Budi Daya Ikan sebagai Pengisi Waktu Luang

Kegiatan budi daya ikan di Mina Legi. PUTRI INDAHSARI

Budi daya ikan adalah kegiatan pemeliharaan ikan atau binatang dan tanaman air lainnya dengan menggunakan fasilitas buatan. Sebagai negara yang memiliki angka produksi ikan yang cukup tinggi, kegiatan budi daya ikan di Indonesia menjadi salah satu kegiatan yang banyak dilakukan.

Kegiatan budi daya ikan dianggap sebagai kegiatan yang memiliki manfaat, terutama pada bidang ekonomi. Hal itu berkaitan dengan bidang kewirausahaan yang sedang didorong pemerintah agar lebih produktif.

Jumlah produksi ikan air tawar di Indonesia memang belum setinggi jumlah produksi ikan air laut, namun kegiatan budi daya ikan air tawar merupakan kegiatan yang dinilai cukup menjanjikan. Menurut M. Ghufran dalam Budi Daya Ikan Konsumsi di Air Tawar, hal itu disebabkan potensi lahan air tawar yang cukup luas dan keragaman komoditas yang dapat dikembangkan. Selain itu, komoditas ikan air tawar memiliki peminat yang tinggi.

Ghufran (2013) juga menjelaskan bahwa ikan air tawar memiliki ragam pemanfaatan, antara lain. Pertama, penggunaan untuk bahan pangan yang memiliki kandungan gizi tinggi. Kedua, dimanfaatkan sebagai makanan kesehatan dan farmasi, karena ikan mengandung bahan-bahan yang berguna untuk kesehatan manusia, dan kandungan vitamin serta nutrisi yang dibutuhkan manusia.

Ketiga, sebagai bahan baku industri, tingginya permintaan ikan, menyebabkan beberapa industri perikanan bergantung pada hasil perikanan. Keempat, dimanfaatkan sebagai ikan hias. Ikan air tawar tidak hanya untuk dikonsumsi, melainkan juga untuk dijadikan ikan hias, sebab beberapa jenis di antaranya memiliki warna yang indah dan bentuk yang unik.

Kelima, dimanfaatkan saat rekreasi, tepatnya dalam kegiatan memancing. Keenam, digunakan untuk mendorong dan mengembangkan ilmu serta teknologi. Seperti biologi, ekologi, perikanan, perairan, akuakultur, pangan, farmasi, kedokteran, ekonomi, dan sebagainya.

Salah satu kelompok budi daya ikan yang juga bergerak dalam bidang ekonomi adalah Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi yang berlokasi di Sambilegi Lor, Sleman, Yogyakarta. Kelompok ini didirikan pada tahun 1997 oleh Wahyu Heryanto.

Pada awal pembentukan Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi, Wahyu dengan enam orang lainnya yang juga sebagai anggota kelompok membuat 10 kolam. Kelompok ini memelihara beragam jenis ikan air tawar, seperti ikan gurami, ikan nila, ikan tombro, ikan bawal, ikan tombro, dan ikan tawes.

Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi menjadi awal mula penggerak petani dan wirausaha ikan. Tujuan didirikannya pun untuk menambah pendapatan para anggota. Hal itu perlahan-lahan terealisasikan melalui proses kegiatannya selama ini dengan pembagian tugas yang diberikan untuk para anggota. Masing-masing anggota memiliki tugas yang berbeda, seperti tugas untuk membeli bibit, memasarkan hasil panen, mengelola hasil panen, dan sebagainya.

Terdapat keberagaman dalam cara menjual hasil panen ikan air tawar. Pertama, pembeli sebagai konsumen datang langsung ke lokasi pembudidayaan ikan. Melalui cara ini, pembeli dapat memilih untuk langsung membawa pulang hasil panen ikan, atau memilih untuk memancingnya terlebih dahulu.

Jika ingin memancing ikan terlebih dahulu, pembeli dapat menyewa satu kolam ikan dengan berbagai varian harga. Rata-rata pembeli yang memilih cara ini adalah pembeli yang datang secara berkelompok dari berbagai daerah.

Pembeli dapat memancing di kolam yang sudah disediakan dengan durasi waktu tertentu. Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi menyediakan empat kolam untuk memancing. Biasanya, harga menyewa satu kolam dibayar secara bersama-sama.

Kedua, anggota kelompok keliling ke beberapa wilayah untuk menawarkan langsung kepada calon pembeli. Ketiga, menjual ke pasar atau rumah makan. Umumnya, pada cara ketiga, anggota memasang target penjualan tersendiri.

Semenjak bergabung dan menjadi anggota dalam Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi pada tahun 2002, terdapat peningkatan kapasitas dalam kegiatan budi daya ikan. Pada awal didirikan, kelompok memiliki tujuh kolam ikan, saat ini berkembang menjadi 24 kolam.

Perkembangan juga terdapat pada jumlah anggota Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi. Berawal dengan tujuh anggota, kini meningkat menjadi 20 orang anggota. Bahkan, kelompok ini pernah memiliki jumlah anggota hingga 50 orang.

Namun, karena menjadi tidak efisien, Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi memutuskan untuk membatasi anggota, yakni dengan membuat ketentuan bagi anggota baru yang akan bergabung dengan kelompok, merupakan warga Sambilegi Lor.

Selaku bentuk kewirausahaan, Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi terus mendorong masyarakat dalam peningkatan kreativitas masyarakat. Selain membangun pemancingan, para anggota kelompok mulai merintis usaha pasar malam sebagai salah satu bentuk pemanfaatan lokasi budi daya ikan dan wisata desa.

Proses pembuatan pasar malam dimulai sejak bulan Mei tahun 2021 dengan merapikan daerah sekitar kolam, seperti membersihkan rumput-rumput liar yang tumbuh di pinggiran kolam. Tahap selanjutnya, akan dibangun gazebo untuk para pengunjung, dan pemasangan lampu di sepanjang pinggir kolam.

Selain itu, Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi juga merencanakan untuk merintis penjualan ikan melalui sosial media. Hal itu disebabkan eksistensi sosial media yang sudah sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kegiatan budi daya ikan tidak hanya bermanfaat untuk perekonomian masyarakat di sekitar serta lingkungan desa, tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan mental. Seperti memberikan ketenangan diri, mengurangi tingkat stres, menurunkan tekanan darah dan detak jantung, meningkatkan kualitas tidur, meningkatkan fokus dan kreativitas, serta membentuk kepribadian agar menjadi penyayang dan bertanggung jawab.

Bagi warga Sambilegi yang tertarik untuk menjadi anggota kelompok, dapat menyewa tanah kepada Kepala Dukuh Sambilegi Lor terlebih dahulu. Setelah proses administrasi selesai, calon anggota dapat membangun kolam di tanah yang sudah disepakati. Kolam yang disediakan tersedia dalam beragam ukuran, yakni ukuran 5×10 meter, ukuran 6×10 meter, hingga ukuran 6×12 meter dengan harga dan rentang waktu penyewaan yang beragam pula.

Hingga saat ini, Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi masih dalam proses untuk menjadi usaha yang utuh, artinya kelompok ini belum bisa menampung kebutuhan hidup para anggotanya secara penuh. Oleh sebab itu, mayoritas anggota kelompok menjadikan kegiatan budi daya ikan pada Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi sebagai pengisi waktu luang. Mereka memiliki kesibukan lain, seperti membuka usaha katering dan bekerja sebagai pegawai dalam kesehariannya. Namun, walaupun kegiatan budi daya ikan dalam kelompok dijadikan sebagai sampingan, para anggota tidak pernah rugi, dan selalu mendapatkan keuntungan.