Gotong Royong Kunci Kerukunan Masyarakat

Gotong-royong di Tengah Pandemi. PEMKOT TANGERANG

Gotong royong merupakan salah satu ciri khas dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Secara garis besar, gotong royong tertuang dalam Pancasila, yaitu sila ketiga.

Gotong royong sudah mendarah daging, bahkan menjadi kepribadian bangsa yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat, hampir seluruh daerah di Indonesia menanamkan nilai gotong royong.

Gotong royong berasal dari kata ‘gotong’ yang berarti bekerja, dan ‘royong’ yang berarti bersama. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gotong royong mempunyai makna bekerja bersama-sama (tolong-menolong) di antara anggota-anggota suatu komunitas.

Menurut Sakjoyo, gotong royong merupakan adat tolong-menolong antarwarga di berbagai aktivitas sosial, baik berdasarkan hubungan tetangga, kekerabatan yang berdasarkan efisien yang sifatnya praktis, serta aktivitas kerja sama yang lain.

Saat ini, gotong royong masih melekat dalam masyarakat. Perilaku gotong royong tidak hanya tentang menyelesaikan pekerjaan, tetapi untuk mempererat hubungan masyarakat.

Banyak sekali manfaat yang saya rasakan ketika sedang melakukan gotong royong dengan warga. Pertama, menumbuhkan rasa dan sikap saling tolong-menolong dan kekeluargaan. Kedua, membina hubungan sosial yang baik dengan masyarakat di sekitar. Ketiga, menciptakan rasa kebersamaan dan menumbuhkan kasih sayang. Keempat, mempererat tali silaturahmi.

Kelima, meringankan pekerjaan dan menghemat waktu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Keenam, meningkatkan produktivitas kerja. Ketujuh, terciptanya rasa persatuan dan kesatuan dalam lingkungan sekitar.

Banyak sekali jenis gotong royong yang bisa kita terapkan di kehidupan kita sehari hari, salah satunya gotong royong kekeluargaan. Sebagai contoh, siswa SD Negeri Kerupuk Muara Telaga Asri 01 bergotong royong membersihkan sisa lumpur pascabanjir. Kegiatan belajar-mengajar di sejumlah sekolah yang terdampak banjir belum efektif, karena masih ada sekolah yang terendam air dan ada pula yang menjadi tempat pengungsian.

Semangat kekeluargaan dan gotong royong harus diwujudkan dalam kehidupan masyarakat agar menimbulkan sifat bhinneka tunggal ika. Setiap manusia berbeda dengan manusia yang lain, namun manusia adalah makhluk sosial dan mempunyai keinginan untuk bersosialisasi. Oleh karena itu, mereka perlu menumbuhkan perilaku tolong menolong tanpa memandang perbedaan.

Semangat kekeluargaan dan gotong royong telah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Indonesia sejak dulu. Sekarang, semangat kekeluargaan dan gotong royong telah dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Segala tugas akan lebih ringan bila dikerjakan secara bersama-sama dengan rasa saling memerlukan dan membantu. Praktik semangat kekeluargaan dan gotong royong dapat ditemukan dalam berbagai kegiatan dan kehidupan masyarakat, seperti di lingkungan keluarga, rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), desa , sekolah, dan lain-lain.

Tidak hanya gotong royong kekeluargaan, namun ada istilah gotong royong ekonomi. Prinsip dari dua istilah tersebut hampir sama, namun yang membedakan adalah bentuk kegiatannya.

Saat ini, Indonesia terbawa dalam arus ekonomi pasar liberal akibat faktor geopolitik dan geoekonomi. Fenomena ini menjadikan desa sebagai wilayah yang cukup rapuh, tidak lagi memiliki kendali sebagai pemasok bahan kebutuhan masyarakat kota, sehingga hubungan antara desa dan kota tidak lagi berjalan secara harmonis. Diskursus yang terjadi akibat urban bias, yaitu fenomena proses pertumbuhan, pengembangan, dan kemajuan wilayah hanya terfokus di perkotaan.

Selain itu, faktor kemiskinan yang dialami sebagian besar masyarakat pedesaan juga menjadi pengaruh utama. Adanya arus globalisasi mengintervensi perusahaan multinasional yang mendorong perkembangan impor berbagai jenis bahan baku, terutama pangan.

Hal itu, berpotensi memutus rantai antar desa dan kota yang sudah terjalin sejak lama. Jika terjadi, produksi desa tidak lagi mempengaruhi besar kecilnya konsumsi pada wilayah perkotaan, begitu pun sebaliknya.

Ketika pandemi Covid-19, kita dapat melihat banyak sekali warga yang mengalami kesulitan dari berbagai sektor. Tak sedikit warga desa maupun kota yang jatuh pada kemiskinan. Hal ini seharusnya mendorong pemerintah untuk melakukan gotong royong ekonomi demi kemakmuran masyarakat kota maupun desa.

Covid-19 yang datang ke Indonesia pada tahun 2020, menyebabkan banyak kerugian. Butuh waktu lama untuk memulihkan keadaan seperti semula. Pengusaha yang kaya raya pun tak dapat menghindar dari kebangkrutan ketika pandemi. Oleh karena itu, sudah saatnya pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat berupa uang, beras, atau bahan pokok agar masyarakat dapat melanjutkan hidupnya

Sebagai contoh, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membantu warga agar bertahan kuat di tengah pandemi. Salah satunya di Pasar Rakyat Genteng 1, Ipuk Fiestiandani selaku Bupati Banyuwangi menggelorakan belanja pasar rakyat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di depan jajaran pejabatnya pada 4 April 2021.

Didampingi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Banyuwangi, Ipuk menghampiri berbagai pedagang sembari berbelanja. Ia pun mendengarkan harapan para pedagang yang ditemuinya.

Program lain yang dapat ditempuh guna mengerek perekonomian daerah di tengah Covid-19, yakni dengan menggunakan komoditas dan buah lokal di setiap acara dan kegiatan pemerintahan. Langkah ini menjadi udara segar pengusaha putra daerah di tengah pandemi.

Selain gotong royong ekonomi, pandemi Covid-19 membutuhkan aksi gotong royong politik dari berbagai pihak, tidak hanya pemerintah, namun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), relawan, hingga anggota partai politik. Sejak awal pandemi, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Banten turut membantu pemerintah memerangi Covid-19 dengan membagikan ribuan bantuan untuk membantu masyarakat yang ekonominya terdampak.

Untuk mempercepat terbentuknya herd immunity atau kekebalan komunal, partai berlogo—menyerupai—Mercedes Benz itu, sedang gencar menggelar vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat umum. Mereka menargetkan 5000 orang mendapat vaksin. Acara tersebut dilakukan di seluruh kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat yang ada di Banten.

Partai yang saat ini dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono, bekerja sama dengan tenaga kesehatan di delapan kabupaten dan kota untuk menyuntikkan vaksin Covid-19.

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengapresiasi kepedulian masyarakat dalam menghadapi pandemi, sehingga budaya gotong royong pun benar-benar diterapkan.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan Kemenko PMK, Sonny Harry, mengatakan bahwa kepedulian masyarakat di tengah pandemi, sejalan dengan imbauan Presiden Joko Widodo agar masyarakat Indonesia terus menggaungkan semangat kegotongroyongan.

Menghadapi pandemi, kepekaan hati dan solidaritas masyarakat Indonesia terus diuji. Walaupun krisis tersebut berdampak kepada siapa saja, namun masyarakat tetap saling peduli dan menolong. Membantu tidak hanya berupa materi, dapat juga berupa tindakan, seperti tidak memberikan stigma negatif bagi penderita.

Kemenko PMK tetap bersyukur karena beragam bentuk kepedulian sosial hadir di masyarakat dalam menyikapi warganya yang terinfeksi Covid-19 atau yang terdampak secara sosial dan ekonomi.

Pandemi yang disebabkan oleh Covid-19 ini memang telah menjelma menjadi krisis sosial dan ekonomi. Sebelumnya, kondisi ini disebut krisis kesehatan saja. Namun, patut disyukuri bahwa gotong-royong masyarakat Indonesia telah membuktikan kita sebagai bangsa besar yang peduli dan kuat. Kita optimis mampu melewati masa sulit pandemi ini secara bersama-sama.