Kiat Rumah Tangga Bahagia dan Lestari

Pasangan Suami Istri. NU ONLINE

Setiap pasangan yang menikah tentu ingin perkawinannya bahagia dan langgeng. Kebahagiaan adalah tentang ketenangan batin dan kepenuhan rasa kasih sayang, sedangkan langgeng terkait ketahanan bangunan rumah tangga, utuh tak terpisahkan selama hayat dikandung badan. Keduanya adalah impian setiap orang yang hendak membina rumah tangga.

Pada kenyataannya, tidak semua pasangan menikah mampu menjalani kehidupan rumah tangga dengan mulus. Berbagai masalah muncul dari yang ringan hingga yang berat. Tidak jarang perkawinan kandas di tengah jalan melalui tragedi yang mengerikan. Kebahagiaan yang diharapkan, tapi malah sengsara yang dirasakan.

Bagi para calon pengantin, ada baiknya mempersiapkan diri dengan baik dan matang. Hal ini penting, tidak hanya sebagai bekal, tetapi untuk mengantisipasi masalah yang mungkin menghadang kelangsungan rumah tangga kelak. Bekal yang baik akan membuat calon pengantin semakin yakin dan percaya diri dalam membina rumah tangga.

Untuk membangun rumah tangga sejahtera, bahagia, serta langgeng, ada sejumlah tips yang dapat dilakukan. Beberapa tips ini berlaku baik bagi calon pengantin, terutama para pasangan yang baru nikah.

Nikah sebagai Ibadah

Pastikan pernikahan yang Anda jalani sebagai bagian dari melaksanakan ajaran agama. Bagi muslim, caranya dengan menghubungkan bahwa nikah adalah untuk memenuhi dan mengikuti sunah Allah dan sunah Rasulullah.

Allah menciptakan makhluk berpasangan maka nikah adalah realisasinya, dilaksanakan sesuai tuntunan syariat agama. Niatkan menikah sebagai jalan ibadah mendekatkan diri dengan Allah sehingga sekaligus memohon rida dan bimbingan-Nya.

Serahkan segala perkara dalam kuasa-Nya, lalu berdoalah agar Allah memberikan kemudahan dalam membina rumah tangga. Contohlah bagaimana Rasulullah membangun rumah tangga yang selalu dalam bingkai ibadah dan kasih sayang untuk keluarga.

Memegang Teguh Komitmen Bersama

Komitmen nikah adalah semangat dan tekad dari dua belah pihak pasangan untuk membangun rumah tangga yang utuh dan bahagia. Komitmen nikah dapat berupa tekad kuat untuk hidup bersama tak terpisahkan dalam suka dan duka; menjalani kehidupan rumah tangga dalam suasana iman dan takwa; saling menyayangi dan menghormati; saling menguatkan dan menolong; bertanggung jawab dan menjaga amanah; menghindari sesuatu yang membuat pasangan menderita; selalu terbuka dalam berbagai hal; melakukan yang terbaik untuk pasangan dan keluarga; menghindari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT); dan lain-lain.

Kerja Sama dan Ikhlas

Tantangan terbesar dalam berumah tangga adalah memenuhi kebutuhan keluarga. Oleh karena itu, mencukupi kebutuhan hidup keluarga memerlukan kerja sama kedua belah pihak pasangan, suami dan istri.

Pada dasarnya, pemenuhan kebutuhan rumah tangga adalah tanggung jawab berdua. pembagian tugas menjadi penting untuk disepakati bersama. Intinya, suami dan istri harus bekerja keras untuk dapat mencukupi kebutuhan dalam berumah tangga.

Jika orang tua memberi bantuan berbagai keperluan hidup, itu sifatnya sementara. Pastikan keluarga Anda berproses menuju mandiri. Selain kerja keras, jangan lupa semua ikhtiar mencari rezeki selalu dilandasi ikhlas. Dengan ikhlas, akan menguatkan perjuangan membahagiakan keluarga.

Taat Menjalankan Kewajiban Agama

Hidup kita di dunia ini bersifat sementara dan hendak menuju akhirat, alangkah ruginya apabila mengabaikan tuntunan agama. Dalam berumah tangga, berpegang pada ajaran adalah hal yang sangat penting. Kewajiban salat lima waktu bagi muslim harus selalu ditegakkan.

Demikian juga dengan ibadah yang lain, seperti puasa, zakat, haji, dan bersedekah. Begitu juga aktif mengikuti pengajian, salat jamaah, dan tadarus Al-Qur’an. Selain itu, tidak kalah pentingnya adalah berakhlak karimah, yaitu berperilaku baik dalam pergaulan, baik di dalam maupun di luar rumah, serta baik di lingkungan tempat tinggal maupun lingkungan tempat kerja.

Hindari hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama, seperti berjudi, minuman keras serta mabuk-mabukan, selingkuh, jual beli dan mengedarkan barang terlarang, dan sebagainya.

Menghindari Hal-Hal yang Dapat Meruntuhkan Rumah Tangga

Sangat penting bagi pasangan untuk mengetahui dan menghindari beberapa hal yang dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga. Disharmoni rumah tangga itu dapat berujung pada perceraian. Hal ini perlu disadari sejak awal agar pasangan suami dan istri dapat mengantisipasi dalam menghadapinya.

Untuk itu, pasangan suami istri sedapat mungkin menghindari hal-hal berikut ini; mengkhianati kepercayaan pasangan; merendahkan pasangan dan keluarganya; mengabaikan tanggung jawab; melakukan hal-hal yang terlarang oleh agama; hukum dan kepatutan; mengambil keputusan tanpa sepengetahuan pasangan atau tanpa musyawarah; dan lain-lain yang dapat merusak kenyamanan dan kebersamaan dalam rumah tangga.

Melakukan Hal-Hal yang Akan Menguatkan Hubungan Suami Istri

Ada sejumlah hal yang perlu terus-menerus dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah agar rumah tangga tetap utuh dan bahagia. Keberhasilan upaya ini sangat tergantung dari kesungguhan setiap pasangan secara bersama-sama. Keutuhan rumah tangga akan terganggu manakala salah satu menguatkan, sementara yang lain justru melemahkan.

Diperlukan kekompakan dan kerjasama secara istikamah untuk melakukan hal-hal berikut sehingga ketenangan jiwa serta kesejahteraan rumah tangga dapat dipenuhi dan dipertahankan. Yaitu, ikhlas dan menerima sepenuh hati kekurangan pasangan; selalu bersyukur dengan apa yang diberikan Tuhan; saling membahagiakan pasangan secara timbal balik; menghindari sifat egoisme; menerima dan menghargai kerja keras pasangan; tidak banyak menuntut sesuatu kepada pasangan; hormati pasangan dan berikan pujian; pahami kebiasaan dan adat istiadat pasangan; tekun ibadah sebagai jalan menuju rida Ilahi.

Demikian bahan renungan dan pembelajaran bagi kawan-kawan yang akan dan baru saja memulai hidup berumah tangga. Keberhasilan membangun keluarga yang dicita-citakan sangat bergantung pada kedua pasangan. Semua itu perlu diperjuangkan dengan penuh kesungguhan, kerja sama, kerja keras, doa, dan keberuntungan. Semoga keluarga dan rumah tangga yang diidam-idamkan dapat tercapai.

 

2 thoughts on “Kiat Rumah Tangga Bahagia dan Lestari

  1. Agus Dwi Jayanti

    - Edit

    Alhamdulillah berkesempatan membaca nasehat dalam berumah tangga sebelum menikah. Terimakasih untuk ilmunya bapak, sukses selalu

Comments are closed.