China dan Taipan Forbes

Salah satu perusahaan di China. PINTEREST

Saat ini, salah satu negara yang dapat dikatakan sukses dalam bidang transformasi ekonomi adalah negara China. Awalnya, China merupakan negara dengan ekonomi komunisme. Namun, sejak dipimpin oleh Deng Xiaoping, yang mempunyai jargon ‘tidak peduli kucing berwarna putih atau hitam, yang penting bisa menangkap tikus’ telah mereformasi ekonomi China.

Dulu China merupakan negeri ‘tirai bambu’ dengan perekonomian yang tertutup. Namun, sejak membuka diri dalam sistem ekonominya dan menganut sistem ekonomi state capitalism, perekonomiannya maju cukup pesat dan mulai bermunculan taipan ekonomi. Selain itu, perusahaan negara atau BUMN China juga berkembang, seperti Bank of China ataupun CNOOC.

Tetapi, perkembangan ekonomi China tidak hanya pada perusahaan BUMN yang tumbuh membesar, faktor swasta terutama di bidang teknologi IT juga berkembang pesat. Alibaba, portal bisnis yang didirikan oleh Jack Ma pernah menciptakan rekor ketika IPO di Amerika, serta berhasil menjadi perusahaan dengan IPO terbesar sepanjang sejarah. Karena keberhasilannya, Jack Ma dinobatkan sebagai orang terkaya di China.

Namun, keberhasilan Alibaba tidak bertahan lama. Perusahaan Tencent yang didirikan oleh Ma Huateng berhasil menyalip Alibaba dan membawa Ma Huateng menjadi orang terkaya di China, menggeser posisi Jack Ma. Tencent memiliki nilai saham yang terus bertambah karena salah satu game yang diluncurkannya, yakni PUBG Mobile.

Terlebih, saat ini hampir seluruh negara sedang melakukan lockdown. Kondisi ini membuat banyak orang yang menetap di rumah sembari melakukan aktivitas lainnya, seperti bermain game PUBG Mobile.

Perkembangan China cukup mencengangkan. China pernah mempunyai pertumbuhan ekonomi dua digit, meski sekarang sudah jauh turun karena krisis ekonomi dan perang dagang dengan Amerika. Namun, saat ini telah berhasil melahirkan taipan bisnis nomor dua setelah Amerika di dalam Majalah Forbes.

Salah satu faktor keberhasilan start-up China adalah proteksi pemerintah komunis yang sangat melindungi industri lokal. Platform dan media sosial, seperti Google, Youtube, WhatsApp, dan Facebook diblokir. Kemudian diganti dengan Baidu, WeChat, Weibo, dan sebagainya.

China juga memblokir cloud provider asing, seperti Amazon Web Service atau AWS, Microsoft Azure, Google Cloud, dan sebagainya, sehingga Alibaba Cloud menjadi cloud provider terbesar di China.

Dengan adanya start-up lokal ini, selain menumbuhkan iklim, bisnis juga dapat melahirkan technopreneur baru di China. Strategi ini bisa menghemat belanja backbone bandwidth atau akses internet ke luar negeri, sehingga internet bisa lebih murah dan cepat.

Proteksi Pemerintah Komunis China tidak hanya berlaku pada sektor IT dengan memblokir portal luar negeri, namun pemerintahan China juga mempunyai policy untuk mendorong start-up atau bisnis di China, contohnya dengan menyediakan harga listrik dan harga internet yang lebih murah. Peran Pemerintah Komunis China ini terbukti efektif, sehingga di China berhasil melahirkan taipan baru terutama di bidang teknologi informasi.