Semakin Cemerlang Bersama Yayasan Sanggar Inovasi Desa

Yayasan Sanggar Inovasi Desa Saat Menggelar Rencana Strategis. MEDIA PANGGUNGHARJO

Kalurahan Panggungharjo merupakan salah satu desa terbaik di wilayah Kabupaten Bantul. Terdiri dari empat belas dusun, desa ini dikenal luas dengan berbagai predikatnya. Salah satu predikat yang membanggakan adalah predikat Desa ‘Unicorn’, yaitu desa dengan BUMDES terbaik di Indonesia.

Berkat predikat tersebut, Kalurahan Panggungharjo menjadi desa pertama dan satu-satunya di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mampu mendapatkan apresiasi di tingkat ASEAN. Pada tahun 2020, Kalurahan Pangungharjo menerima penghargaan 4th ASEAN Leadership Award on Rural Development and Poverty Eradication di Myanmar. Penghargaan ini wujud apresiasi masyarakat ASEAN atas kepemimpinan yang dipandang memegang peranan penting dalam pembangunan desa dan pengurangan kemiskinan.

Untuk menunjukkan kekuatan yang tidak kalah saing dengan perkotaan, berbagai komunitas masyarakat dikembangkan oleh pemerintah desa. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat juga berperan aktif dalam upaya pembangunan desa.

Kalurahan Panggungharjo sudah resmi menyandang predikat desa budaya melalui Surat Keputusan Gubernur DIY Nomor 262/KEP/2016 tentang Penetapan Desa Budaya. Berbagai acara kebudayaan seperti Festival Dolanan Anak pernah diadakan sehingga meningkatkan iklim kreatif masyarakat.

Tidak hanya itu, Kalurahan Panggungharjo sempat meraih Desa Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2014 dan Penghargaan Adikarya Bhakti Praja. Sederet prestasi yang diraih oleh Desa Panggungharjo menjadi bukti nyata bahwa desa dapat berkembang dengan tetap mempertahankan ciri khasnya. Oleh karena itu, pembangunan desa tidak hanya sekadar memperhatikan aspek fisik, tetapi juga terkait sosial dan budaya masyarakat disana.

Menurut beberapa ahli, definisi pembangunan desa adalah wujud upaya serius pemerintah meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan untuk kesejahteraan masyarakat desa. Pemerintah desa telah membentuk inovasi-inovasi yang berkontribusi menciptakan desa yang maju dan mandiri, salah satunya dengan dibentuknya Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID) yang menunjukkan ikhtiar dalam mewujudkan kemandirian dan kemajuan desa.

Konsep dari YSID adalah melakukan improvisasi dengan mengumpulkan informasi dari berbagai desa untuk dijadikan contoh dalam pembangunan desa. Informasi diperoleh dari adanya perkumpulan sanggar. Kegiatan tersebut berguna dalam menyalurkan informasi maupun aspirasi dari masyarakat dengan tujuan utamanya pembangunan desa agar menjadi desa yang lebih maju.

Menurut Lurah Panggungharjo, pembangunan kawasan pedesaan merupakan perpaduan pembangunan antar desa dalam satu kabupaten yang meliputi penggunaan dan pemanfaatan wilayah desa dalam rangka penetapan kawasan pembangunan sesuai dengan tata ruang kabupaten atau kota.

Selain itu, pelayanan perlu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi pedesaan, serta pengembagan teknologi tepat guna dan pemberdayaan masyarakat desa untuk meningkatkan akses terhadap pelayanan dan kegiatan ekonomi. Saat ini pemerintah Kalurahan Panggungharjo tengah berupaya dalam melaksanakan keempat strategi tersebut.

Orientasi pembangunan kawasan pedesaan artinya mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan pembangunan serta pemberdayaan masyarakat Kalurahan Panggungharjo di kawasan pedesaan melalui pendekatan pembangunan partisipatif. Dengan kata lain, masyarakat ikut andil dalam program pembangunan desa.

Merealisasikan kemandirian desa melalui sinergi dan kolaborasi antar desa dalam rangka mempercepat kesejahteraan masyarakat desa menjadi kebutuhan yang mendesak dan mutlak. Hal ini menjadi latar belakang terbentuknya program YSID yang diaplikasikan di Kalurahan Panggungharjo.

Pembangunan pelaksanaan kawasan pedesaan dilakukan oleh pemerintah, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten atau kota melalui satuan kerja perangkat daerah, pemerintah desa dan/atau BUMD dengan mengikutsertakan masyarakat desa dalam pelaksanaan teknis di lapangan. Itu menegaskan pembangunan kawasan pedesaan wajib mengoptimalkan sumber daya alam setempat dan sumber daya manusia setempat.

Adanya mandat UU mengenai Desa Kawasan menjadi jangkar ekonomi desa yang bisa tumbuh secara kokoh. Wahyudi Anggoro Hadi selaku Lurah Panggungharjo mengatakan bahwa keberhasilan Panggungharjo mengajak warga berpartisipasi membangun ekonomi desa karena tumbuhnya kepercayaan warga kepada pemerintah desa.

Sejak 2013 pemerintah desa hadir tidak hanya sekadar untuk urusan administrasi, tetapi bagaimana kehadirannya memberikan pelayanan barang dan jasa bagi warga. Melalui hal tersebut, kami berusaha melibatkan seluruh potensi desa yang ada, termasuk sumber daya manusia. Pembangunan sumber daya manusia dari sisi keterampilan dan kemampuan harus sesuai dengan pertumbuhan dan kemandirian ekonomi. Maka dari itu, kegiatan dan pengembangan ekonomi desa bisa bekerja secara optimal.

Catur Sugiyanto selaku Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan, bahwa tiga penyebab ekonomi solidaritas belum berkembang di tengah aliran dana desa yang terus diberikan. Penyebabnya adalah masyarakat belum menemukan potensi besar desanya, tidak adanya motor penggerak, dan adanya tembok aturan administrasi yang ketat dari pemerintah sehingga mematikan kreativitas elite desa.

Menurut Catur, sebenarnya dua kendala tumbuhnya ekonomi solidaritas bisa diatasi jika faktor ketiga diberi kelonggaran. Artinya, pemerintah pusat semestinya tidak menerapkan aturan administrasi yang ketat agar pengguna anggaran bisa dipercaya. Kunci pentingnya adalah kreativitas atau inovasi masyarakat desa harus bisa dipertanggungjawabkan. Berdasarkan hal tersebut, akan muncul kreativitas elite desa yang akan menjadi motor penggerak untuk menemukan dan mengembangkan potensi desa.

Pelaksanaan program YSID adalah dengan bentuk kerjasama, yaitu meliputi pengembangan usaha bersama yang dimiliki oleh desa untuk mencapai nilai ekonomi yang berdaya saing, kegiatan kemasyarakatan, pelayanan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat antar desa, serta dan bidang keamanan dan ketertiban.

Untuk mempercepat pembinaan masyarakat desa dan meningkatkan penyelenggaraannya, pemerintah desa dibantu melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Hal tersebut yang menjadi kekuatan Kalurahan Panggungharjo dalam mempertahankan kemajuan desanya.

Dalam mewujudkan pembangunan nasional, pembangunan desa menjadi kunci bagi kemajuan Indonesia. Jika desa maju maka Indonesia akan maju. Untuk mencapai hal itu yang harus dilakukan adalah mengamati masalah di desa dan menularkan kesuksesan yang telah diraih desa-desa berprestasi, seperti Kalurahan Panggungharjo.

Kalurahan Panggungharjo merupakan desa berprestasi yang harus dicontoh atau ditiru desa-desa lainnya di Indonesia. Ini adalah contoh desa surga yang kita harapkan. Desa yang semua program pembangunannya adalah untuk kesejahteraan warga desa.

Abdul Halim Iskandar selaku Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mengatakan bahwa akan mengkloning Kalurahan Panggungharjo melalui kebijakan tertinggi di tiap daerah agar menjadi inspirasi bagi semua desa. Abdul menilai semakin banyak desa yang mengkloning Kalurahan Panggungharjo maka akan membawa kemajuan bagi masyarakat Indonesia.

Keterbukaan informasi yang berkelanjutan yang dilakukan oleh pemerintah desa bersama masyarakat di Kalurahan Panggungharjo dapat menjadi contoh nyata dari kesuksesan pembangunan desa. Transparansi yang telah dilakukan juga mendukung terbangunnya kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat sehingga program yang dijalankan dapat berkelanjutan.

Kreasi dan inovasi yang sudah berlangsung di Kalurahan Panggungharjo diharapkan mampu memotivasi wilayah desa lainnya agar tidak hanya menjadi objek pasif pembangunan, melainkan menjadi subjek utama yang turut andil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desanya.

Add Comment