Panggungharjo, Maju untuk Menjadi yang Baru

Kegiatan Memilah dan Menabung Sampah di Panggungharjo. KUPAS PANGGUNGHARJO

Kalurahan Panggungharjo merupakan salah satu dari banyaknya desa di Indonesia, lebih tepatnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan paling tepatnya desa itu berada di Bantul. Kalurahan Panggungharjo adalah desa yang sudah meraih cukup banyak prestasi, salah satunya berhasil meraih gelar desa terbaik di Indonesia dengan mengalahkan ribuan desa yang ada di Indonesia.

Prestasi lain yang pernah diraih oleh Kalurahan Panggungharjo adalah ditetapkannya sebagai desa dengan sistem ekonomi solidaritas, dan ini diakui bukan hanya di Indonesia, tetapi juga oleh ASEAN. Bahkan ASEAN mengharapkan ekonomi solidaritas yang diterapkan oleh Panggungharjo bisa dilakukan oleh desa lain. Prestasi ini tentunya menjadi prestasi yang membanggakan, baik bagi Kalurahan Panggungharjo maupun bagi Indonesia.

Selain menjadi desa terbaik yang diakui secara nasional, desa ini juga ditetapkan sebagai Desa Budaya oleh Gubernur DIY melalui surat keputusan DIY Nomor 262/KEP/2016 tentang Penetapan Desa atau Kelurahan Budaya.

Hal yang menjadikan Kalurahan Panggungharjo sebagai Desa Budaya adalah tradisi yang ada di desa tersebut, terutama tradisi kebudayaan Jawa. Sudah banyak event bertemakan budaya lokal yang dilaksanakan turut menjadi alasan ditetapkannya Kalurahan Panggugharjo sebagai desa budaya. Menurut saya, desa ini memang luar biasa.

Predikat desa terbaik tentu didapatkan melalui proses yang panjang dan sarat akan perjuangan. Berangkat dari pola pikir Lurah Panggungharjo yang kritis, ia mengajak masyarakatnya untuk ikut berpikir kritis sehingga bisa menjadikan masalah sebagai gagasan yang kemudian melahirkan sesuatu yang kreatif. Segala masalah yang ada diekstraksikan menjadi sebuah harapan yang besar agar bisa mengubah Kalurahan Panggungharjo lebih maju.

Gebrakan baru yang belum ada di desa lain, kecuali Kalurahan Panggunharjo, yakni diciptakannya Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Lembaga usaha ini membawahi beberapa unit aktif di dalamnya, seperti Kampoeng Mataraman, Kelompok Usaha Pengelola Sampah (KUPAS), dan Pasardesa.id.

Ketiga unit usaha tersebut masih aktif, semuanya dimanfaatkan untuk mendatangkan keuntungan baik untuk masyarakat di Kalurahan Panggungharjo maupun di luar daerah tersebut. Gebrakan ini membuat desa lebih maju dan berbeda dari yang lain. Kemudian, ada lembaga lain yang berdiri di Kalurahan Panggungharjo, yakni Pengelolaan Sistem Informasi Desa (PSID), Koperasi Wanita Dewi Kunti, dan Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID).

Menjadi desa terbaik yang diakui secara nasional tentunya menjadi kebanggaan tersendiri, baik bagi pemimpin maupun masyarakatnya. Gelar desa terbaik ini didapatkan ketika kepemimpinan Wahyudi Anggoro Hadi. Dengan kepemimpinan yang berbeda, ia mampu membawa desa menuju kejayaan dan berani menerapkan inovasi yang tidak banyak diterapkan oleh desa-desa lain, seperti penerapan reformasi birokrasi.

Ia berani melakukan gebrakan dalam menjalankan pemerintahan di desa. Penerapan reformasi birokrasi bisa dimulai dari unit terkecil, seperti keluarga. Alasannya adalah jika keluarga sudah bisa diatasi, selanjutnya masalah yang lebih luas pun bisa diatasi.

Salah satu program yang sudah dijalankan di Kalurahan Panggungharjo sejak tahun 2003 yaitu program perlindungan sosial. Hal tersebut dikuatkan lagi dengan didirikannya Badan Pelaksana Jaring Pengaman Sosial (Bapel JPS) pada tahun 2013. Bentuk pelayanannya meliputi JPS Kesehatan, JPS Pendidikan, dan JPS Kesehatan ibu dan anak.

Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Lurah Panggungharjo Nomor 07 Tahun 2013 tentang Pembentukan Badan Pelaksana Jaring Pengaman Sosial (Bapel JPS) dan UU No 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Kalurahan Panggungharjo memiliki jaminan atau perlindungan untuk ibu dan anak, terutama bagi masyarakat yang memang kurang mampu dan masih lemah.

Setiap ibu hamil yang berdomisili dan memiliki KTP Panggungharjo akan mendapatkan tujuh kali pemeriksaan kehamilan, satu kali persalinan normal, dua kali pemeriksaan masa nifas, dan lima kali pemeriksaan bayi secara gratis, tentunya dengan syarat mendapatkan surat pengantar dari Lurah Panggungharjo. Hal ini tentu saja sangat membantu setiap keluarga, baik dalam keuangannya maupun keselamatan dan kesehatannya.

Tidak hanya jaminan untuk ibu dan anak. Ada jaminan lain yang bisa diperoleh, yakni jaminan mengenai pendidikan masyarakat dari JPS Pendidikan. Kalurahan Panggungharjo membuat program pendidikan melalui beasiswa untuk masyarakatnya. Seperti yang ada di salah satu unit usaha BUMDES Panggung Lestari, yaitu KUPAS.

Unit usaha ini memberikan beasiswa bagi anak usia dini dengan pembiayaan pendidikan berbasis sampah. Beasiswa pendidikan masyarakat tidak hanya untuk anak usia dini saja, namun anak dari keluarga tidak mampu juga berkesempatan mendapat beasiswa yang difasilitasi pemerintah desa. Hal ini tentu belum banyak dilakukan oleh desa-desa lain, bahkan di desa saya belum ada, anak-anak hanya akan mendapatkan beasiswa dari sekolah saja, tidak ada beasiswa dari desa.

Meskipun Kalurahan Panggungharjo memiliki kekurangan yaitu tidak memiliki bentang alam yang luas, hal ini tidak kemudian membuatnya menjadi desa yang terbelakang. Dengan kekurangan tersebut, nyatanya malah menjadikan Panggungharjo menjadi desa yang lebih maju.

Keterbatasan bentang alam yang dimilikinya, membuat Panggungharjo mengerahkan kreativitasnya dalam memanfaatkan bentang duduk, yakni teknologi. Terlebih lagi setelah adanya pandemi, kebutuhan teknologi semakin mendominasi. Pandemi mengubah banyak hal yang dulunya dapat dikerjakan secara offline, kini beralih ke online.

Tentunya hal ini sangat selaras dengan Kalurahan Panggungharjo yang lebih memanfaatkan teknologi. Contoh buah pikir yang terbentuk setelah pandemi dengan mendayagunakan teknologi adalah dirintisnya Pasardesa.id.

Cara pandang yang berbeda dalam memaknai UU Desa menjadi salah satu faktor Kalurahan Panggungharjo mampu berkembang dengan pesat. UU Desa diterjemahkan sebagai kewenangan dalam mengatur desa, aset desa, dan dana desa. Kewenangan tersebut dapat dipakai secara menyeluruh untuk mengatur hampir semua sektor yang ada di desa, namun tetap menaati peraturan yang ada.

Jika hanya memiliki masyarakat dan pemimpin tidak akan berkembang, namun kemampuan pemimpin menjadi faktor utama yang menentukan progres atau tidaknya sebuah desa. Berkat kecakapan lurah yang kompeten, Kalurahan Panggungharjo memiliki keberanian memajukan, memberdayakan, dan menerapkan inovasi-inovasi untuk desanya sehingga menjadikan maju dengan hal-hal yang baru.

Selain lurah yang berkompeten, warga pun ikut andil dalam menjadikannya sebagai desa yang maju. Saya pikir masyarakat Panggungharjo memang sudah bisa diajak kerja sama, bisa diajak gotong royong membangun desa, dan bisa diajak untuk sama-sama memikirkan masalah publik.

Berkat Musyawarah Desa (MUSDES) masalah yang tadinya dianggap tidak penting karena kebanyakan masyarakat tidak menyadari bahwa masalah itu termasuk masalah pokok, menjadi terlihat dan dipikirkan bersama untuk dicarikan solusinya. Pada akhirnya, masalah publik di Kalurahan Panggungharjo sedikit demi sedikit berhasil teratasi dan ini menjadikan masyarakat lebih sejahtera.

Gelar desa terbaik dapat diraih oleh Kalurahan Panggungharjo karena upayanya memberdayakan masyarak at pengangguran yang tidak memiliki skill menjadi masyarakat yang bisa menghasilkan pendapatan dan memiliki kemampuan. Misalnya saja, orang jalanan dipekerjakan di salah satu unit usaha, yakni KUPAS.

Selain itu, pemerintah desa juga menyediakan ruang agar ibu-ibu dapat berinteraksi dengan menjadi bagian dari organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Ketika menjadi anggota PKK, ibu-ibu sudah mengantongi modal untuk masuk sebagai keluarga Koperasi Wanita Dewi Kunti.

Terdapat program guna mendukung ibu rumah tangga agar mampu berdikari, yakni program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Diharapkan ibu-ibu dapat melakukan usaha untuk memperoleh pendapatan. Jadi, bukan melulu menjadi ibu rumah tangga yang tidak produktif sehingga kesejahteraan bagi kaum perempuan pun bisa terwujud, terlebih bagi kaum perempuan yang memegang peran sebagai tulang punggung di keluarganya.

Predikat desa terbaik yang tersemat tidak lepas dari ekosistem perekonomian yang seimbang. Dengan pemikiran yang mengarah pada inovatif, Panggungharjo menjadikan manusia sebagai penggerak perekonomian. Manusia diyakini sebagai penentu utama dalam membangun perekonomian. Ini bisa dilihat dari kerja sama yang melibatkan masyarakat dalam mengelola sumber daya desa dan itu kembali lagi ke masyarakat karena sumber daya digunakan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Panggungharjo bisa memanfaatkan dana desa dengan baik, melalui kewenangan yang ditetapkan dalam UU Desa. Apabila seluruh desa yang ada di Indonesia mencontoh cara memutarkan roda perekonomian di Panggungharjo, kemungkinan angka kemiskinan di Indonesia bisa cepat teratasi dan angka pengangguran pun bisa menurun.

 

Add Comment