Mencoba Kokoh di Tengah Pandemi

Koordinasi Antara Lurah dan Dukuh dalam Penanganan Pandemi. MEDIA PANGGUNGHARJO

Tahun 2019 hingga saat ini, Kalurahan Panggungharjo salah satu inovator di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam mengatasi adanya penyebaran virus Covid-19. Melihat penyebarannya yang begitu cepat dan efek yang luar biasa, memaksa kita membatasi ruang gerak untuk menahan laju penyebaran.

Banyak aktivitas yang terhambat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kegiatan yang terhambat karena adanya pandemi, yaitu aktivitas sosial, aktivitas perekonomian, dan lain-lain. Kondisi tersebut membuat semua orang—mau tidak mau—menciptakan strategi-strategi yang baru untuk dijalankan, baik di kota maupun di desa.

Aktivitas–aktivitas yang ada di Kalurahan Panggungharjo turut mengalami perubahan, khususnya pada aktivitas sosial dan aktivitas ekonomi. Adanya kebijakan baru yang dibuat pemerintah, seperti jaga jarak, menjauhi kerumunan, memakai masker, dan mencuci tangan.

Hal-hal penting yang dianjurkan oleh Pemerintah Kalurahan Panggungharjo dan wajib dipatuh adalah tetap mematuhi protokol kesehatan, meskipun sedang melakukan kegiatan sosial. Sebab cara bersosial saat ini beda jauh dengan yang sebelumnya.

Bukan sebuah rahasia lagi bahwa pandemi memberikan dampak yang hebat bagi sektor ekonomi. Kita perlu mengakui, tanpa perekonomian yang berjalan dengan lancar, kehidupan masyarakat akan terkendala. Sektor ini bisa disebut sebagai ujung tombak kehidupan yang berkelanjutan atau jangka panjang. Oleh karena itu, Pemerintah Kalurahan Panggungharjo membuat pola hidup dan pola strategi ekonomi yang baru dengan membuat platform Pasardesa.id.

“Desa bisa dibilang ada ketika masyarakatnya sejahtera, makmur, dan aman dari segi apapun,” tutur Wahyudi Anggoro Hadi selaku Lurah Panggungharjo.

Pernyataan tersebut membuat kita mengerti tentang pentingnya sebuah kesadaran terhadap masalah yang sedang terjadi. Kemampuan pemimpin sangat diuji saat masalah menghampiri. Guna menciptakan masyarakat yang sesuai dengan idealismenya, Wahyudi berusaha mengatasi dampak-dampak Covid-19 yang menyerang warga Kalurahan Panggungharjo.

Langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah desa dalam menangani pandemi, yakni memberikan himbauan untuk menjaga kerukunan dan saling bantu ketika ada warganya yang isolasi mandiri (isoman) menjadi salah satu langkah guna menciptakan masyarakat yang sejahtera dan aman.

Selain itu, membuat lapangan kerja yang baru untuk masyarakat, seperti platform Pasardesa.id yang berfungsi sebagai tempat jual beli online. Tujuannya mempertemukan toko-toko milik warga Panggungharjo yang terdampak Covid-19 dengan calon pembeli. Kehadirannya mempermudah seluruh masyarakat di Kalurahan Panggungharjo dalam memenuhi kebutuhannya tanpa keluar rumah.

Pasardesa.id, Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID), serta unit-unit usaha yang ada di BUMDES Panggung Lestari tetap dihidupkan agar roda ekonomi tetap berputar. Namun, tidak semua dapat hidup sepenuhnya karena ada salah sektor yang sangat terdampak di unit-unit usaha tersebut.

Kelompok Usaha Pengelola Sampah (KUPAS) yang masih menjadi bagian BUMDES Panggung Lestari memiliki potensi besar, bahkan di tengah pandemi masih sanggup beroperasi maksimal. Unit usaha ini mempunyai tugas untuk mengelola dan mengurusi semua sampah di Kalurahan Panggungharjo.

Sampah-sampah yang dihasilkan warga akan diambil oleh pihak KUPAS sesuai jadwal berlangganan. Hal itu tentunya membuat unit usaha ini tetap berjalan meskipun pandemi melanda. Terlebih lagi, produksi sampah rumah tangga kian banyak karena hampir 24 jam selalu di rumah. Oleh karena itu, penjemputan sampah sangat penting agar lingkungan warga tetap bersih.

Sampah yang dikumpulkan akan kembali. Pengolahan tersebut menghasilkan produk baru, seperti membuat pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman sehingga masyarakat yang membutuhkan bisa mendatangi kantor KUPAS.

Unit-unit usaha BUMDES Panggung Lestari tidak bisa berjalan tanpa ada orang-orang hebat dibaliknya, terutama saat pandemi, mereka harus berlari dan bertahan agar roda ekonomi tetap berputar.

Sumber daya manusianya memang layak diacungi dua jempol. Mereka tidak hanya bekerja untuk mensejahterakan rakyat, namun juga taat pada undang-undang yang dibuat oleh Pemerintah Kalurahan Panggungharjo. Hak dan kewajiban harus tetap mengacu pada Undang-Undang Desa yang disetujui bersama.

Kerja keras mereka menghasilkan sebuah input yang baik ke masyarakat, misalnya pelayanan sistem informasi yang berkaitan dengan Kalurahan Panggungharjo.

Bagi Pemerintah Kalurahan Panggungharjo data menjadi sebuah ujung tombak utama dalam penyampaian informasi ke masyarakat sehingga dengan sistem informasi yang riil bisa meningkatkan sumber daya manusia.

Masyarakat di sini tidak ketinggalan pengetahuan digital yang makin maju setiap harinya. Oleh karena itu, dibentuklah lembaga yang mengurusi sistem informasi data desa yang bernama Pengelola Sistem Informasi Desa (PSID).

Lembaga ini merupakan wujud kedaulatan data desa. Artinya, semua barang dan jasa publik bersifat terbuka untuk umum kecuali informasi yang tidak diperbolehkan, seperti informasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan data aset warga desa.

Ketika pandemi, PSID tampaknya menjadi salah satu lembaga yang cukup sibuk. Setiap hari mereka harus memperbarui informasi terkait penyebaran kasus Covid-19 dan memantau kesehatan semua warga Panggungharjo melalui Google Form.

Setelah adanya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, desa memiliki kewenangan yang luar biasa besarnya untuk berkreasi dan berinovasi untuk menyejahterakan warga desanya dengan memanfaatkan dana desa secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel sesuai dengan kelembagaan desa yang dinamis dan budaya desa adaptif.

Menurut saya, Kalurahan Panggungharjo menjadi salah satu desa di nusantara yang dapat memanfaatkan potensi dan peluang yang dimiliki sehingga saya ibaratkan sebagai desa emas yang dapat menyejahterakan warganya.