Langkah-langkah Merawat Tanaman di Musim Hujan

Budidaya Kayu Putih. JOGJAPROV

Tanaman atau tumbuh-tumbuhan memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Oleh karenanya penting untuk kita jaga dan merawatnya. Namun masing-masing tanaman memiliki perhatian khusus dan berbeda-beda. Sebut saja tanaman anggrek, bunga keladi, bugenvil, bunga mawar, dan lainnya. Merawat tanaman bunga anggrek jelas berbeda, anggrek membutuhkan cuaca yang dingin, dan tidak tahan panas matahari terlalu lama. berbeda dengan bunga matahari, yang perawatannya lumayan lebih ringan dan bisa tahan terik matahari.

Sore hari rupanya merupakan waktu tepat untuk merawat tanaman. Beberapa orang banyak meluangkan waktu bersantai sembari menikmati tanaman di halaman depan maupun belakang rumah. Memiliki banyak tanaman di halaman menambah suasana menjadi lebih asri dan menyenangkan.

Akhir-akhir ini sejak pandemi datang menghampiri Indonesia, banyak masyarakat yang terpaksa di rumah demi keamanan diri. Selama pandemi, cara mereka menghilangkan kejenuhan adalah dengan menanam dan merawat tanaman di halaman rumah. Oleh karenanya harga tanaman hias sempat melambung tinggi atau menjadi tren tersendiri. Semisal tanaman Janda Bolong yang sempat viral dengan harganya yang luar biasa berbeda dibanding lainnya, atau dengan kata lain lebih mahal.

Bahkan tren ini juga mengangkat jenis-jenis tanaman hias klasik. Sebagai contoh jenis-jenis tanaman keladi pun ikut marak dan banyak dicari. Hanya keladi desa saja yang biasa-biasa saja, dan harga tetap murah. Tetapi saat tanaman terawat dan tumbuh optimal, ia tetap terlihat cantik eksotik.

Hanya saja,tidak jarang pula tanaman serig membuat banyak orang tertegun bukan karena terlihat eksotik, tetapi karena terlihat merana, padahal penyiraman dan pemupukan selalu diperhatikan. Misal pelepah daun yang patah di pangkal dan terlihat membusuk setelah beberapa hari diguyur hujan. Jika didekati dan diperhatikan lebih seksama akan terlihat lebih jelas ada masalah pembusukan di pangkal pelepah daun, hampir semuanya dan menyebabkan daun menjadi rebah.

Selain itu, ada juga tanda serangan jamur penyakit tanaman yang hampir merata di permukaan tanah dalam pot. Keadaan ini sering membuat pecinta tanaman bunga tak sampai hati ketika melihatnya. Apakah banyak yang mengalami keadaan tersebut? Sudahkah mereka menyiapkan langkah preventif terhadap tanaman di saat musim hujan tiba?

Musim hujan merupakan musim penuh berkah, terutama bagi petani. Hujan banyak memberikan harapan kesuburan dan kehidupan baru bagi tanaman budidaya yang menjadi klangenan kita. Tetapi disisi lain, kita juga harus waspada dan mengatur besarnya intensitas air hujan yang mengenai langsung di pertanaman kita.

Sepertinya ada beberapa hal yang harus disikapi lebih khusus saat musim hujan tiba agar tanaman kita tetap terpelihara dan tetap terlihat cantik eksotik. Ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan terhadap tanaman kita dalam menghadapi datangnya musim hujan.

Pemilahan Jenis Tanaman

Setiap jenis tanaman mempunyai kebutuhan akan air yang berbeda-beda. Tanaman-tanaman yang bersifat sukulen (lunak, banyak mengandung air) relatif lebih menyukai kondisi media tanam yang sedikit air. Sebagai contoh, jenis-jenis tanaman ini di antaranya adalah berbagai macam kaktus (Cactaceae), Eforbia (Euphorbiaceae), dan Begonia.

Apabila terlalu banyak kandungan air dalam media tanamnya, menjadikan tanaman sering mudah busuk karena kelembabannya yang tinggi. Rentan terhadap serangan bakteri penyebab penyakit tanaman. Tanaman anggrek bulan (Phalaenopsis sp) juga kurang tahan terhadap kelembaban tinggi. Ia rentan mengalami pembusukan, baik pada daun, ujung titik tumbuh, dan pada batang maupun akarnya.

Tanaman-tanaman yang mempunyai sifat rentan terhadap kelembaban tinggi tersebut ada baiknya dikelompokkan dan dipilah agar tidak terkena guyuran air hujan secara langsung yang menyebabkan meningkatnya kelembaban. Akan lebih baik bila menggunakan media tanam yang bersifat porus, tidak mengikat air, dan segera melepaskannya. Tidak lupa juga untuk tanaman dalam pot atau polybag sebaiknya tidak langsung diletakkan di tanah. Caranya bisa dengan memberi tatakan atau pot tanaman diletakkan di atas tatanan pot batu.

Salah satu tujuannya supaya ada ruang udara untuk membantu pernafasan akar dan juga saat hujan, akar menjadi tidak terendam oleh genangan air. Tempatkan tanaman ini di teras atau tempat yang ada naungan agar aman dari guyuran hujan.

Sebaliknya, untuk tanaman yang tahan air, membutuhkan kondisi banyak air, dapat kita tempatkan pada ruang terbuka. Tanaman akan tetap tumbuh baik meskipun banyak diguyur air hujan. Namun demikian, setelah diguyur hujan sebaiknya tetap disiram untuk membilas sisa-sisa air hujan. Hal ini perlu dilakukan karena air hujan punya sifat asam yang bisa saja merusak tanaman yang kurang toleran terhadap asam.

Meskipun beberapa tanaman dapat diadaptasikan dengan perlakuan khusus agar tahan pada kondisi full sun full rain (FSFR), ada baiknya tetap mempelajari dan memperlakukan tanaman sesuai dengan kondisi habitat alamiahnya. Dengan demikian diharapkan tanaman tetap tumbuh subur, segar dan sehat.

Pengaturan Tata Letak Tanaman

Terkadang karena keinginan dan kecintaan berlebih terhadap tanaman, kita sering terjebak pada imajinasi untuk mengoleksi berbagai jenis tanaman. Apalagi di saat terdapat jenis-jenis tanaman tertentu yang kemudian sedang trend, tak ayal sering kita berkeinginan untuk bisa memilikinya tidak dapat terbendung. Sementara itu, lahan atau pekarangan yang akan digunakan untuk tempat tanaman sangat terbatas. Hasilnya adalah penumpukan dan kerumunan tanaman dalam satu lokasi yang tidak memadai.

Alih-alih terlihat indah, justru sebaliknya terlihat tidak karu-karuan. Tak ada mengandung nilai estetis. Di saat musim hujan, maka kerumunan tanaman ini akan berakibat pada kelembaban yang tinggi di bawah tajuk-tajuk tanaman. Dari kondisi lembab ini, tentu dapat memacu inokulum jamur dan bakteri supaya berkembang dengan cepat. Penting kita ketahui, bahwa ini bisa menimbulkan masalah serius bagi tanaman kesayangan kita.

Untuk menghindari masalah-masalah pada tanaman, maka penting mencoba menata ulang tata letak tanaman. Salah satu langkahnya dengan landscaping yang bagus, selain indah dipandang juga lebih aman untuk tanaman-tanaman kita.

Sebaiknya atur jarak tanaman dengan optimal. Jarak tanam yang bagus akan membuat sirkulasi udara lebih bagus juga. Artinya kelembaban pun akan bisa teratasi karena hembusan angin bisa masuk di sela-sela tanaman dengan baik. Langkah ini bisa dipraktikkan untuk berbagai tumbuhan yang kita tanam.

Sanitasi Lingkungan Tanaman

Sanitasi lingkungan merupakan upaya untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan agar terwujud lingkungan yang sehat di sekitar tanaman. Kebersihan lingkungan pertanaman sangat berpengaruh terhadap kesehatan tanaman kita.

Apabila kebersihan lingkungan kurang terjaga, maka pasti di sekitar tanaman akan banyak guguran daun-daun, patahan ranting-ranting, sisa-sisa dan remah-remah biji atau buah. Belum lagi apabila ada gulma yang ikut serta tumbuh di sekitar tanaman kita, seperti rumput dan perdu-perdu kecil. Dari sampah dan sisa-sisa guguran tanaman yang menumpuk di tanah tersebut, maka akan menjadi sarang yang paling sesuai untuk tumbuhnya jamur dan bakteri penyebab penyakit. Belum lagi kemudian datang semut-semut dan juga serangga hama lain yang bersarang di tempat tersebut.

Salah satu hal yang penting diingat bahwa semut dan serangga bisa menjadi vektor atau pembawa patogen penyebab penyakit tanaman. Pada saat hujan turun, tanaman menjadi basah dan kelembaban meningkat. Kelembaban ini yang kemudian akan memicu berkecambahnya spora-spora jamur patogen penyebab penyakit. Memicu berkembangnya bakteri penyebab penyakit.

Oleh karena itu, secara berkala perlu membersihkan area pertanaman kita, bisa dengan mengambil sampah-sampah guguran daun dan ranting tanaman. Bersihkan gulma yang tumbuh di areal pertanaman. Bakar sampah-sampah tersebut atau dapat juga dipendam atau dibenamkan ke dalam tanah, kemudian ditimbun. Hal ini dimaksudkan agar apabila di dalam sampah-sampah tersebut ada spora jamur, ada potongan miselium jamur, ada bakteri dan mungkin patogen lain, dengan pembakaran atau penimbunan akan menjadi mati. Dengan sanitasi lingkungan, maka kita bisa memutus siklus hidup patogen penyebab penyakit, karena tidak memberi kesempatan untuk bersarang dan berkembang biak.

Pengaturan Drainase Air

Pada saat hujan turun atau disaat kita melakukan penyiraman tanaman kita, apakah ditemukan tempat-tempat yang menggenang airnya. Buatlah parit-parit untuk membantu genangan air dapat mengalir dengan segera. Saluran atau drainase air yang lancar akan ikut ambil bagian pula dalam mengatur kelembaban lingkungan tanaman.

Pembuatan Drainase air pada tanaman memiliki fungsi khusus bagi tumbuh kembang tanaman. Genangan air ayang berlebh dpat merusak tanaman dan bisa juga terjadi pembusukan. Penting kita ketahui terutama bagi pecinta tanaman hias, lakukan pengaturan drainase supaya alir dapat mengalir.

Cara merawat tanaman dan menjaganya di musim hujan ternyata sangat sederhana. Pertama-tama dengan meluangkan waktu pribadi untuk selalu memperhatikan tanaman, bisa dengan menjenguknya setiap hari. Ada pula dengan memberikan kata-kata positif setiap hari, misal “Atas karunia Tuhan, tumbuhlah dengan baik.” Langkah tersebut memiliki tujuan untuk menumbuhkan kedekatan atau empati terhadap tanaman.