Indonesia Negara Maritim, Kaya Sumber Daya Laut

Pengelolaan Sumber Daya Maritim Indonesia. LIPI

Dua pertiga wilayah Negara Republik Indonesia terdiri dari perairan laut yang di dalamnya terdapat kurang lebih 17.504 pulau-pulau. Memiliki panjang pantai kurang lebih 95.181 km dengan luas wilayah perairan laut kurang lebih sebesar 5,8 juta km². Laut merupakan potensi sumber daya maritim yang sangat kaya baik hayati, non-hayati, maupun energi laut yang fungsinya dapat dikelola sebagai penambah devisa negara. Karena kekayaan sumber daya alam dan laut itu, Indonesia dikenal oleh dunia Internasional sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia.

Suatu pencapaian besar, menambah identitas baru bagi Negara Indonesia dikenal di mata dunia. Berbagai pulau dengan sumber daya alam serta iklim cuaca yang mendukung, bumi Indonesia subur dengan ragam tumbuh-tumbuhannya. Apapun yang ditanam di bumi Indonesia, ia akan tumbuh dengan subur. Realitas ini membuat Negara Indonesia mulai dilirik di mata dunia sebagai negara dengan potensi alam yang menawan.

Telaah Kata Maritim, Kelautan, dan Bahari

Sebelum menjangkau pembahasan sedemikian dalam, penting menelaah definisi kata maritim. Kata “Maritim” berasal dari bahasa Inggris yaitu maritime yang berarti navigasi, maritim atau bahari. Kemudian lahir istilah negara maritim atau negara samudra (maritime power). Maksud dari kata tersebut, segala aktivitas pelayaran dan perniagaan yang berhubungan dengan kelautan atau pelayaran niaga. Pengertian lain dari kata kemaritiman berdasarkan terminologi berkaitan dengan kegiatan pariwisata, lalu lintas, pelayaran, dan jasa-jasa kelautan.

Mendengar istilah maritim sering dihubungkan dengan kegiatan yang berkaitan di laut. Namun Maritim bukan bermakna kelautan. Kelautan memiliki makna yang sedikit berbeda dengan maritim. Kelautan memiliki makna yang sangat luas termasuk mencakup istilah kemaritiman, sehingga pengertian kelautan mencakup hal-hal yang berhubungan dengan laut. Kelautan dalam telaah definisi terminologi mencakup aspek yang sangat luas, termasuk ruang udara di atas permukaan air laut, pelagik, mesopelagik, abisal hingga mencapai dasar laut yang dikenal sebagai landas kontinen.

Kelautan dalam perspektif ekonomi dapat didefinisikan sebagai kegiatan ekonomi yang dilakukan di wilayah pesisir dan kelautan. Bidang kelautan mempunyai beberapa sektor produksi antara lain, pertama sektor kegiatan perikanan (kegiatan penangkapan ikan, pembenihan, budidaya ikan dan biota lainnya, pengolahan ikan, dan industri bioteknologi).

Kedua, sektor kegiatan pariwisata bahari (kegiatan pariwisata bahari, pariwisata pantai, jasa penunjang pariwisata bahari). Ketiga, sektor kegiatan pertambangan dan energi (pencarian kandungan minyak dan gas bumi, penyiapan pengeboran, penambangan, dan lainnya). Keempat, sektor kegiatan perhubungan laut (kegiatan pengangkutan barang maupun penumpang, dan lainnya).

Kelima, sektor kegiatan industri maritim (industri penunjang kegiatan ekonomi di pesisir dan lautan, seperti industri galangan kapal, jasa perbaikan kapal/docking dan industri bangunan lepas pantai). Keenam, sektor kegiatan bangunan kelautan (pelabuhan, dermaga, jetty, dll). Ketujuh, sektor kegiatan jasa-jasa lainnya (jasa pelayaran, pendidikan, penelitian, pengembangan pulau-pulau kecil, pemanfaatan benda berharga dasar laut, jasa lingkungan, pertahanan dan keamanan). Hal-hal yang mencakup kelautan dan segala kegiatan-kegiatannya ternyata banyak dilakukan di laut. Seperti kegiatan ekonomi perdagangan banyak dilakukan di laut. Ekonomi tumbuh dan berkembang di laut.

Hal-hal lainnya yang berkaitan dengan laut, seperti bahari, artinya dahulu kala, kuno, tua sekali, indah, elok sekali, mengenai laut, bahari atau yang dilindungi. Sedang kebaharian dimaknai sebagai sesuatu yang berhubungan dengan laut, dan kelautan. Kamus bahasa Indonesia juga menerangkan bahwa salah satu maksud dari kata bahari dimaknai sebagai laut, sehingga orang mengatakan wisata bahari berarti wisata laut atau wisata yang berhubungan dengan laut atau wisata dengan objeknya laut.

Indonesia Kaya Sumber Daya Laut

Terkait dengan makna negara maritim, mengutip jurnal yang berjudul Penyelenggaraan Pembangunan NKRI Menuju Negara Maritim Berdasarkan Prinsip Negara Kepulauan, dalam perspektif Aryono Putra dan Yasser Putra mendefinisikan negara maritim, merupakan negara yang memanfaatkan kekayaan laut demi keperluan negaranya. Berbeda dari makna kelautan, yaitu negara yang memiliki hubungan dekat dengan laut.

Indonesia disebut negara maritim, karena luas daratan dan laut Indonesia cukup banyak. Luas daratan atau bumi Indonesia sekitar 1.922.570 km2. Sementara luas lautannya sekitar 3.257.483 km2. Dari realitas data tersebut, wilayah Indonesia paling luas wilayah laut.

Sumber daya alam Indonesia cukup beragam, terdiri dari laut, tumbuh-tumbuhan yang mencakup sayur-mayur, buah-buahan, dan lainnya. Berdasarkan jenis sumber daya kelautan dibagi menjadi sumber daya yang dapat pulih (renewable resources) seperti ikan dan biota perairan lainnya, hutan mangrove, padang lamun, rumput laut, ekosistem pantai dan pulau-pulau kecil, dan lainnya.

Sumber daya yang tidak dapat pulih (unrenewable resources) seperti minyak dan gas bumi, bahan tambang dan mineral lainnya, energi kelautan seperti gelombang, pasang surut, Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC) dan angin, kemudian jasa-jasa lingkungan seperti media transportasi dan komunikasi, pengaturan iklim, keindahan alam, penyerapan limbah, dan lainnya.

Kekayaan laut Indonesia dari Sabang sampai Merauke terdiri dari beragam spesies ikan dan terumbu karang. Ada banyak spesies ikan di laut Indonesia yang tercatat 8.500 spesies, rumput laut dengan jumlah 555 spesies, dan terumbu karang dengan 950 spesies.

Kekayaan laut di Indonesia ini membuat Indonesia dikenal sebagai wilayah Marine Mega-Biodiversity. Suatu anugerah Tuhan yang harus dirawat dan dilindungi serta dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan. Maka sangat disayangkan bilamana kekayaan laut tidak mendapat perlindungan hukum yang kuat dan perhatian dari masyarakat. Walau bagaimanapun, kekayaan laut Indonesia merupakan tanggung jawab bersama.