Upaya Berdamai dengan Perubahan Iklim

Perubahan Iklim Ancaman Global. KEMENKEU

Iklim dimaknai sebagai karakter cuaca di suatu wilayah tertentu. Berbeda wilayah berbeda pula iklimnya. Iklim juga dipahami sebagai fenomena alam yang harus diakrabi oleh manusia. Apabila manusia ingin aman dari dampak perubahan iklim, sebaiknya mengakrabi perubahan iklim bukan membencinya.

Membenci perubahan iklim merupakan tindakan sia-sia dan tidak berpengaruh terhadap keadaan cuaca. Cara terbaik, memang berusaha berdamai dengan cara memahami karakter cuaca, bersikap antisipasi supaya selamat dari dampak negatif iklim.

Berdamai dengan iklim caranya dengan mensyukuri kehadirannya. Walau bagaimanapun manusia butuh alam, sedangkan alam butuh iklim. Salah satu contoh, tumbuhan butuh hujan untuk bertahan hidup darinya buah-buahan sayur mayur tumbuh dan bisa dinikmati oleh manusia. Indonesia merupakan salah satu negara yang wilayahnya di bawah garis khatulistiwa, beriklim tropis, seperti musim kemarau dan hujan.

Baik pada musim hujan maupun kemarau, keduanya memberi manfaat bagi kehidupan manusia. Sinar matahari berguna sebagai Vitamin D bagi tubuh manusia. Sedang untuk tumbuhan membantu proses fotosintesis, begitu juga dengan hewan. Isu perubahan iklim sudah menjadi persoalan dan tugas para ahli iklim di dunia.

Beberapa waktu lalu telah diagendakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perubahan iklim di dunia yang digelar di Paris, dihadiri juga oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Pada KTT Perubahan Iklim COP 26 tanggal 1 November 2021, Jokowi menyampaikan bahwa perubahan iklim merupakan ancaman besar yang bisa saja mengganggu kesejahteraan masyarakat di dunia.

Perubahan iklim diakibatkan oleh banyak hal, antara lain pemanasan global yang mengakibatkan musim kemarau panjang berdampak pada tanaman, berpengaruh terhadap ketersediaan pangan dan permukaan air laut naik berakibat adanya beberapa pulau tenggelam (terbenam). Naiknya permukaan air laut disebabkan oleh melelehnya es di kutub utara dan selatan.

Para ahli iklim di dunia sudah menyatakan bahwa ketinggian air laut saat ini naik sekitar satu meter di banding puluhan tahun lalu. Peristiwa tersebut berimplikasi negatif terhadap perubahan iklim di setiap wilayah, semisal, sumber-sumber air berkurang (kekeringan), banjir, tanah longsor, angin kencang, dan lainnya.

Penyebab perubahan iklim lainnya seperti kerusakan lapisan ozon, kerusakan fungsi hutan, efek gas rumah kaca, dan lainnya. Dari masalah-masalah tersebut, dampak yang muncul seperti terjadinya bencana alam angin puting beliung, badai topan, banjir yang diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi, dan lainnya.

Perubahan iklim memiliki dampak positif dan negatif terhadap kehidupan manusia. Ini berarti manusia, alam, dan lingkungan merupakan bagian yang saling berkelindan satu sama lain.

Upaya yang Dilakukan

Upaya yang perlu dilakukan dalam menghadapi perubahan iklim, antara lain penanaman pohon di setiap rumah, di setiap bangunan, atau di setiap masing-masing daerah. Bergotong royong mengupayakan lahan hijau, misal dengan menggunakan tanah kas desa. Bila perlu diprogramkan secara massal kepada semua desa untuk membuat lahan hijau minimal 30% dari lahan yang ada di wilayahnya. Menekan penggunaan tanah desa untuk kepentingan komersial seperti ruko, gedung pertemuan, perumahan, dan kampus.

Penghijauan kembali lahan gundul, menjaga alam, mengelola sampah dengan tepat dan sesuai nilai manfaatnya. Cara tersebut dipercaya sebagai salah satu upaya terbaik yang dapat memulihkan iklim atau menyelamatkan alam. Sering perubahan iklim mendatangkan bencana bagi kehidupan manusia. Tanpa disadari, dampak negatif iklim merupakan efek dari tingkah laku manusia.

Bangunan baru lebih diarahkan supaya berkembang ke atas, sehingga dapat menekan pemanfaatan lahan produktif. Bila perlu adanya kewajiban bagi setiap dusun atau kampung menyediakan lahan hijau, reboisasi, dan gerakan tanam pohon. Budaya tanam pohon atau kewajiban memiliki tanaman di pekarangan dapat berkontribusi besar bagi perubahan iklim.

Tidak tersedianya lahan hijau di setiap dusun berdampak pada kurangnya sumber air. Apabila tidak berhati-hati, bencana kekurangan sumber air akan terjadi. Perlu disadari bahwa iklim tidak perlu dilawan, manusia cukup mengakrabi dan memperhatikan (niteni) agar lebih paham terhadap perubahannya.

Perubahan iklim dipengaruhi oleh aktivitas manusia. Oleh karena itu perlu disadari bahwa setiap orang perlu mengakrabi perubahan iklim di lingkungannya. Agar mengetahui perkembangan cuaca di daerah masing-masing, setiap orang perlu mengkaji, menyadari, atau melakukan hal-hal yang berpengaruh baik. Setiap orang juga dapat membaca perkembangan iklim di daerah masing-masing, jika perlu mereka bisa mencatat dan mendokumentasikannya sebagai bahan refleksi diri.

Langkah-langkah tersebut dilakukan dengan tujuan mengetahui perkembangan iklim di masa mendatang serta dampaknya terhadap lingkungan. Mulai dari perubahan terkecil sampai yang masif, karena perubahan iklim sekecil apapun akan berdampak bagi kehidupan manusia.

Bentuk-bentuk kearifan lokal yang ada di daerah/desa perlu dilestarikan, tujuannya menjaga lingkungan lebih aman dan nyaman. Semisal menyelenggarakan budidaya tanam pohon, tebang larang, petik laut, tanam bibit, dan lainnya. Dengan upaya pelestarian sumber daya alam, bermanfaat besar terhadap kestabilan iklim, teratur dan berdampak positif.

One thought on “Upaya Berdamai dengan Perubahan Iklim

  1. Harus melibatkan semua pihak..tidak hanya masyarakat setempat saja..mungkin dari pemerintah melalui dinas2 terkait dengan masalah tersebut Seperti DLH .BPP.dll…dimana kebanyakan alih fungsi lahan hanya untuk kepentingan orang2 tertentu saja dan berdampak pada seluruh kehidupan yang ada saat ini..

Add Comment