Karang Taruna Bangun Lingkungan Literasi Desa Tamanmartani Yogyakarta

Taman Bina Karya

D.I Yogyakarta terdiri dari berbagai daerah di dalamnya, termasuk Desa Taman Martani. Desa Tamanmartani berlokasi di daerah Kalasan, Sleman-Yogyakarta, terdiri dari 22 dukuh. Di daerah tersebut terdapat suatu program kepemudaan yang bernama Karang Taruna Bina Karya.

Sebagaimana diketahui program Karang Taruna Taman Bina Karya merupakan program atau organisasi kepemudaan di daerah Tamanmartani. Fokus dari organisasi ini bertujuan menjadi ruang bebas bagi pemuda dalam mengekspresikan ide atau secara khusus membina karya-karya yang bermanfaat bagi Desa.

Karang Taruna mencakup beberapa kegiatan positif misal olahraga semisal Volli, spiritual semisal pengajian akbar, pendidikan semisal pengadaan program Komputer, mengadakan pelatihan-pelatihan lainnya. Program UKS semisal One Day One Hundred, agenda donor darah, penyandang PMKS, dan lainnya.

Dalam organisasi Karang Taruna, para anak muda di desa tersebut berperan penting memajukan daerah dengan ikut berpartisipasi aktif dalam setiap program yang disepakati bersama. Kegiatan sosial ini merupakan kegiatan positif mengasah kemampuan anak muda serta sharing ide-ide.

Mengasah potensi-potensi pemuda desa sama halnya dengan berusaha mencetak generasi potensial di masa depan. Semakin banyak generasi muda yang potensinya terarah, maka semakin maju wilayahnya dan semakin sejahtera masyarakat desa tersebut.

Kesejahteraan sosial berimplikasi terhadap potensi pemuda di suatu wilayah. Mereka memiliki ide kreatif dan solutif membaca peluang, baik di bidang ekonomi, pendidikan, politik, sosial, spiritual, dan lainnya. Tersedianya program-program atau kegiatan dalam organisasi tersebut dapat menjadi gambaran bahwa Desa Tamanmartani mengusahakan menciptakan lingkungan pedesaan yang menggerakkan potensi pemuda berkembang dalam lingkungan yang positif.

Roger Far (1984) pernah menyatakan bahwa untuk membangun kemajuan dalam suatu peradaban, salah satu langkahnya dengan membangun budaya literasi. Jika melihat program-program Karang Taruna Bina Karya telah menunjukkan ke arah pembentukan peradaban baru.

Karang Taruna Bangun Kesadaran Literasi

Literasi merupakan suatu kegiatan atau usaha memahami berbagai hal, yang di dalamnya terdapat kegiatan membaca, menulis, berhitung, dan lainnya. keseluruhan kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan selamat dari ketidaktahuan atau keterbelakangan. Dengan membaca orang akan menemukan hal-hal baru seperti pengetahuan dan pengalaman, dari hal itu kemudian lahir ide-ide kreatif dari seseorang setelah melalui proses berpikir.

Membangun budaya literasi tidak cukup hanya dengan kegiatan membaca buku, penting juga adanya proses berkarya. Karya yang lahir dari ide-ide hasil olah pikir manusia merupakan puncak tertinggi dari literasi. Jika melihat program-program dari Karang Taruna Bina karya, meliputi bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lainnya. semua hal itu dilakukan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial masyarakat.

Kesejahteraan sosial dalam pandangan Midgley et.al (1995) dipahami sebagai keadaan yang menunjukkan tercukupinya kebutuhan-kebutuhan dasar manusia baik gizi kesehatan, tempat tinggal, pendapatan, dan pendidikan. Jika mencermati kegiatan-kegiatan Karang Taruna Bina Karya di Desa Tamanmartani, mencakup kegiatan pendidikan, sosial, spiritual, kesehatan ekonomi, dan lainnya, dapat dipahami bahwa program-program Karang Taruna berusaha mewujudkan kesejahteraan sosial masyarakat di suatu wilayah.

Kesejahteraan dan literasi merupakan dualisme yang berkelindan. Kesejahteraan dapat didorong oleh keilmuan, wawasan, pengalaman yang mumpuni. Seseorang yang matang bidang pengetahuannya biasanya dapat mencipta (baca: karya). Karya-karya masyarakat di lingkup Karang Taruna beragam, bisa berbentuk ide program yang kemudian direalisasikan dalam kegiatan sosial yang berdampak positif terhadap masyarakat Desa Tamanmartani.

Merujuk pada Peraturan Menteri Sosial Indonesia Nomor 25 Tahun 2019 tentang Karang Taruna, dimaknai sebagai organisasi sosial kepemudaan yang termasuk dalam gerakan pemuda masa kini untuk mengaktualisasikan diri dalam berkarya, baik bagi dirinya maupun masyarakat.

Poin penting dalam literasi adalah karya dan proses. Belajar bersama dan terus berpartisipasi membangun budaya positif memberi bekal terhadap lingkungan. Karang Taruna pada dasarnya bergerak dalam pemberdayaan masyarakat. Berdaya artinya merdeka dan dapat hidup layak hingga terwujud kesejahteraan dalam diri.

Karang Taruna dibangun bersama-sama tidak dijalankan sendiri-sendiri, kerjasama untuk saling mengisi atau menyempurnakan. Sehingga tetap hidup dan berkontribusi besar bagi masyarakat.

Organisasi pemuda tersebut ternyata mendapat respons positif dari banyak kalangan, mereka mengapresiasi bahwa kelompok ini merupakan kelompok yang nantinya membawa peradaban baru bagi masyarakat Desa Tamanmartani. Oleh karena itu, setiap anggota ditempa untuk terus meningkatkan kemampuan masing-masing. Kegiatan-kegiatan yang dimaksud bertujuan melatih diri, masing-masing memiliki bekal, dan jiwa sosialisme yang tinggi sebagai relawan dalam kegiatan positif melahirkan peradaban baru yang kelak berimplikasi terhadap wajah Desa Tamanmartani dan masyarakat.

Karang Taruna merupakan sumber dari segala sumber kegiatan literasi dan pemberdayaan yang bertujuan membantu penyadaran masyarakat arti penting bangun dan berproses bersama-sama tanpa melihat perbedaan. Bergotong-royong atau saling kerjasama menutup kekurangan dari berbagai bidang, baik politik, pendidikan, ekonomi, sosial, dan kesehatan.

Melihat potensi desa kemudian mengolahnya sehingga menjadi kekayaan desa serta memberi penyadaran akan budaya dan kearifan lokal yang wajib dikenali dan dilestarikan. Karang Taruna juga bergerak menggali potensi wisata dan sumber daya desa.