Kiprah KWT Amarilis Mengelola Kampung Sayur di Tengah Kota

Salah satu sudut kampung sayur KWT Amarilis. KWT AMARILIS

Di Kalurahan Pringgokusuman RW 18 Kemantren Godongtengen terdapat Kelompok Tani Wanita (KWT) Amarilis yang sudah berdiri secara legal sejak tanggal 23 Mei 2007. Sebenarnya secara embrio kelompok tani ini sudah ada sejak pertengahan tahun 2006 dengan bergabungnya ibu-ibu di lingkungan RW 18 yang hobi bercocok tanam.

Dalam perkembangannya, KWT ini mulai merambah ke dunia olahan atau kuliner, terutama olahan hasil pertanian. Hal ini disebabkan oleh melesunya bisnis tanaman hias serta didukung mayoritas anggota mempunyai keahlian dalam bidang masak-memasak. Perlu diketahui, sebelum kelompok tani ini melakukan budi daya tanaman sayuran, mereka melakukan budi daya tanaman hias.

Nama Amarilis dipilih sebagai nama kelompok tani. Dengan menyandang nama Amarilis, bunga lokal sederhana, di mana bunganya mengarah ke semua penjuru mata angin, diharapkan anggotanya mampu bertahan untuk berkarya dalam segala situasi dan kondisi apa pun.

Selain Amarilis dijadikan motivasi kelompok tani dalam melaksanakan kegiatan, kelompok tani ini juga mempunya visi misi besar. Adapun visinya adalah ikut menciptakan lingkungan hijau, sehat, makmur, sehingga terbentuk masyarakat sejahtera. Sedangkan misinya adalah menyejahterakan anggota dan meningkatkan taraf hidup anggota, menggali potensi diri para anggota dan mengembangkan potensi diri anggota.

Anggota kelompok KWT Amarilis sejumlah 15 orang, meskipun terlihat sedikit, tetapi anggota KWT Amarilis tetap bisa produktif seperti KWT-KWT yang lainnya. Ini dapat dilihat dari jenis usaha yang dilakukan oleh anggota KWT Amarilis yaitu ada yang menanam sayuran, mengolah pangan, menjadi florist, dan penjual pangsit.

Kegiatan yang dilakukan oleh KWT Amarilis untuk mengelola kampung sayur yaitu menyirami tanaman setiap hari. Untuk yang bertanggung jawab melakukan penyiraman adalah para anggota kelompok yang sudah dijadwal setiap harinya, sedangkan untuk kegiatan rutin lainnya yaitu rapat koordinasi yang dilaksanakan setiap bulan sekali atau lebih tepatnya setiap tanggal 25, tempatnya di rumah anggota kelompok tani yang digilir secara bergantian. Selain itu, para anggota kelompok tani melakukan iuran sukarela untuk kas yang digunakan sebagai penunjang operasional kampung sayur.

KWT Amarilis memiliki kampung sayur yang dikelola bersama oleh para anggota untuk budi daya tanaman sayuran, buah-buahan, dan budi daya ikan. Selain menanam sayur di kampung sayur, para anggota kelompok tani juga melakukan budi daya tanaman di rumahnya masing-masing. Dikarenakan hanya 30 persen dari anggota yang memiliki lahan memadai maka kegiatan budi daya tanaman dilakukan di kebun induk seluas 77 meter persegi, sedangkan pembibitan dilakukan di lahan seluas 20 meter persegi.

Tanaman yang sering dipanen anggota kelompok adalah terong, cabai, dan kangkung. Untuk terong sendiri, sekali panen bisa mencapai 10 kilogram. Hasil dari panennya sementara ini dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur para anggota kelompok. Disamping itu, hasil panen berupa singkong dibuat olahan seperti geblek dan roti tape yang dijual ke masyarakat dan dijual sesuai pesanan.

Alasan mengapa anggota KWT Amarilis mau bertani di tengah kota adalah tersedianya lahan kosong yang pemiliknya sudah mengizinkan untuk dibuat kampung sayur. Selain itu, para anggota kelompok tani penasaran dan tertarik dengan tanaman sayuran. Kemudian, para anggota KWT mengikuti Sekolah Lapangan yang diadakan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta untuk menambah pengetahuan tentang mengelola kampung sayur.

Sumarah selaku Ketua KWT Amarilis sejak awal berdirinya kelompok sampai sekarang, mengungkapkan bahwa dalam mengelola kampung sayur banyak kendala yang harus dihadapi, di antaranya adalah banyaknya anggota kurang komitmen untuk mengelola kampung sayur dan dalam pelaksanaan siram-siram tanaman, anggota mengalami kesulitan karena jauh dari mata air.

Harapan ke depannya, Sumarah berharap semua anggota mau berkomitmen dalam membudidayakan tanaman sayuran dan minimal punya tanaman sendiri di rumahnya masing-masing.

Prestasi KWT Amarilis

KWT Amarilis memiliki keunggulan yang dimiliki anggotanya yaitu mengolah hasil pertanian menjadi makanan. Hal itu menjadi hal yang paling menonjol yang dimiliki oleh kelompok tani, pasalnya belum tentu kelompok tani lain memiliki keahlian yang dimiliki oleh kelompok tani KWT Amarilis.

Pada acara lomba yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertanian Kota Yogyakarta, KWT Amarilis menjadi Juara I pada kontes olahan ikan. Lomba yang diselenggarakan di Pasar Ikan Higienis Kalurahan Giwangan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta ini, KWT Amarilis menampilkan produk ubi ungu dicampur labu kuning dan singkong dengan isi ikan lele dan bunga kecombrang, berhasil mengungguli 20 peserta dari 14 kecamatan di Kota Yogyakarta. Sedangkan Juara II dan III masing-masing diraih oleh KWT Kenanga dari Kalurahan Panembahan Kemantren Kraton dan KWT Purwotani dari Kalurahan Purwokinanti Kemantren Pakualaman.

Torehan tersebut sangat membanggakan, suatu keberhasilan yang merupakan kerja keras dan kekompakan dari seluruh anggota KWT Amarilis.