Kolaborasi Lintas Komunitas sebagai Aksi Nyata untuk Kelestarian Alam

Suasana Community Action Camp di Garduaction. DODI IRAWAN

Yogyakarta – Pepelingasih, Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih, bersama Yayasan Abinaya menggelar program International Environment Forum and Action (IEFA) pada 26-28 November 2021. Kegiatan diikuti oleh alumni Pepelingasih Indonesia dan berbagai komunitas lain yang bergerak dalam bidang lingkungan hidup. Rangkaian kegiatan dilaksanakan secara daring dan luring.

Hari pertama dengan tajuk Small Change to Tackle Climate Change diisi dengan sesi webinar yang menghadirkan empat narasumber. Rokhmi Vita Kusuma, S.S, S.Pd, M.I.kom (Menteri Pemuda dan Olahraga) membawakan materi dari perspektif pemerintah, Muhammad Fauzul Haq, M.Ikom (Dosen UPN Veteran Yogyakarta) dari perspektif akademik, Muhammad Athalla Fawwaz (Enterprise, Founder, dan CEO Agrarise) dari sektor bisnis ramah lingkungan, dan Dodi Irawan (Environment Activist) dari perspektif NGO bidang lingkungan hidup Yogyakarta.

Kemenpora diwakili Rokhmi Vita Kusuma, S.S, S.Pd, M.I.kom menjelaskan bahwa pemerintah senantiasa mendukung gerakan anak muda di bidang lingkungan, khususnya Pepelingasih yang dapat digunakan sebagai wadah anak muda untuk berkontribusi di bidang lingkungan dan konservasi alam. Dari sisi agraris, Muhammad Athalla banyak menyampaikan mengenai pekerjaan di ranah lingkungan atau green jobs yang tentunya lebih ramah dan berkelanjutan.

Pada penutup, Muhammad Fauzul Haq dari perspektif akademik berpesan bahwa fokuslah terhadap apa yang dapat kita ubah seperti halnya krisis iklim yang dapat dilakukan melalui perubahan kecil dari diri sendiri. Begitu juga dengan Dodi Irawan selaku aktivis lingkungan dari NGO berpesan jika ingin merubah hal yang besar, mulailah dari hal yang kecil terlebih dahulu.

Pada hari kedua dikemas dalam bentuk Community Action Camp (CAC) yang bertempat di Gardu Action, Pantai Parangtritis pada tanggal 27-28 November 2021. Kegiatan dibuka dengan aktivitas penanaman bibit pohon mangrove asosiasi jenis ketapang (Terminalia cattapa) di area zona penunjang Gumuk Pasir Parangtritis, dan penanaman bibit pohon buah jambu kristal dan sirsak di area halaman rumah warga perdusunan Grogol VIII, IX, X dengan berkolaborasi bersama karang taruna setempat.

Usai penanaman pohon, pada malam harinya, CAC diisi dengan sesi diskusi bersama Ardha Kesuma, penulis buku Merawat Diri Merawat Bumi yang sekaligus sebagai peluncuran perdana buku catatan lingkungan hidup tersebut.

Tak berhenti pada sesi diskusi buku, forum yang dihadiri oleh sekumpulan pemuda peduli lingkungan tersebut juga membuka sesi diskusi mengenai mitigasi krisis iklim yang telah dan sedang dilakukan oleh komunitas masing-masing. Kegiatan CAC ditutup pada hari Minggu pagi, dengan bersih pantai, dan dilanjutkan pada penutupan program IEFA di Kota Yogyakarta.

Penghujung rangkaian program mengambil tema Neglected Area in Tackling Climate Change and How NGO Fill the Space dengan konsep sharing session. Sesi penutupan ini menghadirkan narasumber-narasumber dari perwakilan Ayo Lindungi Hutan, Siap Darling, dan Earth Hour yang dipandu oleh Dodi Irawan dari Kemangteer Jogja, dan Jadid Purwaka Aji selaku Project Manager IEFA 2021.

Seluruh rangkaian kegiatan IEFA 2021 diikuti oleh Duta Pepelingasih Indonesia DIY-Jawa Tengah, berbagai komunitas lingkungan hidup di Yogyakarta, dan personal yang berasal bukan dari organisasi apa pun. Adanya kegiatan ini mampu berkontribusi dalam membuka perspektif baru komunitas yang bergerak dalam bidang lingkungan hidup dalam menjalin hubungan antar-organisasi, hingga tercipta forum komunikasi untuk mencapai tujuan kelestarian alam.