Gunungkidul, Keelokan Alam Purba

Wisata Tubing. DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU KABUPATEN GUNUNGKIDUL

Yogyakarta bukanlah provinsi yang luas bila dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Jawa. Namun, daya tarik akan keindahan budaya dan alamnya tidak bisa dipandang sebelah mata.

Yogyakarta memiliki satu ibu kota, Yogyakarta, dan empat kabupaten yaitu Kulon Progo, Sleman, Bantul, dan terakhir Gunungkidul. Gunungkidul merupakan kabupaten terluas di DIY, dengan luas wilayah sebesar 1.485,36 kilometer persegi.

Gunungkidul berbatasan dengan kabupaten dari provinsi lain, yakni di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Klaten dan Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa tengah.

Kontur alam Gunungkidul tergolong unik. Gunungkidul merupakan satu-satunya kabupaten yang berlokasi di pegunungan purba di Indonesia. Berada di wilayah Pegunungan Sewu, yakni daerah pegunungan yang terbentuk karena pengangkatan dasar laut ribuan tahun silam, menjadikan wilayah geografinya yang berbatu, berkelok-kelok, serta berada di ketinggian.

Dengan luas wilayah, aneka ragam kekayaan alam, dan budaya yang dimiliki, seharusnya bisa menjadikan Gunungkidul sebuah kabupaten yang kaya raya. Dengan ide kreatif, kekayaan alam yang indah bisa diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi tinggi tanpa harus mengeluarkan banyak modal.

Kita ambil contoh, pembangunan objek wisata HeHa Ocean View yang berlokasi di Bolang, Desa Girikerto, Panggang milik mantan Wali Kota Yogyakarta, Herry Zudianto. Pembangunannya tidak harus menciptakan sesuatu yang mewah, namun bermodal ide kreatif bisa menjadi pelengkap menikmati suasana yang telah ada. Dengan membuat ide kreatif menjadikan lokasi yang sebelumnya biasa biasa saja menjadi indah dan memiliki daya tarik tersendiri.

Ada juga Bukit Bintang yang berlokasi di Srimulyo, Patuk yang pembangunannya tidak harus bermodal banyak. Warga di sekitar Bukit Bintang hanya memanfaatkan tebing yang menghadap ke arah Kota Yogyakarta untuk dibangun warung-warung berbentuk rumah panggung. Bukit Bintang menawarkan pemandangan indah Kota Yogyakarta dari ketinggian, dan pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai menu makanan yang ditawarkan.

Begitu mudah dan indahnya Gunungkidul, potensinya seharusnya bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh masyarakat. Sebab, sayang sekali bila keindahan dan kemolekan pemberian Tuhan yang tidak bisa ditiru oleh siapa pun dan sampai kapan pun ini, dibiarkan begitu saja.

Membicarakan Gunungkidul dengan segala potensi alam yang dimiliki tidak akan pernah habis. Meski demikian, tingkat kreativitas masyarakat yang rendah akan menjadikan alam yang telah terbentang menjadi sekedar potensi bukanlah sesuatu yang bisa diaktualkan.

Ide-ide kreatif dari para pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk membangun daerah dengan potensi laut, gunung, sungai, dan alam yang terbentang luas. Dengan begitu, lapangan pekerjaan akan terbuka. Masyarakat Gunungkidul tidak perlu lagi pergi merantau jauh dari kampung halamannya untuk mencari nafkah. Potensi hasil alam Gunungkidul pun begitu. Jika dikelola dengan ide kreatif, hasil alam ini bisa menghasilkan pundi-pundi bagi masyarakat.

Singkong, Potensi yang Terabaikan

Singkong menjadi salah satu makanan pokok yang akrab dengan masyarakat Gunungkidul. Namun daya tarik singkong sebagai sumber karbohidrat jauh di bawah nasi. Beberapa menganggap bahwa singkong adalah makanan orang miskin. Padahal, singkong memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan.

Salah satunya, mengolah singkong menjadi tiwul. Dengan mengolah singkong menjadi tiwul, harga jualnya meningkat. Belum lagi, tiwul masih bisa diolah lagi menjadi berbagai macam produk.

Singkong sudah sejak lama dibudidayakan di Gunungkidul. Sayangnya, saat ini bertani singkong sudah banyak ditinggalkan. Singkong saat ini ditanam untuk mengisi lahan kosong saja. Padahal, hasil bumi ini bisa menjadi ciri khas Gunungkidul. Pemerintah bisa membuat sentra penelitian singkong dari hulu ke hilir, sehingga singkong Gunungkidul bisa berjaya di skala nasional.

Wisata Sungai Gunungkidul

Sungai merupakan karya alam dengan potensi bahaya dan potensi menguntungkan bagi manusia. Gunungkidul memiliki sungai unik dan berbeda dengan sungai di tempat lain. Sungai di Gunungkidul banyak yang memiliki jalur di dalam gua bawah tanah. Ini merupakan ciri khas karakter sungai purba dengan bebatuan purba yang unik dan menarik.

Wisata Gua Pindul adalah salah satu objek wisata yang terkenal di Gunungkidul. Meski namanya wisata gua, tetapi sebenarnya yang lebih identik dari objek wisata ini adalah sungai yang melewati Gua Pindul. Lokasi wisata Gua Pindul berada di Desa Bejiharjo, Karangmojo bisa dicapai dengan mudah bagi para pelancong dari Kota Yogyakarta.

Keeksotisan sungai ini bisa dinikmati dengan tubing (menyusuri sungai dengan menaiki ban dalam). Panorama indah di kanan kiri sungai serta stalagmit dan stalaktit putih kecokelatan khas batuan purba saat memasuki gua, memberikan pengalaman yang berbeda bagi para pelancong. Ditambah suara gemericik air, bunyi kelelawar, sensasi memasuki mulut gua yang terang sampai di perut gua yang gelap gulita menambah suasana meditatif.