Budi Daya Ikan, Praktik Kewirausahaan Pemuda

Budi daya ikan gurami. PSM JOGJA

Saat ini, peran pemuda dalam lingkungan masyarakat sedang didorong oleh pemerintah untuk menjadi tokoh sentral dalam pembangunan nasional. Selaku penerus generasi bangsa, pemuda dituntut untuk terus menciptakan inovasi dan mengembangkan keahlian sebagai faktor pembentuk perubahan.

Ada banyak gerakan atau kegiatan yang dimanfaatkan sebagai wadah untuk mengembangkan kreativitas para pemuda, salah satunya yakni pengadaan kewirausahaan pemuda.

Kewirausahaan pemuda adalah suatu kegiatan yang memberikan dampak positif terutama terhadap lingkungan sekitar, karena dapat menciptakan lapangan kerja, menambah pendapatan ekonomi masyarakat, mengurangi jumlah pengangguran, dan menambah kreativitas pemuda di bidang usaha.

Bahkan, pengembangan kewirausahaan pemuda menjadi salah satu program yang diprioritaskan oleh Kemenpora hingga tahun 2024 mendatang. Hal itu diupayakan dapat menumbuhkan atensi dan rasa percaya diri pada pemuda dalam berwirausaha.

Masyarakat yang ingin menggeluti kewirausahaan, harus pandai menentukan produk yang akan dipasarkan, tentunya dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Budi daya ikan dapat menjadi salah satu pilihannya, sebab ikan memiliki permintaan pasar yang tinggi dengan harga yang cukup terjangkau.

Namun, untuk memulai kegiatan budi daya ikan dibutuhkan pengetahuan dan keahlian khusus. Oleh karena itu, pembuatan akun media sosial Instagram yakni @laskarikanjogja dimanfaatkan sebagai media edukasi budi daya ikan serta berbagi informasi yang menyangkut tentang pemeliharaan ikan.

Seperti penjelasan tentang kondisi kolam yang cocok untuk budi daya, kondisi air yang berbahaya, cara membuat pakan alami untuk benih ikan, cara mengendalikan penyakit ikan, solusi untuk mengatasi air yang berbahaya bagi ikan, dan sebagainya.

Media sosial Instagram dipilih sebagai aplikasi yang dimanfaatkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang budi daya ikan, karena Instagram dianggap sebagai media sosial yang paling populer dan mempunyai banyak pengguna dari berbagai kalangan. Dengan begitu, masyarakat dapat mengaksesnya dengan mudah.

Kewirausahaan adalah kegiatan berkelanjutan dan jangka panjang. Diperlukan perhatian khusus pada prosesnya agar tidak ada pihak-pihak yang dirugikan. Kegiatan budi daya ikan menjadi salah satu bentuk wirausaha yang melibatkan banyak masyarakat sekitar, terutama pada saat panen dan saat mengolah hasil panen.

Berdasarkan hal tersebut, budi daya ikan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat yang turut berkontribusi, serta dapat memberikan dorongan atau motivasi bagi masyarakat yang ada di sekitarnya untuk tetap semangat dalam berwirausaha, khususnya pada bidang perikanan.

Tidak hanya dapat memberikan dampak pada masyarakat, kegiatan budi daya ikan dapat memberikan manfaat kepada lingkungan. Dalam prosesnya, kegiatan budi daya ikan dapat menggunakan konsep zero waste, yakni konsep yang mengintegrasikan tiga bidang sekaligus, yakni bidang pertanian, perikanan, dan peternakan.

Pada konsep zero waste juga meminimalkan penggunaan obat-obatan atau bahan kimia dalam pemeliharaan ikan, karena penggunaannya dinilai dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Metode dalam konsep zero waste yakni dengan menggunakan fermentasi dari bekatul dan ragi roti yang digunakan untuk menciptakan plankton sebagai pengendali hama penyakit ikan. Selanjutnya, ampas yang dihasilkan bekatul dapat digunakan sebagai pakan ternak unggas.

Selain itu, air dari kolam dapat digunakan kembali sebagai air pupuk organik sayuran yang terdapat di sekitar kolam, yang juga digabungkan dengan kotoran unggas sebagai pupuk tanaman.

Ikan Gurami untuk Budi Daya

Dari berbagai jenis ikan tawar, ikan gurami merupakan salah satu jenis yang dapat dibudi dayakan. Tingginya jumlah masyarakat yang mengonsumsi ikan gurami menjadi salah satu alasan ikan tersebut dibudi dayakan.

Ikan gurami termasuk ikan yang kaya akan kandungan gizi, seperti protein, kalsium, kalium, besi, fosfor, dan sebagainya. Selain itu, ikan ini juga memiliki beragam kandungan vitamin, seperti vitamin A, vitamin B6, vitamin C, dan vitamin D3.

Terlepas dari kandungan-kandungan ikan gurami yang dapat dimanfaatkan bagi kesehatan konsumen, ikan ini juga memiliki rasa yang enak dan harga yang terjangkau. Selain faktor tingkat konsumsi ikan gurami yang tinggi, cara pemeliharaan ikan gurami yang tergolong mudah menjadi alasan mengapa ikan tersebut dipilih untuk dibudi dayakan.

Budi daya ikan gurami juga dinilai dapat mengembangkan sektor perekonomian masyarakat. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, tidak membutuhkan skala yang besar dalam budi daya ikan gurami, artinya ikan gurami dapat dibudi dayakan dengan membagi waktu atau segmentasi, sehingga putaran arus (cash flow) cepat. Kedua, budi daya ikan gurami dapat dilakukan dengan modal yang rendah atau memiliki skala rumah tangga, sehingga semua orang dapat terlibat, baik orang tua, laki-laki, atau ibu rumah tangga.

Ketiga, ikan gurami dapat dipasarkan dengan berbagai macam ukuran, seperti ikan gurami dengan ukuran telur, yakni ikan yang berukuran 0,5 sampai satu sentimeter, hingga ikan gurami dengan ukuran konsumsi, yakni ikan yang memiliki berat satu hingga dua kilogram.

Keempat, budi daya ikan gurami termasuk ke dalam kategori budi daya yang cenderung hemat, karena ikan gurami dibudi dayakan dalam air yang tenang, dan dapat diberi pakan alternatif hijauan, seperti kangkung, daun pepaya, dan daun keladi yang juga memiliki fungsi sebagai obat-obatan alami. Kelima, peluang pasar masih terbuka lebar.

Wirausaha Kelompok Mina Legi

Salah satu contoh kewirausahaan pemuda yang bergerak dalam bidang perikanan dan sedang dikembangkan yaitu kegiatan budi daya ikan air tawar oleh Kelompok Mina Legi yang sudah didirikan sejak tahun 1997, dan beralamat di Sambilegi Lor, Kalurahan Maguwoharjo, Kabupaten Sleman.

Kegiatan budi daya ikan yang dilakukan oleh Kelompok Mina Legi merupakan kegiatan budi daya dari hulu ke hilir, artinya budi daya dimulai dari memproduksi benih yang dihasilkan sendiri, dilanjutkan proses pemeliharaan ikan, hingga ikan memiliki ukuran panen atau ukuran yang siap dikonsumsi. Setelah itu, ikan dijual ke restoran.

Tetapi, terdapat perubahan pada kegiatan akhir budi daya ikan Kelompok Mina Legi selama masa pandemi. Jika pada awalnya ikan yang siap dikonsumsi dijual ke restoran, lain halnya pada masa pandemi penjualan ikan beralih ke masyarakat langsung sebagai konsumen dengan kondisi ikan yang sudah siap masak.

Selain itu, hasil panen juga dapat dibeli langsung oleh kelompok untuk dipasarkan kembali ke instansi. Kegiatan tersebut mampu menggerakkan masyarakat sekitar untuk berkontribusi dan mendapatkan nilai tambah pada bidang ekonomi.

Kelompok Mina Legi adalah kelompok yang didirikan oleh Wahyu Heryanto, dan menjadi cikal bakal dalam penggerakan petani serta wirausaha ikan. Dalam proses kegiatannya, setiap orang yang bergabung mendapatkan pendamping selama proses budi daya hingga proses panen dijual berlangsung.

Kegiatan budi daya yang diadakan oleh Kelompok Mina Legi tidak hanya untuk anggota Kelompok Mina Legi saja, tetapi juga dapat diikuti oleh masyarakat dari berbagai lapisan yang tinggal di daerah Sambilegi Lor.

Selaku kelompok budi daya yang berperan aktif dalam pengembangan ekonomi masyarakat, Kelompok Mina Legi memiliki perencanaan dalam pengembangan serta pembinaan wirausaha muda.