Desa, Sumber Pangan Manusia

Kawasan Pertanian di Desa. KEMENTERIAN PERTANIAN RI

Apakah ada yang tidak bangga dengan desanya sendiri? Mengapa? Apakah takut mendapat cap kampungan? Atau takut dianggap tidak berilmu? Sederet stereotip tentang desa memang penuh dengan hal-hal negatif, namun semua pendapat tersebut belum tentu benar. Sebab, sekarang sudah banyak desa yang maju dan mengikuti perkembangan zaman.

Saat ini, membeli rumah di perkotaan merupakan hal yang sulit diwujudkan dalam sekejap. Lahan kosong yang kian menipis hingga mahalnya harga tanah di kota, membuat beberapa orang memilih pindah di daerah pedesaan.

Mereka yang bekerja di perkotaan dan tinggal dengan menyewa rumah atau kontrakan, mengumpulkan uangnya untuk membeli rumah di kampung atau desa. Harga yang terjangkau disertai dengan suasana yang masih asri dan sejuk menjadi alasan mereka membeli rumah di desa.

Kota yang penuh dengan kendaraan motor, menyebabkan langit dihiasi oleh polusi. Seharusnya langit menjadi pemandangan yang indah karena warna birunya, bukan berwarna abu-abu yang menyesakkan.

Tidak hanya udara yang cemar, air dan tanah pun bisa tercemar. Kondisi tersebut, jika tidak ditangani akan memberi dampak serius terhadap kesehatan. Apabila tinggal di desa, mereka tidak akan menghadapi kualitas lingkungan yang buruk.

Hal itu terjadi karena masyarakat desa ini masih sangat bergantung pada alam, sehingga mereka menjaga kualitas air, tanah, dan udara. Mereka pun menganggap bahwa alam sekitar tempat tinggal mereka adalah sumber kehidupan mereka. Oleh karena itu, di desa sangat menjaga alam lingkungannya agar tetap asri, segar, dan sehat.

Masyarakat desa memang masih sangat bergantung kepada alam. Tanah-tanah yang subur itu melahirkan bermacam-macam tanaman pangan, yaitu padi, jagung, buah, dan sayur. Semua itu murni dari hasil tangan orang-orang desa yang bekerja di kebun.

Setiap hari, penduduk desa bekerja di perkebunan milik mereka untuk memenuhi kebutuhan. Biasanya, mereka pergi pagi-pagi sekali seusai salat subuh. Oleh karena itu, masyarakat desa masih sangat bergantung pada alam karena untuk memenuhi kebutuhan mereka setiap hari.

Hal buruk bagi penduduk desa adalah cuaca yang tidak stabil. Cuaca yang tidak stabil atau tidak menentu, seperti kadang hujan, kadang panas, bisa merugikan petani.

Selain dikenal dengan bergantung pada alam dan lingkungannya, orang-orang desa pun sangat baik. Mereka terkenal dengan keramahannya. Tidak heran apabila di desa masih sering mengadakan gotong royong. Sebagai contoh, gotong royong saat memperbaiki rumah, gotong royong membangun jalan penghubung antar desa, kerja bakti membersihkan lingkungan, dan sebagainya.

Adanya pandemi Covid-19 memberi dampak buruk bagi semua sektor. Namun, di tengah krisis tersebut, desa mampu mandiri menyediakan kebutuhan manusia.

Air bersih merupakan hal yang mudah ditemukan di desa. Orang tidak perlu berdesak-desakan di tempat perbelanjaan demi setetes air. Mereka mendapatkan air besih langsung dari sumbernya, yaitu sumur. Kebiasaan tersebut tidak bisa dilakukan di kota, kita jarang menemukan air bersih dengan menggunakan sumur.

Hal ini terjadi karena sumur di perkotaan banyak yang tercemar. Penyebabnya adalah pemukiman yang padat sehingga jarak antara sumur dan septic tank terlalu dekat. Mau tidak mau, warga perkotaan harus berlangganan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan membeli air mineral kemasan di toko.

Pencemaran air di perkotaan, umumnya disebabkan oleh perilaku penduduk yang membuang sampah, limbah industri, dan limbah rumah tangga ke sungai. Terlebih lagi, sebagian penduduk yang berada di pinggiran sungai di kota, mereka biasa menggunakan air untuk mandi, cuci piring, dan lain-lain.

Faktor lain yang menyebabkan sumur di perkotaan tercemar adalah pengolahan septic tank yang tidak memadai. Sementara itu, air limbah industri cenderung mengandung zat anorganik yang sulit diurai oleh mikroorganisme. Zat-zat berbahaya tersebut dapat mencemari perairan yang dilaluinya.

Setelah mengetahui bahwa sulit mendapatkan air bersih di kota, saya langsung bersyukur karena tinggal di desa. Tanpa mengeluarkan banyak uang dan tenaga, air bersih bisa dinikmati. Jika diperkotaan, kita pasti harus berjuang sekali untuk mendapatkan air bersih dan harga air bersih cukup memakan isi dompet.

Padahal, air adalah suatu unsur yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Dengan air, kita mampu melakukan kegiatan sehari-hari dan mengkonsumsinya agar tetap hidup. Tidak hanya manusia yang membutuhkannya, namun semua makhluk hidup sangat membutuhkan air.

Hal itu dibuktikan dengan fakta bahwa sebagian besar permukaan bumi tertutupi oleh air. Air merupakan denyut nadi kehidupan. Apabila kita mengonsumsi air yang tidak sehat secara terus-menerus, apa kabar tubuh kita? Oleh karena itu, kita memerlukan air bersih untuk memperbaiki daya tahan tubuh kita.

Manusia akan berkerja secara maksimal, jika memiliki asupan air yang cukup. Ketersediaan air yang bersih dan layak minum, dapat mengurangi risiko penyakit, seperti batu ginjal, kanker kandung kemih, dan dapat mencegah sembelit.

Selain air, makanan menjadi kebutuhan pokok manusia. Bagi Indonesia, makanan utama sering diidentikkan dengan beras. Industri perberasan memiliki pengaruh yang besar dalam bidang ekonomi, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan, dan dinamika ekonomi perdesaan.

Sumber makanan ini bisa kita dapatkan di desa dengan mudah. Sebab, industri perberasan memiliki pengaruh pada lingkungan, yaitu menjaga tata guna air dan kebersihan udara. Beras juga dapat ditemukan di kota, namun harganya bisa mencapai dua kali lipat daripada di desa.

Penjelasan di atas mungkin terasa hiperbola dan terlalu membanggakan desa. Namun, hal tersebut adalah fakta yang bisa saya rasakan. Saya melihat bahwa aktivitas orang-orang desa, memiliki peran penting bagi kelangsungan umat manusia, terutama mereka yang tinggal di kota.

Saya pun berharap, kawasan hijau di perkotaan akan semakin luas. Tidak hanya pabrik atau gedung-gedung tinggi yang memenuhi tanah. Banyaknya kawasan hijau akan berdampak pada lingkungan, terutama udara. Hal itu akan membantu masyarakat kota untuk mendapatkan kualitas udara yang baik.