Kebijakan Penghargaan dan Hukuman bagi Aparatur Desa

Suasana Apel Pagi Pemerintah Kalurahan Panggungharjo. FB KALURAHAN PANGGUNGHARJO

Tunjangan kinerja pertama kali diterapkan di tingkat desa oleh Kalurahan Panggungharjo. Kemudian kebijakan ini, ditarik di level nasional untuk diterapkan di seluruh indonesia. Pemberlakukan tunjangan di Kalurahan Panggungharjo sebagai sistem pengunci kultur birokrasi yang telah baik. Awalnya kebijakan ini ditolak oleh pihak kecamatan maupun pihak kabupaten. Namun, dengan pengetahuan dan keberanian yang dimiliki oleh Lurah Panggungharjo maka hal ini dapat diterapkan.

Tahun 2015 diterbitkan Peraturan Desa Nomor 18 Tahun 2015 tentang Pemberian Tambahan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa. Peraturan Desa ini berisikan tentang pemberian tunjangan kinerja bagi perangkat desa dan penerapan sistem reward and punishment terhadap perangkat desa. Tunjangan kinerja diberikan sebagai reward kepada perangkat desa yang secara disiplin melaksanakan tugas selama jam kerja kantor desa (jam 08.00-16.00). Sedangkan sebagai punishment, dalam Perdes Nomor 18 Tahun 2015 disebutkan: terdapat pemotongan tunjangan kinerja bagi perangkat yang tidak disiplin dalam jam kerja.

Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa berdasarkan ketentuan pelaksanaan hari kerja yang berlaku bagi Aparatur Pemerintah Desa, maka akan dilakukan pemotongan Tambahan Penghasilan apabila: Pertama, terlambat masuk kerja tanpa keterangan yang sah, dipotong 2 persen per hari. Kedua, Pulang mendahului tanpa keterangan yang sah, dipotong 2 persen per hari. Ketiga, tidak masuk kerja tanpa keterangan yang sah dipotong 4 persen per hari. Keempat, izin tidak masuk kerja lebih dari 2 (dua) kali dalam 1(satu) bulan dipotong 4 persen sesuai dengan jumlah kelebihan hari.

Dengan pemberlakuan peraturan tersebut, harapan bersama dalam mewujudkan pelayanan yang baik kepada masyarakat dapat direalisasikan oleh perangkat desa dan kemudian termotivasi untuk mematuhi jam kerja Pemerintah Desa Panggungharjo. Selain itu, Untuk mengecek kedisiplinan perangkat kalurahan, Wahyudi juga memberlakukan absensi secara fingerprint setiap jam masuk dan jam pulang kantor. Sehingga perangkat yang tidak disiplin dapat terlihat dari hasil rekap data fingerprint tersebut.

Pada tahun 2016, dilakukan perubahan terkait pemberian tunjangan. Perbedaan yang mencolok dalam Perdes Nomor 1 Tahun 2016 adalah ada pada nominal tunjangan yang diberikan. Pemberian tunjangan tersebut disesuaikan dengan pendapatan asli desa yang setiap tahunnya ada peningkatan. Dari hasil wawancara peneliti terhadap perangkat desa tentang penerapan sistem reward and punishment ini mampu mendongkrak semangat para perangkat dalam melaksanakan tugas.

Kemudian ditambah dengan adanya perangkat terbaik setiap triwulan yang menjadi motivasi bagi setiap perangkat yang lain. Bagi yang mendapatkan predikat akan diberikan reward diluar dari tunjangan yang diterima. Sistem pemberian tunjangan seperti ini mampu meningkatkan semangat para perangkat dan adanya kekompakkan dalam menjalankan setiap tanggung jawab yang telah diberikan. Indikator penilaian perangkat kalurahan terbaik didasari pada keberhasilan kerja yang telah dicapai.

Sistem tunjangan kinerja ini juga efektif dalam menjawab permasalahan birokrasi desa yang tidak mengenal jenjang karir. Pemberian reward atau hadiah kepada dukuh juga dilakukan. Hal tersebut ada pada penarikan pajak yang ditempuh dengan langkah-langkah: Pertama, menyampaikan SPPT kepada wajib pajak seawal mungkin di Bulan Februari-Maret 2018. Kedua, pelayanan mobil keliling. Ketiga, melaksanakan jemput bola. Keempat, pemberian hadiah bagi dukuh yang memperoleh PBB mencapai 65 %.

Pemberian tunjangan lainnya diberlakukan kepada Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Panggungharjo setiap triwulan, dengan indikator jumlah produk hukum desa yang dihasilkan. Selain tunjangan, biaya operasional lainnya, seperti: Pengadaan ATK (Alat Tulis Kantor), Belanja BBM (Bahan Bakar Minyak), Belanja cetak dan penggandaan, Belanja makan minum rapat/sidang; Belanja makan minum pelaksanaan kegiatan, meliputi kegiatan peninjauan lokasi tanah desa, jaring aspirasi, penerimaan tamu dan lain-lain, belanja dokumentasi, pemberian honorarium staf administrasi BPD, perjalanan dinas. Dan untuk setiap RT disediakan Insentif/Operasional yang meliputi: Belanja cetak dan dokumentasi; Belanja makan minum rapat dan kegiatan RT; Belanja asuransi; Belanja papan pengumuman, pengadaan seragam

Pemberian tunjangan berupa insentif dan biaya operasional merupakan langkah strategi yang ditempuh oleh Kalurahan Panggungharjo dalam mendorong dan meningkatkan etos kerja dan rasa kepedulian terhadap kemajuan desa.

Inovasi merupakan perubahan dari tataran pemberian pelayanan yang semakin baik. Kekuatannya ada pada ilmu pengetahuan, teknologi dan strategi. Inovasi di Kalurahan Panggungharjo dipengaruhi karena pengetahuan dari kepemimpinan Wahyudi yang memanfaatkan bentang alam dan bentang hidup masyarakat di Kalurahan Panggungharjo. Kepala desa yang merupakan aktor sekaligus institusi sentral bagi akuntabilitas, transparansi dan responsivitas dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, dengan bercorak kepemimpinan inovatif-progresif yang tidak anti demokrasi dan haus akan perubahan memberikan ruang politik bagi tumbuhnya transparansi, akuntabilitas dan partisipasi.

Kalurahan Panggungharjo di bawah kepemimpinan Wahyudi Anggoro Hadi, mampu menggerakkan perubahan melalui pemanfaatan bentang alam dan bentang hidup masyarakat yag ada di Kalurahan Panggungharjo. Dengan gaya kepemimpinan yang demokratis memberikan ruang politik kepada seluruh warganya untuk berbuat, berkarya dan bertindak sebagai agen perubahan untuk desanya sendiri.

Inovasi di Kalurahan Panggungharjo dimulai dari penggunaan teknologi dalam melakukan pelayanan yang berkaitan dengan kependudukan dan pencatatan sipil. Mendirikan BUMDesa, mendata dan menegosiasi ulang aset-aset yang dimiliki oleh desa, membentuk lembaga-lembaga desa yang menjadi faktor utama perubahan relasi antara masyarakat dengan pemerintah desa, Membuat Badan Pelaksana-Jaminan Perlindungan Sosial yang terdiri dari penerapan KIS, KIP dan KIA, yang bahkan sebelum adanya kebijakan Jokowi tentang penerapan kartu ini, sudah duluan ada di Kalurahan Panggungharjo.

Selain itu, mengurus lansia dan memberdayakan masyarakat Kalurahan Panggungharjo yang tidak memiliki pekerjaan, menyekolahkan perangkat kalurahan sebagai bentuk dukungan untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Hingga pada saat ini, Kalurahan Panggungharjo telah menyekolahkan delapan Perangkat Kalurahan di Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” Yogyakarta. Selanjutnya di masa kepemimpinan Wahyudi adanya program satu rumah satu sarjana serta mendirikan sekolah dasar milik Kalurahan Panggungharjo yang kedepannya akan dilanjutkan pendirian tingkat SMP di Kalurahan Panggungharjo.

Tujuan dari inovasi yang diterapkan oleh Kalurahan Panggungharjo adalah memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial kepada seluruh warga serta menghadirkan negara dalam kehidupan masyarakat desa.

Pemerintah Kalurahan Panggungharjo berhasil mereinventing birokrasinya sebagai sebuah bentuk strategi dalam melakukan transformasi secara mendasar dari sistem dan organisasi publik dengan tujuan meningkatkan efektivitas, efisien, kemampuan beradaptasi dan kapasitas dalam berinovasi secara dramatis. Hal ini pun Kalurahan Panggungharjo melakukannya dengan mengubah tujuan, menata kembali pemberian insentif, semua hal yang dikerjakan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik (akuntabilitas), struktur kekuasaan (relasi) dan kultur birokrasi yang baik.

Penataan birokrasi Kalurahan Panggungharjo disertai dengan membenahi kapasitas para perangkat kalurahan. Pembenahan kapasitas dilakukan dengan menyekolahkan para perangkat di perguruan tinggi sebagai bentuk investasi jangka panjang yang dilakukan oleh pemerintah Kalurahan Panggungharjo. Hal inipun telah berulang kali Wahyudi selaku Lurah Panggungharjo mengatakan: yang membuat orang berubah adalah karena pengetahuan. Sejalan dengan pernyataan tersebut, dalam mendongkrak perubahan dalam birokrasi, maka yang dilakukan adalah menyekolahkan para perangkat yang punya semangat belajar dan kerja dalam waktu jangka panjang.

 

Add Comment