Visi dan Misi Kalurahan Panggungharjo

Senyuman khas Lurah Panggungharjo. WAHYUDI ANGGORO HADI

Saya sangat mengidolakan dua orang tokoh. Satu tokoh nasional dan satu tokoh desa yang menasional. Tokoh pertama bernama Basuki Tjahaja Purnama atau lebih dikenal dengan panggilan Ahok. Salah satu motto hidupnya yang saya tulis adalah yang berbunyi : ‘prestasi dan karya besar, hanya lahir dari tangan dingin seseorang yang memiliki: Gagasan, kreativitas, inovatif dan jiwa leadership, dan mampu bersinergi dengan team work’.

Tokoh yang kedua adalah Wahyudi Anggoro Hadi, yang banyak pegiat desa menyebutnya dengan sebutan ‘lurah rasa menteri’. Menurut saya, mereka berdua mempunyai misi dan visi hampir sama, yaitu menolak praktik-praktik money politics dan mempunyai kepedulian dengan kesejahteraan warga bangsa.

Dalam membuat tulisan narasi perubahan desa, saya tidak akan membahas terkait tokoh Ahok, tetapi lebih dominan kepada tokoh Wahyudi.

Untuk melihat misi dan visi Wahyudi selama 6 tahun pertama, dapat kita lihat dalam perencanaan pembangunan jangka menengah desa (RPJMDes tahun 2012-2018).

Sebelum kita menilik jauh ke depan tentang apa dan bagaimana misi dan visi Wahyudi, Pada masa awal kepemimpinannya ia mencoba membentuk kultur birokrasi yang tidak populer baik tingkat nasional apalagi tingkat lokal berskala desa.

Kultur birokrasi yang baru dibentuk di masa kepemimpinan Wahyudi adalah mengedepankan sistem penggajian berbasis kinerja. Dalam artian perangkat yang berkinerja baik akan mendapatkan penghasilan yang baik dan begitu sebaliknya. Penerapan sistem penggajian berbasis kinerja, hal yang mendasar yang dilakukan adalah analisis jabatan, analisis beban kerja, penetapan kinerja, pengukuran kinerja dan pemberian tunjangan kinerja.

Dengan analisis jabatan ini, maka dapat diketahui persyaratan minimum yang dipersyaratkan bagi seseorang yang menduduki suatu jabatan. Contohnya: Di Kalurahan Panggungharjo, untuk menduduki posisi (jabatan) sebagai kepala dusun, secara ideal setidaknya lulusan diploma. Tujuannya adalah dilihat dari kompetensi. Dengan status pendidikan, setidaknya memahami proses perencanaan partisipatif, pengelolaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan strategi ini, maka sejak tahun 2015, Pemerintah Kalurahan Panggungharjo menugas-belajarkan 7 (tujuh) orang perangkat kalurahan untuk kuliah di STPMD “APMD” Yogyakarta, (Wahyudi, 2018:66).

Untuk melihat misi dan visi Wahyudi selama 6 tahun kedua, dapat kita lihat dalam perencanaan pembangunan jangka menengah desa (RPJMDes tahun 2018-2024).

Visi Misi Kalurahan Panggungharjo

Dalam mengimplementasi Visi dan Misi, terkadang menjadi pajangan yang indah untuk dibaca. Mengapa demikian?, karena visi dan misi tidak pernah dilandaskan pada realita kehidupan. Wahyudi dalam beberapa diskusi, sering menyampaikan bahwa menjadi seorang lurah adalah melakukan sebuah eksperimen. Namun, kata “eksperimen” dimaknai tidak hanya sekedar pertunjukan atau percobaan. Tetapi, dalam diri Wahyudi, menjadi Lurah adalah sebuah kegelisahan yang disebabkan karena tidak menemukan orang yang dapat dititipkan harapan untuk menghadirkan negara dalam desa.

Wahyudi sejak menjabat Lurah Panggungharjo periode 2012-2018, 2018-2024 merumuskan visi dan misi dengan berlandaskan pada kehidupan masyarakat Kalurahan Panggungharjo.

Analisis Visi dan Misi Kalurahan Panggungharjo

Apakah sebenarnya yang menjadi misi Kalurahan Panggungharjo pada periode pertama kepemimpinan Wahyudi Anggoro Hadi (2012-2018)? Secara gamblang dituliskan dalam Dokumen RPJM Desa bahwa ada lima misi Wahyudi Anggoro Hadi, yakni pertama, mewujudkan pelayanan yang profesional melalui peningkatan tata kelola pemerintahan desa yang responsif, akuntabel, dan transparan. Kedua, mewujudkan kehidupan sosial budaya yang dinamis dan damai.

Ketiga meningkatkan potensi dan daya dukung lingkungan untuk menciptakan peluang usaha. Keempat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan hijau yang partisipatif. Kelima, meningkatkan dan memperluas jaringan kerjasama pemerintah dan nonpemerintah. Sedangkan apa mimpi-mimpi Wahyudi yang dituliskan dalam kalimat visinya yang tertempel dalam tembok dalam kantornya yakni menyelenggarakan pemerintah yang bersih, transparan dan bertanggung jawab untuk mewujudkan masyarakat Desa/Kalurahan Panggungharjo yang demokratis, mandiri, dan sejahtera serta berkesadaran lingkungan.

Visi merupakan cerminan tentang segala sesuatu yang akan dilaksanakan untuk mencapai gambaran kedepan yang diinginkan (tujuan). Visi Pembangunan Kalurahan Panggungharjo di awal kepemimpinan Wahyudi adalah Panggungharjo Asri, Agamis, Sejahtera, Rukun dengan mengedepankan Ilmu Dan Teknologi. Visi tersebut mengandung makna bahwa Panggungharjo berkeinginan mewujudkan kondisi masyarakat Panggungharjo yang agamis, hidup sejahtera, penuh kerukunan dengan dilandasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya akan diwujudkan melalui misi.

Dalam Visi Kalurahan Panggungharjo berkeinginan mewujudkan kehidupan mandiri dan berkesejahteraan dalam kehidupan yang demokratis dengan menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, transparan dan bertanggung jawab. Setiap kata yang terkandung dalam Visi Panggungharjo, diberikan makna sebagai value yang menjadi patokan bagi Pemerintah Kalurahan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Makna dari masing-masing kata yang terdapat dalam visi tersebut adalah sebagai berikut : Pertama, bersih dalam arti pemerintahan dijalankan dengan dilandasi dengan niatan yang tulus ikhlas dan suci serta dilandasi dengan semangat pengabdian yang tinggi. Kedua, transparan dalam arti setiap keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka dan dapat diakses oleh masyarakat.

Ketiga, bertanggung jawab dalam arti pemerintahan yang wajib menanggung segala sesuatunya dan menerima pembebanan sebagai akibat sikap tindak sendiri atau pihak lain. Kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan dan diperkarakan. Keempat, demokratis dalam arti bahwa adanya kebebasan berpendapat, berbeda pendapat dan menerima pendapat orang lain. Akan tetapi apabila sudah menjadi keputusan harus dilaksanakan bersama-sama dengan penuh rasa tanggung jawab.

Kelima, mandiri dalam arti bahwa kondisi atau keadaan masyarakat Panggungharjo yang dengan prakarsa dan potensi lokal mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Keenam, sejahtera dalam arti bahwa kebutuhan dasar masyarakat Desa Panggungharjo telah terpenuhi secara lahir dan batin. Kebutuhan dasar tersebut berupa kecukupan dan mutu pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, lapangan pekerjaan dan kebutuhan dasar lainya seperti lingkungan yang bersih, aman dan nyaman, juga terpenuhinya hak asasi dan partisipasi serta terwujudnya masyarakat beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Ketujuh, berkesadaran lingkungan dalam arti bahwa kelestarian lingkungan dijadikan sebagai roh atas segala kegiatan pembangunan.

Untuk mencapai Visi maka diperlukan Misi yang merupakan pernyataan dan penjabaran tentang tujuan operasional pemerintah desa yang diwujudkan dalam kegiatan ataupun pelayanan. Penjabaran misi dimaknai sebagai berikut:

Pertama, agamis mengandung pengertian bahwa kondisi masyarakat yang ingin dicapai adalah masyarakat yang agamis, taat menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya sehingga kehidupan masyarakat Panggungharjo senantiasa diwarnai oleh nilai-nilai religius dan budi pekerti luhur yang dapat diterapkan dalam interaksi sosial sehari-hari.

Kedua, sejahtera mengandung pengertian bahwa kebutuhan dasar masyarakat Panggungharjo dapat terpenuhi secara lahir dan batin dengan cara menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ketiga, rukun dalam arti bahwa terwujudnya kerukunan masyarakat akan sangat membantu terwujudnya keamanan dan ketentraman masyarakat dan berdampak pada stabilitas desa, kondisi ini akan mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Keempat, ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi diartikan bahwa sumber daya manusia (SDM) Panggungharjo mengedepankan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam meningkatkan kesejahteraan sehingga mampu memberikan andil dalam pembangunan desa.

Dengan terciptanya kultur masyarakat yang agamis, maka tentu akan mewujudkan masyarakat yang madani. Dalam mencapai tujuannya, didukung dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, tata kelola pemerintahan yang baik (reformasi) dengan penguatan kelembagaan yang ada serta membangun kerukunan di tengah-tengah masyarakat maupun lembaga yang ada.

Untuk mewujudkan Misi Kalurahan Panggungharjo, maka nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi oleh Pemerintah Kalurahan Panggungharjo adalah: pertama, partisipatif (keterlibatan). Setiap anggota masyarakat Panggungharjo mempunyai hak untuk berpartisipasi dalam konteks pembangunan dengan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat. Oleh karenanya setiap proses pembangunan masyarakat harus dilibatkan mulai dari perencanaan, pelaksanaan pengawasan sampai pada pemeliharaan.

Kedua, transparan (keterbukaan). Adanya sifat keterbukaan pemerintah desa Panggungharjo dengan batas-batas kewajaran dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat. Ketiga, demokratis. Masyarakat diberi kebebasan dalam mengemukakan pendapat dan menerima pendapat orang lain. Keempat, efektif dan efisien yang mengedepankan hasil yang optimal dengan pengorbanan yang relatif sedikit (biaya maupun waktu) sehingga berhasil guna dan berdaya guna.

Dan kelima, berbudaya. Setiap gerak langkah pembangunan selaras dengan adat istiadat dan budaya yang berkembang di masyarakat, dengan demikian pelaksanaan pemerintahan desa senantiasa menjunjung tinggi budaya dan budi pekerti yang luhur.

Visi dan Misi yang dibawa oleh Wahyudi sebagai Lurah Panggungharjo, tidak hanya sekadar kata yang dipajang. Tetapi, betul-betul diimplementasikan sebagai wujud pertanggungjawaban akan amanah yang telah dipercayakan kepadanya. Visi dan Misi yang mengandung makna kuat berorientasi pada pembaharuan desa yang tujuannya pada pelayanan publik, peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat, peningkatan kesejahteraan sosial, pemerataan pembangunan, serta menjamin ketertiban dan keamanan masyarakat.

Dan apakah sebenarnya yang menjadi misi Kalurahan Panggungharjo pada periode kedua kepemimpinan Wahyudi Anggoro Hadi (2018-2024)? Secara gamblang pula dituliskan dalam Dokumen RPJM Desa bahwa ada delapan misi Wahyudi Anggoro Hadi, yakni : Pertama, mewujudkan pelayanan yang profesional melalui peningkatan tata kelola pemerintahan desa yang responsif, akuntabel dan transparan. Kedua, meningkatkan kualitas kehidupan dan kesehatan masyarakat.

Ketiga, meningkatkan kehidupan beragama dan sosial budaya yang lebih dinamis dan damai. Keempat, meningkatkan potensi dan daya dukung lingkungan untuk menciptakan peluang usaha. Kelima, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan hijau yang partisipatif. Keenam, meningkatkan dan memperluas jaringan kerjasama Pemerintah dan Nonpemerintah. Ketujuh, Meningkatkan kualitas dan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, terampil dan berkepribadian luhur.

Kedelapan, Meningkatkan kapasitas dan kualitas sarana dan prasarana umum, pemanfaatan sumber daya alam dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup dan pengelolaan risiko berencana.

Sedangkan untuk visi Kalurahan Panggungharjo pada periode kedua kepemimpinan Wahyudi Anggoro Hadi (2018-2024) masih sama seperti pada periode pertama.

Strategi Penentu Keberhasilan Pembangunan

Dengan pembangunan berkelanjutan atau istilah Soekarno, pembangunan semesta berencana, maka di periode kedua, Wahyudi menguatkan pada ranah keluarga/masyarakat, peningkatan aparatur pemerintah dan BPD, penguatan peran dan fungsi kelembagaan masyarakat. Jika dianalisis, periode kedua Wahyudi bergerak pada peningkatan kelembagaan. Dalam pidato kelembagaan, Sutoro Eko memaknai Kelembagaan (institusi) bukan sekadar organisasi, struktur dan fungsi.

Ketiganya termasuk dalam institusi, tetapi jauh lebih luas dan dalam. Institusi mengandung nilai, kepentingan, norma, aturan, visi, misi, kebijakan, mekanisme, standarisasi, sumber daya manusia, dan lain sebagainya. Kelembagaan adalah kerangka raga, sebagai perangkat yang memfasilitasi bekerja jiwa keilmuan dan penghidupan kemakmuran. Aturan main sebagai jantung, yang mematikan hak dan kewajiban.

Penguatan kelembagaan sangat penting. Apalagi banyak yang mempertanyakan: bagaimana kemajuan Kalurahan Panggungharjo pasca kepemimpinan Wahyudi?. Untuk menjawab pertanyaan ini dan mempertahankan kemajuan, hal yang utama yang dilakukan adalah peningkatan kapasitas perangkat desa.

Dalam pembangunan Kalurahan Panggungharjo, Wahyudi tidak sekedar merumuskan Visi dan Misi, tetapi dilanjutkan dengan perumusan sasaran, kebijakan, program, kegiatan, indikator dan pembangunan yang terukur.

Untuk mengimplementasikan semua Visi dan Misi, sangat membutuhkan dukungan anggaran. Strategi Wahyudi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa yaitu dengan mengoptimalisasi hasil usaha desa dan hasil aset desa. Hal itu dapat diwujudkan melalui : Pertama, meningkatkan penerimaan bagi hasil dari BUMDes. Kedua, meningkatkan penerimaan atau jasa penggandaan atau fotocopy dokumen dengan memberikan pelayanan yang memuaskan. Ketiga, meningkatkan kontribusi dari sewa Tanah Kas Desa. Keempat, meningkatkan kontribusi dari sewa gedung pertemuan dan gedung olah raga. Kelima, meningkatkan kontribusi dari sewa lapangan. Keenam, meningkatkan kontribusi dari sewa kios milik desa (RUKO). Ketujuh, meningkatkan kontribusi dari sewa bangunan desa (gudang, rumah makan, bengkel, dan lain-lain).

Semua strategi yang dicetuskan oleh Wahyudi, berpedoman pada prinsip-prinsip penganggaran, yaitu: Partisipasi masyarakat, transparansi dan akuntabilitas anggaran, disiplin anggaran, keadilan anggaran, dan efisiensi dan efektivitas anggaran.

Pembangunan Kalurahan Panggungharjo didasari pada kebutuhan yang mendorong partisipasi masyarakat dalam berdesa dan berpemerintahan. Hal itu dilakukan dengan pelayanan atas jasa dan barang dengan didukung penataan kelembagaan dan reformasi birokrasi. Tujuannya adalah memperbaiki/merubah pola relasi antara masyarakat dan pemerintah kalurahan.

Keberhasilan Kalurahan Panggungharjo dalam merumuskan dan melaksanakan pembangunan tidak terlepas dari implementasi tiga pilar penentu keberhasilan, yaitu: Pertama, pembagian wilayah (scoring of region). Kedua, pembagian pendapatan APBDes (distribution of income). Ketiga, pemberdayaan dan partisipasi masyarakat (participation and empowerment). Dengan demikian, keberadaan Pemerintah Kalurahan Panggungharjo menempatkan diri atau berfungsi sebagai fasilitator pembangunan.

Sedangkan Lurah selaku pemimpin, jika dianalogikan dalam sebuah permainan catur, maka tidak memposisikan dirinya sebagai raja, patih, perwira, maupun pion. Akan tetapi pemimpin harus keluar dari papan catur dan berlaku sebagai pemain catur dan bukan sebagai bidak. (Wahyudi, 2018:46).

Guna mewujudkan keberhasilan pembangunan melalui pemberdayaan masyarakat, maka yang ditempuh oleh Pemerintah Kalurahan Panggungharjo, yaitu : Pertama, Membangun kepercayaan masyarakat kepada pemerintah melalui keteladanan. Kedua, Membangun sistem tata kelola pemerintah kalurahan yang baik, yang ditopang dengan peningkatan sumber daya manusia berkualitas. Hal ini ditempuh dengan menyekolahkan para perangkat dan membuat program satu keluarga satu sarjana.

Ketiga, Mewujudkan pemerintah kalurahan yang responsif, akuntabel dan transparan. Keempat, Mewujudkan penyelenggaraan pelayanan masyarakat secara prima (berorientasi pada kepuasan masyarakat).

Orientasi Visi dan Misi melalui program Pelayanan Dasar Kepada Masyarakat.

Sesuai dengan amanat dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, tertuang bahwa dibentuknya pemerintah negara Indonesia guna melindungi warga negara, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Selanjutnya, masih dalam UUD 1945, dijelaskan dalam pasal 28C ayat 1 bahwa setiap warga negara Indonesia berhak untuk mengembangkan diri dan melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya dan berhak mendapat pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia.

Dengan dasar tersebut, Pemerintah Kalurahan Panggungharjo dalam mengupayakan wujud hadirnya negara dalam masyarakat yaitu dengan menjalankan program-program peningkatan kesejahteraan baik yang digagas oleh Pemerintah Kalurahan Panggungharjo maupun gagasan dari pemerintah supra desa berupa program administratif, sosial, ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya. Program-program tersebut yaitu : Pertama, pendidikan merupakan palayanan dasar yang wajib diberikan oleh negara kepada masyarakat.

Dengan inovasi Kalurahan Panggungharjo dalam melihat keberlangsungan hidup baik dalam pemerintahan maupun dalam masyarakat, maka Pemerintah Kalurahan Panggungharjo luncurkan program satu keluarga satu sarjana. Selain itu, di tataran perangkat kalurahan, hal ini diberlakukan dengan menyekolahkan para perangkat untuk mengenyam pendidikan. Hal ini dilakukan agar memutus rantai kemiskinan yang ditempuh melalui jalan pendidikan. (www.panggungharjo.desa.id).

Kedua, layanan persalinan merupakan satu program dari Pemerintah Desa Panggungharjo yang bekerjasama dengan Rumah Bersalin Laras Hati dan Klinik Bersalin Bidan Basuki untuk memudahkan masyarakat agar mendapatkan persalinan yang layak sehingga bayi dapat lahir normal dan selamat serta mencegah kematian pada ibu hamil. Program ini diperuntukkan bagi seluruh ibu hamil yang berdomisili di Kalurahan Panggungharjo mendapatkan pemeriksaan dan persalinan secara gratis.

Layanan yang diterima, yaitu: tujuh kali pemeriksaan kehamilan, satu kali persalinan normal, tiga kali pemeriksaan nifas dan lima imunisasi lengkap untuk bayi. Program ini diampu langsung oleh salah satu lembaga yang dibentuk oleh Kalurahan Panggungharjo di masa kepemimpinan Wahyudi, yaitu: Badan Pelaksana Jaring Pengaman Sosial (Bapel-JPS).

Tujuan pendirian lembaga ini adalah guna memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat terutama bagi warga kurang mampu dengan harapan terwujudnya masyarakat Kalurahan Panggungharjo yang sejahtera dengan semboyan: Ibu Sehat, Bayi Selamat, Berguna Bagi Masyarakat. (www.panggungharjo.desa.id).

Ketiga, Keperawatan Lansia Ketergantungan merupakan satu upaya nyata dari Pemerintah Kalurahan Panggungharjo untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera hingga di penghujung usia dengan semboyan: Wujudkan Rasa Bahagia dan Sejahtera di Penghujung Senja. Program ini diperuntukkan kepada para lansia yang berasal dari masyarakat kurang mampu dengan syarat ketidaklayakan tempat tinggal, kurangnya pemasukan perekonomian keluarga, tidak adanya kerabat yang mendampingi, ataupun kesehatan yang memburuk (bedrest).

Layanan yang diterima oleh lansia yang memenuhi syarat, yaitu : Perawat Desa akan melakukan kunjungan dua kali dalam satu bulannya untuk melakukan cek keadaan dan kesehatan (www.panggungharjo.desa.id)

Keempat, Aksi Simpatik Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Disdukcapil (Dinas Kependudukan Catatan Sipil) mengeluarkan satu inovasi baru yaitu Program AKSI SIMPATIK (Akta Kematian Sehari Jadi). Program ini berupa pembuatan akta kematian sehari jadi. Apabila ada warga yang meninggal dunia, dilaporkan pada hari itu juga, maka akta kematian dapat diterimakan pada hari tersebut. Adapun keterlambatan maksimal pelaporan untuk mengikuti program Aksi Simpatik yaitu 3 hari kerja setelah meninggal. (www.panggungharjo.desa.id).

Program Pendidikan dan kesehatan merupakan hal utama yang dipenuhi oleh Pemerintah Kalurahan Panggungharjo di bawah Kepemimpinan Wahyudi. disisi lain, program tersebut diatas merupakan salah satu strategi dari Wahyudi dalam menata birokrasi demi mengembalikan kepercayaan warga kepada pemerintah melalui perubahan pola relasi antara pemerintah kalurahan dengan masyarakat.

Setelah saya tuliskan visi dan misi Wahyudi Anggoro Hadi, Lurah Panggungharjo dua kali periode (2012-2018, 2018-2024) di atas secara detail , yang selanjutnya menjadi visi dan misi Kalurahan Panggungharjo di bawah kepemimpinannya yang didokumentasikan secara rapi melalui dokumen perencanaan pembangunan desa untuk jangka menengah desa, dan saya tahu menjadi saksi selama saya melakukan penelitian di Kalurahan Panggungharjo, visi dan misi betul-betul direalisasikan oleh Wahyudi, bukan sebatas asesoris belaka. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah saudara setuju terkait saya mengidolakan Wahyudi seperti saya mengidolakan Ahok

Referensi :

Wahyudi, A. (2018). Jangan Tinggalkan Desa. Yogyakarta: Elfira Publishing

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Panggungharjo tahun 2013-2018, 2019-2024.

Website Kalurahan Panggungharjo (www.panggungharjo.desa.id)