Guyub Rukun sebagai Aset Sosial di Masyarakat

Lorong sayur di wilayah Gowongan. ILHAM LUTHFI HABIBI

Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan berusaha menepis anggapan masyarakat kota selama ini bahwa tidak mungkin pertanian dapat dilaksanakan di lahan perkotaan yang sempit dan kotor menjadi lahan yang menghasilkan atau produktif, bersih, dan hijau.

Melalui kegiatan bimbingan teknis dan penyuluhan yang telah dilakukan oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Pertanian dan Pangan, masyarakat perkotaan berusaha didorong dan dimotivasi untuk melakukan gerakan lingkungan hijau melalui Program Kampung Sayur yang bertujuan di samping untuk mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari juga untuk menciptakan lapangan kerja baru sektor nonformal.

Keberhasilan Program Kampung Sayur juga tidak terlepas dari partisipasi masyarakat sasaran program, baik partisipasi langsung maupun tidak langsung. Partisipasi dalam pengembangan komunitas harus menciptakan peran serta yang maksimal dengan tujuan agar semua orang dalam masyarakat tersebut dapat dilibatkan secara aktif pada proses dan kegiatan masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan pengembangan komunitas selalu mengoptimalkan partisipasi, dengan tujuan semua warga ikut terlibat dalam proses pengambilan keputusan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan dalam proses implementasi serta evaluasi.

Ketua kelompok tani mempunyai peran paling penting pada kelompok tani, di mana anggota akan bertindak sesuai arahan dari ketua kelompok tani. Ketua kelompok tani juga menghubungkan dari PPL kepada anggota kelompok tani. Semua anggota kelompok tani harus semangat dalam menjalankan program ini karena mereka sudah memiliki kesadaran praktis di mana mereka sudah mengetahui manfaat dari kegiatan kampung sayur tersebut.

Di Kalurahan Gowongan, Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta, Kelompok Tani Sumber Rejeki sudah berdiri sejak tahun 2013. Kurang lebih delapan tahun masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Sumber Rejeki mengelola Kampung Gowongan menjadi kampung sayur nan hijau. Dalam mengelola kampung sayur, anggota kelompok banyak melakukan kegiatan di pagi hari dan di sore hari. Masing-masing anggota mendapatkan giliran satu minggu sekali untuk merawat kampung sayur seperti bersih-bersih sampai dengan siram-siram tanaman.

Warga Kampung Gowongan yang tergabung dalam Kelompok Tani Sumber Rejeki berkomitmen untuk menghijaukan Kampung Gowongan agar segar dipandang dan dapat menjadikan suasana sejuk di lingkungan Gowongan. Dalam penghijauan ini, anggota kelompok tani banyak melakukan menanam tumbuhan, terutama melakukan budi daya sayuran. Selain berfungsi menjadi sumber penghijauan kota, budi daya sayuran juga bisa menjadi sumber penghasilan untuk kelompok tani.

Pada mulanya, hal yang melatarbelakangi warga Kampung Gowongan mau menanam adalah kegemaran masyarakat terutama ibu-ibu dalam menanam sayuran. Selain itu juga tidak lepas dari peran Pemerintah Kota Yogyakarta yang memberi stimulus kepada kelompok tani agar masyarakat membuat kampung sayur dan penghijauan.

Sementara itu, cara mengajak masyarakat yang belum mau bergabung dengan kelompok tani adalah dengan cara memberi bibit sayuran, kemudian meminta untuk ditanam di sekitar pekarangan rumahnya. Dengan hal itu bisa menjadikan masyarakat lama-kelaman akan suka menanam sayuran dan tergerak untuk ikut menjadi bagian dari anggota kelompok tani.

Budi daya sayuran yang dilakukan oleh kelompok tani sangat banyak, tapi untuk yang sering panen yaitu terong, kubis, sawi, dan kangkung. Untuk hasil dari panennya, pada awalnya hanya dikonsumsi oleh anggota kelompok sendiri, tetapi dengan berjalannya waktu kelompok tani ini mampu menjual hasil panennya ke pasar yang terdapat di sekitar Kalurahan Gowongan. Hal ini menjadi bukti bahwa Kelompok Tani Sumber Rejeki sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat.

Salah satu komponen yang paling dibutuhkan dalam budi daya sayuran adalah pupuk kompos. Oleh karena itu, anggota kelompok tani berinisiatif untuk membuat pupuk kompos sendiri. Selain digunakan sendiri, pupuk kompos ini juga d dijual kepada warga sekitar sehingga pemasukan kelompok tani tidak hanya dari hasil panen tapi juga bisa dari penjualan pupuk kompos.

Kelompok tani yang terdiri dari 42 anggota ini memiliki pandangan bahwa bidang pertanian tidak bisa terlihat seperti usaha lain, terutama untuk perihal profit yang tidak bisa tampak jelas. Sebab, hal terpenting dari pengelolaan kampung sayur adalah agar masyarakat Gowongan bisa guyub rukun. Guyub rukun inilah yang menjadikan aset sosial dan menjadi kunci terhadap keberhasilan pengelolaan kampung sayur.

Keberhasilan dalam mengelola kampung sayur yang dilakukan oleh Kelompok Tani Sumber Rejeki adalah kekompakan yang terjalin antar-anggota kelompok tani. Kekompakan ini terbentuk tak lepas dari stimulus yang diberikan kelompok tani kepada para anggotanya, misalnya seperti mengadakan piknik yang diikuti oleh semua anggota. Ini menjadikan kedekatan emosional dan rasa semangat untuk mengelola kampung sayur semakin bertambah.

Dalam mengelola kampung sayur, Kelompok Tani Sumber Rejeki juga melakukan pencatatan pengeluaran dan pemasukan uang sebagai upaya melihat seberapa profit kampung sayur ini, walaupun dalam kenyataannya kampung sayur ini tidak semata-mata untuk menghasilkan profit tapi lebih mengarah ke penghijauan perkampungan.

Di wilayah perkampungan Gowongan juga terdapat lorong sayur yang mempunyai panjang 90 meter, sebagai bagian dari bagian dari program kampung sayur yang dilakukan oleh Kelompok Tani Sumber Rejeki. Lorong sayur ini dulunya gersang, setelah mendapat sentuhan dari anggota kelompok tani sekarang berubah menjadi hijau dan segar dipandang.

Untuk melakukan komunikasi antar-anggota, Kelompok Tani Sumber Rejeki menggunakan aplikasi pesan WhatsApp Group. Kegiatan rutin seperti kerja bakti maupun kegiatan lainnya yang berhubungan dengan kampung sayur, dikoordinasikan melalui grup tersebut. Dalam mengelola kampung sayur, hambatan-hambatan pasti datang menghampiri kelompok tani yang sehingga mengelola kampung sayur tidak maksimal, misalnya kurangnya wawasan keilmuan pertanian yang dimiliki anggota kelompok tani. Tak heran jika ini terjadi, karena banyak anggota kelompok tani tidak berlatar belakang sebagai petani.

Maka dari itu, Soeroto selaku pembina kelompok tani membuat kebijakan untuk mendatangkan seorang ahli di bidang pertanian untuk memberi materi tentang media tanam, hama, dan obat-obatan tanaman kepada anggota kelompok tani agar lebih maksimal untuk mengelola kampung kampung sayur. kebijakan ini masih berjalan hingga sekarang karena sangat bermanfaat untuk kelompok tani.

Melihat perjalanan Kelompok Tani Sumber Rejeki yang sangat mengesankan, tak heran kelompok tani ini banyak mendapatkan prestasi, salah satunya adalah Juara I Lomba Landscape Sayur 2019. Ini menjadi bukti bahwa Kelompok Tani Sumber Rejeki sangat bagus untuk mengelola kampung sayur.

Add Comment