Pandemi Covid-19 dan Solusi Langkah-Langkah Penyembuhan

Langkah-Langkah Antisipasi Covid-19, Bulan Imunisasi Anak Sekolah. KEMENAG.

Sejak tahun 2020 lalu, dunia diguncang bencana pandemi Covid-19. Semua orang merasa tidak aman dan terbatas dalam beraktivitas. Bahkan, mereka menganggap pandemi kali ini merupakan medan perang yang aneh. Seluruh dunia atau setiap orang menganggap pandemi Covid-19 merupakan musuh yang harus dicari solusinya.

Anehnya, meski musuh (Covid-19) sudah diketahui keberadaannya, setiap bangsa masih saja berselisih atau berlomba menjadi lebih unggul (mementingkan ego). Suatu perang yang bukan hal lumrah, karena saat ini kita seperti berperang melawan bayang-bayang atau sesuatu yang tak terlihat mata.

Covid-19, selain merupakan musuh yang tidak bisa diendus, namun ia nyata keberadaannya. Kedatangan pandemi dianggap mimpi buruk bagi manusia, siapa saja yang diserang kebanyakan mereka akan tumbang kemudian meninggal.

Akibat kedatangan pandemi Covid-19 banyak manusia meninggal dunia. Namun, tidak sedikit yang menang melawan Covid-19. Kebanyakan mereka tertolong oleh kekuatan di dalam dirinya. Imun tubuh positif dan gizi yang baik serta positive thinking mempengaruhi kesembuhan diri dari penyakit termasuk Covid-19. Maka tak heran, banyak orang tak sadar bahwa musuh (Covid-19) sudah datang menyerang, dan mereka tetap bersikap acuh.

Langkah-Langkah Melawan Covid-19

Kebanyakan manusia mencari cara melawan musuh (Covid-19) semampu mereka. Saat ini telah ditemukan cara-cara sebagai perlawanan Covid-19, diantaranya ditawan, dilemahkan, dilumpuhkan, lalu diinjeksikan ke dalam tubuh. Demikian merupakan cara yang sampai saat ini diketahui oleh para ahli medis dan kebanyakan orang dapat melumpuhkan Covid-19 yang berada di dalam tubuh.

Dengan disuntikkan ke dalam tubuh, manusia dibekali sel pengingat atau sel memori yang memberi mereka “kode keras” jika datang lagi musuh yang serupa. Langkah tersebut kita kenal dengan vaksinasi. Saat ini tengah diwajibkan bagi seluruh masyarakat untuk menangkal virus Covid-19, atau penyakit yang semacamnya di dalam tubuh.

Langkah-langkah tersebut sedang diupayakan oleh bangsa-bangsa di dunia, demi menyelamatkan nyawa diri dan seluruh masyarakat di dunia. Langkah ini dipercaya sebagai satu-satunya solusi untuk menyelamatkan nyawa dari keganasan virus Covid dan segala efek sampingnya. Demi menuju masa damai yang terbebas dari pandemi.

Alam bawah sadar manusia selama ini sering mengasosiasikan perang dengan desingan peluru dan bunyi mesiu, senapan serbu atau tank-tank pemburu. Namun perang kali ini termasuk perang senyap. Senjata manusia hanyalah suntikan jarum, masker penutup mulut dan hidung, serta cairan pencuci tangan yang bisa menghalau musuh. Tiap manusia dan tiap bangsa di dunia berusaha menyelamatkan diri dengan segala upaya. Perang melawan virus Covid-19 sudah terlalu lama, dan meluluh lantakkan setiap kenormalan berpikir dan bekerja.

Ada beragam expresi masyarakat terhadap suasana pandemi dan membandingkannya dengan masa sebelum pandemi. Misal orang bekerja jika tidak masuk diancam dengan sanksi, sedang di masa pandemi saat ini justru sebaliknya, bisa dikena sanksi jika hadir dalam keadaan terpapar virus Covid. Realita perang di masa dahulu biasanya memanggul senjata, berbeda dengan saat ini cukup “klesetan” di rumah saja. Hal lainnya, seperti mendengar kata “positif,” kita cenderung bahagia dengan mengaitkan pada hal-hal positif. Berbeda jika mendengar kata postif terpapar Covid, banyak di antara kita mulai cemas dengan keadaan diri.

Expresi masyarakat melawan musuh di zaman dahulu berbeda dengan zaman pandemi seperti sekarang ini. Expresi di masa dahulu “Merdeka atau Mati”, sedang di masa pandemi saat ini, “Maskeran atau Mati”. Perang kita dengan pandemi Covid-19 sepertinya sedang memasuki detik-detik di penghujung jalan. Tanda-tanda kemenangan melawan pandemi sudah terlihat. Penangkal virus bisa dengan vaksinasi, meski langkah ini belum tentu seratus persen ampuh, namun banyak manfaatnya bagi tubuh. Itulah alasan mengapa vaksin diwajibkan bagi seluruh masyarakat saat ini.

Tanda-tanda kemenangan manusia melawan pandemi juga dapat dirasakan ketika manusia bisa menang melawan musuh atau sembuh dari Covid-19 jauh lebih banyak ketimbang yang meninggal. Mereka yang sedang terpapar atau merasa dipapar, sudah membuat tanggul pertahanan kokoh dengan banyak cara misal dengan berbagai obat yang dirasa masuk akal.

Ciri-Ciri Virus Covid-19

Untuk mengetahui waktu kedatangan Covid dalam tubuh kita, dapat diketahui dengan beberapa gejala, di antara gejalanya yaitu nafas tersengal, batuk-batuk, suhu tubuh meninggi dan yang lebih parah misal hilangnya indera pengecap dan penciuman.

Namun, akhir-akhir ini Covid-19 mulai semakin meresahkan. Munculnya varian baru, dan tingkat gejala yang makin susah diprediksi. Kebanyakan orang susah mengenali gejala-gejala tersebut. Seakan keadaan pandemi makin mengkhawatirkan. Sebagai salah satu solusi adalah berusaha melawan pandemi dengan semampunya, seperti menjaga imun tubuh dan kesehatan diri serta lingkungan sembari menunggu pandemi mereda.

Solusi Adaptasi dengan Pandemi

Setelah pandemi mulai mereda, di masa depan akan banyak ujian, cobaan dan pandemi-pandemi lain yang tengah menunggu. Apapun keadan dan kenyataannya, hidup harus tetap dijalani. Lalu hidup seperti apa yang harus kita jalani di masa pandemi mereda telah tiba? Akankah tetap sama atau sudah berbeda sama sekali? Bagaimana kita harus beradaptasi? Dan bagaimana kita mampu menyesuaikan diri?

Ketika virus Covid-19 sudah mereda dan teratasi dengan baik, biasanya akan muncul lagi masalah lain. Selanjutnya manusia akan berperang dengan sesama manusia atau dengan egonya sendiri. Sebab pertikaian muncul dari ego yang susah dikontrol.

Suasana mencekam di masa pandemi banyak memunculkan kerugian dan kehilangan. Banyak yang kehilangan anggota keluarga di masa pandemi Covid-19. Setiap bangsa, ingin menjadi pemenang. Beruntung manusia yang memiliki kodrat saling mencari dan menjadi teman bagi yang lain.

Solusi dari perkara pelik pandemi dengan membangun kesadaran yang lebih luas lagi, caranya bersaudara tanpa ada pertikaian atau saling dirugikan. Tujuan dalam level yang lebih luas ini, termasuk komunitas, kelompok, wilayah, bangsa, dan setiap orang di dalamnya, tetap menunaikan kodratnya dengan saling mencari, menjadi teman atau saudara terhadap sesama. Sudah siapkah Anda?