Kiat Pemeliharaan Ikan dari Kelompok Mina Legi

Pemberian pakan ikan di Kelompok Budi Daya Mina Legi. PUTRI INDAHSARI

Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi didirikan pada awal tahun 1997 dengan memanfaatkan lahan yang sebelumnya dimanfaatkan untuk lahan persawahan, namun tidak dalam kondisi yang baik.

Hal itu disebabkan karena tanah yang digunakan untuk menanam padi merupakan tanah yang tidak subur, bahkan cenderung keras. Akibatnya, padi tidak dapat ditanam dengan baik.

Kemudian, saya berinisiatif untuk menyewa lahan tersebut kepada kepala dukuh sebagai pemiliknya untuk dibangun sebuah kolam ikan. Saya memutuskan untuk mengelola ikan air tawar karena lokasi pembangunan kolam dekat dengan sungai.

Selain itu, walaupun musim kemarau tiba, dapat dipastikan perairan kolam akan tetap dalam kondisi baik, karena sungai tersebut merupakan mata air dari Gunung Merapi.

Saat pertama kali mengelola ikan, saya memulai dengan memelihara ikan tombro, ikan tawes, ikan nila, ikan gurami, hingga ikan lele. Namun, pemeliharaan ikan lele tidak dapat bertahan lama karena ikan lele tidak cocok dengan kondisi airnya.

Pemeliharaan ikan lele harus dengan kondisi air yang tidak bergerak atau diam. Pergerakan di air mengakibatkan ikan lele menjadi penuh dan tidak dapat bertahan lama.

Walaupun mengelola beberapa jenis ikan, Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi memfokuskan pemeliharaan ikan nila merah dan ikan bawal. Hal itu disebabkan kedua jenis ikan tersebut memiliki daya jual yang tinggi dan stabil.

Sisi lainnya, ikan nila merah memiliki rasa yang lebih dibanding jenis lain. Pertumbuhannya cepat, serta pemeliharaan ikan nila juga dinilai lebih terjangkau dan mudah jika dibandingkan pemeliharaan jenis ikan yang lain. Ikan nila juga dapat diolah menjadi daging filet.

Selain ikan nila, ikan bawal juga memiliki pertumbuhan yang cepat. Ikan bawal dipilih untuk konsumsi pemancingan, karena paling laku. Ikan ini juga dinilai dapat beradaptasi dengan mudah di lingkungan yang baru, sehingga pemeliharaannya cocok dilakukan di mana saja, baik itu di kota atau di desa. Selain itu, ikan bawal merupakan jenis ikan yang tahan terhadap hama penyakit.

Tidak ada perbedaan dalam cara pemeliharaan pada berbagai jenis ikan. Bahkan, ikan bawal dinilai paling mudah, karena dapat mengonsumsi lumut atau dedaunan di sekitar kolam.

Selama kurang lebih 24 tahun didirikan, Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi pernah mengalami kerugian karena ikan-ikan yang dikelola mati dalam jumlah yang banyak.

Hal itu disebabkan oleh faktor eksternal, yakni adanya kegiatan penebangan pohon munggur yang berada di atas kolam. Kegiatan tersebut menyebabkan kayu gergaji masuk ke sungai dan merubah air kolam menjadi warna cokelat karena getah pohon munggur.

Selain itu, pergantian musim dari musim kemarau menjadi musim hujan harus diwaspadai, sebab musim hujan menyebabkan pH air turun dan oksigen dalam air kolam berkurang. Hal itu disebabkan paparan sinar matahari yang kurang akibat cuaca yang mendung.

Untuk menyiasati hal tersebut, saya menggunakan pohon pisang jenis klutuk yang masih muda. Dengan cara memotong dan mencacah batang pohon pisang klutuk. Kemudian, potongan dan cacahan tersebut akan menghasilkan getah yang pada langkah selanjutnya dimasukkan ke air kolam. Cara-cara tersebut dapat meningkatkan imunitas ikan.

Pemeliharaan ikan gurami harus lebih diperhatikan pada musim hujan. Lantaran, saat hujan ikan gurami akan berenang ke bawah hingga dasar kolam untuk mencari air kolam yang masih memiliki suhu hangat. Oleh sebab itu, pemeliharaan ikan gurami harus memiliki kolam yang dalam.

Jika tidak memiliki kolam yang cukup dalam, ikan gurami tidak dapat ke bawah untuk mencari air yang hangat. Hal itu mengakibatkan ikan gurami mati karena sisik ikan gurami mengelupas dan badan ikan gurami menjadi merah.

Penempatan ikan di kolam berdasarkan usia dan jenisnya. Jenis ikan bawal yang baru menetas hingga dewasa berada dalam satu kolam yang sama, karena ikan bawal mengonsumsi pakan yang lebih banyak dibandingkan jenis ikan lainnya.

Jenis ikan lainnya, seperti ikan nila dan ikan gurami ditempatkan pada kolam yang sama serta dipilih berdasarkan usianya yang terbagi menjadi tiga kategori. Pertama, kolam diisi ikan yang baru menetas hingga memiliki usia tiga minggu.

Kedua, kolam diisi ikan dengan usia satu hingga dua bulan. Ketiga, kolam diisi ikan dewasa atau ikan berusia tiga bulan atau lebih. Keempat, kolam diisi untuk ikan yang sedang dalam masa kawin.

Jenis pelet atau pakan ikan yang digunakan terbagi menjadi dua jenis, yaitu pelet ikan dengan tekstur keras dan pelet ikan dengan tekstur lembut, yakni hasil dari pelet bertekstur keras yang dicampur dengan air panas.

Umumnya, ikan yang berusia tiga minggu hingga dua bulan mengonsumsi pelet bertekstur lembut. Pemberian pelet bertekstur keras dilakukan pada ikan yang berusia minimal tiga bulan.

Pemberian pakan pada ikan dilakukan dua kali dalam sehari, tepatnya pada waktu pagi dan sore. Pada pagi hari, ikan mengonsumsi dedaunan, seperti daun gedi. Sementara pada sore hari, ikan mengonsumsi pelet. Umumnya menghabiskan satu kilogram pelet dalam satu hari. Sebagai perawatan khusus, saya mencampur pakannya dengan vitamin, seperti antibiotik dan tetes tebu. Tetes tebu berguna untuk meningkatkan protein.