang diikuti oleh kurang lebih 300 warga Kemantren Kotagede. Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi turut dalam deklarasi itu.

Menukil sambutannya, Wakil Walikota Yogyakarta sempat menyebutkan bahwa Kemantren Kotagede menjadi kemantren yang pertama dalam menuntaskan vaksin dosis pertama bagi warganya. Padahal Kemantren Kotagede sebelumnya menjadi kemantren yang paling rendah dalam pemberian vaksin kepada warga lanjut usia.

Sasaran vaksin di Kemantren Kotagede saat itu sebanyak dua puluh delapan ribu warga, sekitar sembilan puluh persen sudah mendapat vaksin, sedangkan sepuluh persennya belum memperoleh vaksin karena merupakan penyintas Corona virus Disease 2019 atau memiliki penyakit penyerta.

Berdasarkan data tanggal 4 Oktober 2021, warga Kemantren Kotagede yang telah divaksin sebanyak 18.828 jiwa, dengan rincian 9006 jiwa laki-laki dan 9822 jiwa perempuan. Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah dengan adanya pemberian vaksin dosis kedua maupun warga yang vaksin secara mandiri di fasilitas kesehatan. Pencapaian itu merupakan sinergi dan kerja keras dari berbagai pihak termasuk perangkat RT/RW di wilayah Kemantren Kotagede.

Jogja Merdeka Vaksin

Secara sederhana, berangkat dari akselerasi vaksinasi di Kotagede tentu akan mendorong proses percepatan vaksinasi di tingkat kota. Dengan pengawalan ketat dan terukur di tingkat kemantren proses vaksinasi bisa berjalan lebih cepat, dengan catatan proses dan “gregetnya” juga sama antar kemantren.

Saya telah mendorong Kemantren Kotagede kembali melaksanakan vaksinasi massal yang bertajuk ” Jogja Merdeka Vaksin “. Jogja Merdeka Vaksin merupakan gerakan vaksinasi yang dibentuk Pemerintah Kota Yogyakarta dengan tujuan memastikan seluruh warga Kota Yogyakarta menerima vaksinasi Covid-19, harapannya terbentuk Herd immunity atau kekebalan imunitas kelompok.

Program vaksinasi saat itu ditujukan khusus untuk masyarakat yang berdomisili di wilayah Kemantren Kotagede. Masyarakat penerima vaksin sebelumnya telah melakukan pendaftaran di kelurahan dengan mengumpulkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk atau surat keterangan domisili dan Kartu Keluarga.

Berkaca dari vaksinasi yang dilaksanakan di Pendopo Abdi Praja Kemantren Kotagede pada 3 Agustus 2021 untuk masyarakat di wilayah Kelurahan Rejowinangun dengan jumlah yang di vaksin 300 orang. Sementara pada tanggal 16 Agustus 2021 untuk masyarakat di wilayah Kelurahan Prenggan dengan jumlah 250 orang dan masyarakat wilayah Kelurahan Purbayan dengan jumlah 230 orang.

Dalam kegiatan tersebut, tenaga kesehatan yang bertugas adalah tenaga kesehatan dari Puskesmas Kotagede I dan Puskesmas Kotagede II, serta dibantu relawan dari sejumlah instansi. Pelaksanaan kegiatan vaksinasi tentu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dan dilakukan screening kesehatan sebelum disuntikan vaksin kepada peserta.

Peserta vaksinasi yang hadir diwajibkan menggunakan masker dan mencuci tangan, selanjutnya dicek suhu badannya, kemudian dilakukan screening kesehatan meliputi cek gula darah, cek tekanan darah, dan ditanya tentang riwayat penyakit yang diderita. Apabila lolos screening kesehatan baru dilakukan penyuntikan vaksin kepada peserta.

Semangat saya untuk mendorong percepatan proses vaksinasi yang saat ini dinilai sebagai langkah paling utama untuk membendung peyebaran Covid-19 rasanya tidak pernah berhenti. Tidak hanya menyasar masyarakat, saya terus berpikir untuk melakukan vaksinasi di seluruh komunitas mayarakat dari semua klaster, tidak luput pedagang pasar.

Sebanyak 400 pedagang pasar mengikuti vaksinasi Covid-19 di Pendopo Abdi Praja Kemantren Kotagede pada 23-24 Maret 2021. Penerima vaksin adalah seluruh pedagang dari dua pasar di wilayah Kotagede, yaitu pedagang Pasar Legi Kotagede dan Pasar Gedong Kuning. Kegiatan vaksinasi ini diikuti 200 pedagang tiap hari.

Dalam kegiatan tersebut, tenaga kesehatan yang bertugas adalah tenaga kesehatan dari Puskesmas Kotagede I dan II. Calon penerima vaksin harus melewati beberapa tahapan sebelum akhirnya menerima suntikan vaksin. Mereka yang telah hadir akan di cek undangannya disesuaikan dengan daftar identitas penerima vaksin dan wajib mengisi formulir yang diberikan oleh petugas.

Setelah mengisi formulir, calon penerima vaksin akan diukur tinggi badan, berat badan dan lingkar perut. Berikutnya dilakukan screening kesehatan bagi calon penerima vaksin, untuk memastikan bahwa calon penerima vaksin dalam keadaan sehat dan aman untuk disuntikan vaksin.

Adapun cek kesehatan yang dilakukan sebelum penyuntikan vaksin diantaranya, tes gula darah, cek suhu badan, cek tekanan darah, serta screening kesehatan melalui tanya jawab riwayat kesehatan yang dimiliki oleh calon penerima vaksin. Setelah lolos screening kesehatan, kemudian dilakukan penyuntikan vaksin dan setelah disuntik masyarakat diarahkan untuk menunggu selama 30 menit sebelum diperbolehkan pulang dan memperoleh kartu vaksinasi.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi tidak luput dalam acara itu, selain meninjau jalannya vaksinasi pedagang pasar Ia juga memberikan semangat kepada para pedagang pasar agar terus optimis dalam menghadapi pandemi Covid-19. Meski telah mendapatkan suntikan vaksin, masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan, serta menjaga kesehatan dengan olahraga dan mengkonsumsi makanan bergizi.