ROK, Usaha Tingkatkan Produktivitas Karang Taruna

Kegiatan ROK (rekreasi olahraga dan kesenian) Karang taruna Taman Bina Karya, Tamanmartani. TAMANBINAKARYA

Pembinaan generasi muda merupakan bagian dari pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, sebagai kader penerus bangsa dan kader pembangunan nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Jika di sekolah formal organisasi yang berada di dalamnya seperti OSIS maupun kepramukaan, akan tetapi di sekolah non-formal, organisasi yang berada di lingkungan salah satunya yaitu organisasi Karang Taruna.

Organisasi Karang Taruna ini merupakan suatu wadah di mana di dalamnya para pemuda dapat mengembangkan potensi positif yang dimiliki dan menyalurkan kreativitas setiap anggota. Dalam masyarakat, peranan dan penanaman nilai yang terkait dengan perkembangan sumber daya manusia sangat besar pengaruhnya pada kemajuan dari masyarakat itu sendiri.

Dalam membentuk suatu masyarakat yang aktif dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat melalui kegiatan organisasi masyarakat seperti organisasi Karang Taruna, karenanya organisasi Karang Taruna merupakan wadah bagi suatu masyarakat untuk membentuk pemuda dan pemudi yang tanggap akan berbagai perubahan dan perkembangan yang terjadi. Begitu pentingnya peranan Karang Taruna dalam meningkatkan sebuah organisasi, tidak lain agar fungsi dari Karang Taruna dapat dimanfaatkan dengan baik di masyarakat.

Jika pada tulisan saya sebelum-sebelumnya membahas mengenai program kerja Karang Taruna yang memberikan manfaat kepada masyarakat serta lingkungan, lain hal pada tulisan saya kali ini. Begitu ‘banyak’ sumbangsih yang Karang Taruna berikan kepada masyarakat melalui beberapa program unggulannya, tidak terlepas dari bagaimana mengelola sumber daya manusia dalam hal ini anggota Karang Taruna untuk partisipatif dalam program kerja Karang Taruna.

Anggota Karang Taruna memiliki latar belakang kesibukan yang beragam, secara umum terdapat anggota Karang Taruna yang masih berstatus pelajar mulai dari tingkat menengah, mahasiswa, hingga sebagian besar sudah bekerja. Aktivitas yang mereka lakukan sehari-hari tentu cukup padat. Kendati demikian, para anggota Karang Taruna sadar akan status dan perannya menjadi bagian dari organisasi ini.

Melihat aktivitas yang mereka lakukan ditambah dengan keikutsertaan mereka menyukseskan setiap program kerja Karang Taruna, haruslah didukung dengan kegiatan-kegiatan yang dapat menyegarkan pikiran. Kegiatan ‘merefresh’ pikiran dari padatnya aktivitas dan program kerja ini harus dipikirkan oleh setiap pengurus dalam mengayomi anggotanya. Pada intinya Karang Taruna memberikan apresiasi kepada para anggotanya yang sudah mau terlibat dalam memberikan pelayanannya kepada masyarakat.

Dengan adanya berbagai latar belakang kesibukan SDM tersebut, ketua Karang Taruna tentu membutuhkan strategi dalam mengelola SDM agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efektif. Karang Taruna menyadari betul bahwa badan yang sehat akan mendorong terciptanya jiwa yang sehat, karenanya kegiatan di bidang olahraga dan kesenian umumnya mendapatkan perhatian yang cukup besar baik dari pengurus maupun anggota.

Melalui kegiatan olahraga dan kesenian para anggota baik yang aktif maupun pasif memiliki kesempatan untuk berinteraksi. Kegiatan kepanitiaan olahraga, perlombaan, pentas seni, dan lain sebagainya membuka kesempatan berpartisipasi secara luas, keakraban, kepemimpinan, dan kerja sama umumnya terbangun dalam proses seperti ini.

Tidak sedikit Karang Taruna yang menekuni bidang olahraga dan seni secara serius tidak sekadar sebagai media rekreatif, namun sebagai ajang pengembangan minat dan bakat, bahkan banyak pula yang mencapai prestasi, baik secara perorangan maupun kelompok. Bentuk-bentuk kegiatan yang disebut selanjutnya Rekreasi Olahraga dan Kesenian (ROK) sering dilakukan dengan bermacam kegiatan.

Hal ini dilaksanakan sesuai program kerja Karang Taruna yang terdiri atas pembinaan dan pengembangan generasi muda, penguatan organisasi, peningkatan usaha kesejahteraan sosial, usaha ekonomi produktif, rekreasi olahraga dan kesenian, kemitraan, dan lain-lain sesuai kebutuhan.

Selanjutnya program ROK ini memerlukan peralatan dan tempat yang mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan rekreasi, olahraga, kesenian, dan edukasi yang diselenggarakan Karang Taruna. Namun pada intinya, apapun aktivitas yang dilakukan dalam olahraga rekreasi, tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan dan meningkatkan kebugaran jasmani dan memupuk solidaritas di antara anggota.

Peranan ROK terdiri dari dua fungsi utama yaitu fungsi kompensasi dan fungsi korektif. Fungsi kompensasi untuk memberikan keseimbangan hidup. Sedangkan fungsi korektif adalah memberi waktu beristirahat dan relaksasi dalam kehidupan. ROK sebagai kompensasi yaitu rekreasi yang mengurangi keadaan tidak mengenakkan melalui selingan dan memanfaatkan sedikit waktu luang.

Sementara fungsi rekreasi yakni memberikan keseimbangan hidup dalam kaitanya dengan bekerja, memberikan penyegaran refreshing, kompensasi meninggalkan tanggung jawab sesaat, meninggalkan tugas rutin, dan melepaskan aktivitas monoton. ROK juga dimanfaatkan sebagai suatu mediasi untuk mengoreksi ketidakmampuan menyesuaikan diri secara personal atau sosial.

Tak jarang meskipun sudah tergabung dalam organisasi yang sama interaksi antaranggota satu dengan yang lain tersekat karena berbagai alasan. Sedangkan dalam kaitannya berorganisasi komunikasi sesama anggota genting diperlukan dalam melakukan kerja tim. Untuk itu, dipilihnya kegiatan ROK dalam organisasi salah satunya untuk mengakrabkan hubungan antar anggota dengan cara diisi kegiatan rekreasi, olahraga, maupun kesenian. Selain hubungan yang baik, kesehatan jasmani juga terjaga apabila ROK diagendakan dalam program kerja tahunan Karang Taruna.

Di samping aktivitas jasmani, dalam olahraga rekreasi juga dapat dilakukan dengan olahraga tradisional. Dengan melakukan olahraga tradisional berarti pemuda sekaligus ikut melestarikan budaya lokal dan nasional. Olahraga rekreasi ini dapat dikembangkan serta diselenggarakan dalam bentuk festival dari tingkat daerah sampai nasional seperti Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS).

Jadi, olahraga rekreasi selain bertujuan untuk kebugaran jasmani, juga berupaya untuk melestarikan budaya daerah dan nasional, serta menjalin dan meningkatkan hubungan sosial dan kegembiraan. Oleh karena itu, indikator utama keberhasilan penyelenggaraan olahraga rekreasi ‘sport for all’ terletak pada keikutsertaan dan unsur kegembiraan bagi para anggota.

Gerakan olahraga rekreasi ini sempat dikampanyekan dengan slogan ‘memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat’. Misalnya, kebijakan ‘car free day’, komunitas gowes, bahkan kementerian pemuda dan olahraga telah mencanangkan ‘Hari bersepeda Nasional’. Berbagai klub aktivitas fisik bermunculan, baik yang resmi terorganisir maupun yang hanya wadah berkumpul melakukan aktivitas yang sama dan akhirnya terbentuk berbagai komunitas

ROK bersama Unit Respon Cepat Rescue Tamanmartani

Peran karang taruna sangatlah penting, dalam kehidupan bermasyarakat, karena itu dibutuhkan kegiatan-kegiatan positif yang dapat meningkatkan kualitas karang taruna, agar dapat memaksimalkan waktu luang sebaik mungkin. Rekreasi, olahraga, dan berseni adalah hal yang paling sederhana yang dapat dilakukan Karang Taruna. Anggota Karang Taruna yang sehat jasmani rohani dan gembira, akan menambah produktivitas Karang Taruna. Sehingga harapan Karang Karuna sebagai wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda perlahan-lahan akan terwujud.

Rekreasi merupakan hal yang penting dan menjadi kebutuhan setiap individu. Setiap orang ingin mendapatkan kesenangan, kepuasan, ingin menghilangkan ketegangan-ketegangan baik ketegangan fisik maupun ketegangan mental atau sebagai selingan pekerjaan sehari-hari untuk memperoleh keseimbangan dan kebugaran fisik mental. Kesemuanya itu dapat diperoleh melalui kegiatan rekreasi yang sesuai dengan pilihannya masing-masing begitu pula olahraga dan kesenian.

Tiga komponen rekreasi, olahraga, dan kesenian apabila digabung dalam satu kegiatan tentu akan menambah produktivitas karang Taruna dalam bekerja di masyarakat. Untuk itu, Karang Taruna Taman Bina Tamanmartani, membuat kegiatan ROK tahunan untuk menyegarkan kembali pikiran para anggota di sela-sela program kerja yang padat.

Karang Taruna Taman Bina Karya Tamanmartani bekerja sama dengan Unit Respon Cepat (URC) Rescue Tamanmartani untuk mewadahi kegiatan ROK. Bertempat di Bumi Perkemahan Sinolewah, Kaliurang kegiatan ROK sukses dilaksanakan. Berbagai kegiatan olahraga dilakukan untuk menemukan keakraban, kerjasama, dan solidaritas antar anggota. Terbukti pada kegiatan ROK ini mampu menyerap kemampuan tiap individu menyelesaikan tantangan yang diberikan.

Tidak berhenti di situ, setelah kegiatan ROK produktivitas anggota Karang Taruna ternyata meningkat signifikan. Mengapa saya berbicara demikian, beberapa program unggulan untuk menyejahterakan dan partisipatif kepada masyarakat gencar dilakukan. Hal itu dibuktikan ada tahun 2017 berhasil memperoleh nilai tertinggi dalam lomba Karang Taruna Prestasi yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sleman.

Karang Taruna Taman Bina Karya berhasil menyisihkan 16 Karang Taruna lainnya yang mewakili Kapanewon dari masing-masing kecamatan. Lomba Karang Taruna Prestasi merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi sampai tingkat Nasional.

Torehan ini pun sangat membanggakan, keberhasilan tersebut merupakan kerja keras dan kekompakan dari seluruh pengurus Karang Taruna. Atas prestasinya tersebut Karang Taruna Taman Bina Karya berhak mewakili Kabupaten Sleman untuk maju ke tingkat provinsi DIY. Diadakannya ROK menunjukkan hasil bahwa olahraga dapat membantu menjaga produktivitas anggota tetap meningkat dan tubuh pun tetap bugar sepanjang hari.

Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, nampaknya slogan ini yang membantu pencapaian Karang Taruna Taman Bina Karya Tamanmartani dalam memperoleh prestasi Karang Taruna terbaik. Kesehatan merupakan aset yang penting dalam kehidupan manusia. Karena dengan anggota yang kesehatannya terjaga berdampak luas terhadap peningkatan semangat dan produktivitas kerja, jiwa sportivitas, serta kreativitas. Maka untuk menjaga kesehatan anggota, setiap Karang Taruna haruslah memberikan waktunya untuk mengadakan ROK, sarana dan prasarana olahraga sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan anggota.

Dengan gambaran seperti ini, tampak bahwa rekreasi pada dasarnya mempunyai kekuatan untuk membantu mengatasi atau merestorasi keadaan organisasi yang kurang ‘sehat’ karena beban yang dimiliki tidak sebanding dengan waktu yang diluangkan untuk menyegarkan pikiran. Semakin jelas bahwa rekreasi ternyata juga mengandung nilai-nilai pendidikan yang kekuatannya tidak dapat diabaikan oleh siapapun , bahkan organisasi itu sendiri.

 

Bahan Bacaan

Dwi Afriyanto Purnomo. 2014. Peranan Pengurus Karang Taruna Berstatus Mahasiswa dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi. Arsip Skripsi, UNY.

Yoga Prawira. 2019. Peranan Karang Taruna dalam Pembinaan Kelompok Pemuda di desa Pematang Seleng Kecamatan Bilah hulu Kabupaten Labuhan Batu. Arsip Skripsi, UMSU.

Add Comment