Organisasi Pemuda Karang Taruna Bina Karya Bergerak Wujudkan Desa Sejahtera

Karang Taruna Bina Karya

Organisasi dalam pandangan salah satu tokoh Winardi[1] menyatakan bahwa organisasi yang asal katanya organon dipahami dalam bentuk kata kerja sebagai suatu proses yang didalamnya terdiri dari proses dan aktivitas-aktivitas bersama dilakukan secara sistematis untuk membangun organisasi dengan mengarah pada tujuan yang sama.

Kata ‘organisasi’ dianalogikan sebagai wadah atau ruang tempat berkumpulnya beberapa orang yang aktif bergerak, berperan aktif di bawah wewenang kepemimpinan. Di dalamnya ada penugasan, tanggung jawab masing-masing dan tujuan yang searah. Kerjasama dalam tim menjadi kunci keberhasilan suatu organisasi. Sederhananya, organisasi dipahami sebagai wadah perkumpulan orang-orang yang bergerak aktif di bawah wewenang menuju arah tujuan yang sama. Masing-masing anggota memiliki peran berbeda namun tetap memiliki tujuan yang searah.

Ada banyak macam-macam organisasi yang tumbuh berkembang atau bahkan baru muncul sekalipun. Di dalamnya terdiri dari beberapa orang yang sepakat dengan tanggung jawab masing-masing demi tujuan mulia. Negara juga merupakan salah satu contoh organisasi yang di dalamnya terdiri dari sistem-sistem yang mengatur dna di bawah kepemimpinan presiden. Selain itu, di sektor perkotaan, dan bahkan pedesaan.

Salah satu contoh organisasi di Yogyakarta seperti Karang Taruna Bina Karya. Karang Taruna Bina Karya merupakan salah satu organisasi penggerak desa yang terdiri dari para pemuda desa yang lokasinya di Tamanmartani. Peran pemuda saat ini memiliki posisi penting sebagai agent of change membawa perubahan lingkungan ke arah yang berbeda dan lebih baik.

Rekam sejarah pembebasan Bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan Belanda selama kurun waktu berabad-abad membawa perubahan positif dan dampaknya sangat terasa oleh masyarakat Indonesia hingga kini. Perjuangan pemuda memberi nafas segar terhadap kita. Semangat pemuda membuktikan perubahan besar yang bisa jadi baik ataupun tidak.

Oleh karena itu, titik nadir peradaban berada di tangan pemuda, sebagai generasi penerus bangsa. Jadi, penting memikirkan generasi bangsa sebagai next pemimpin yang dapat diandalkan atau dipercaya sebagai wakil yang membawa masa depan baik di masa mendatang.

Organisasi Pemuda Agent of Change

Pantas saja sering mendengar suatu anggapan yang mengatakan ‘Pemuda adalah generasi penerus bangsa.’ Tanah Air Indonesia terdiri dari beribu pulau dan sumber daya yang melimpah dari Sabang sampai Merauke. Sumber daya alam serta potensi alam yang melimpah ruah membutuhkan tangan pengelola pemilik wilayah.

Potensi wilayah jika dikelola dengan tepat akan mendatangkan banyak kemanfaatan besar. Generasi muda sebagai pewaris yang akan melanjutkan tanggung jawab ini berperan besar terhadap kemajuan Bangsa. Tugas besar negara supaya memiliki regenerasi yang tepat, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya.

Oleh karena itu, penting bagi negara menyiapkan pemuda yang kreatif, progresif, berwawasan, powerfull, berkualitas, dan berkarakter. Memaksimalkan potensi wilayah butuh ide kreatif dari seseorang, biasanya lahir dari para pemuda. Semakin banyak pemuda yang berkualitas semakin cepat pula perkembangan atau kemajuan suatu negara. Begitu juga sebaliknya, negara dapat mundur drastis atau mengalami keterbelakangan jika krisis generasi berkualitas.

Pemuda selain sebagai ‘agent of change,’ juga identik dengan agen perubahan atau agen pembangunan. Wilayah Indonesia dengan kearifan lokal yang beragam butuh tangan yang tepat dalam upaya pelestariannya. Upaya pelestarian juga merupakan bagian dari upaya memaksimalkan potensi dan menjaga eksistensi Indonesia dihadapan negara asing.

Wajah Indonesia dengan keragaman budaya dan kekayaan alam, serta potensi-potensi lainnya juga harus dimaksimalkan. Kemampuan pemuda membaca potensi berpengaruh besar bagi perkembangan suatu wilayah, baik itu wisata, pendidikan, sosial, dan lainnya.

Urgensi peran pemuda terhadap perkembangan suatu wilayah berpengaruh besar bagi pembangunan Indonesia. Jika diibaratkan, salah satu warisan paling urgen bagi suatu wilayah ialah generasi pemuda. Aset berharga bangsa Indonesia selain sumber daya alam diimbangi dengan potensi atau kualifikasi pemuda.

Agen pembangunan atau agen perkembangan Tanah Air ini diperankan oleh pemuda Indonesia. Semangat yang terus menyala-nyala bangun dari kegagalan hingga akhirnya ia terbentuk sebagai pemimpin yang mahir membangun negeri ini. Menggali setiap potensi dan membuat wajah Indonesia yang baru dan lebih segar dibanding sebelumnya. Itulah bentuk pengharapan yang sebenarnya dari bangsa Indonesia. Berproses secara dinamis dan terus berkembang di masa mendatang.

Karang Taruna Organisasi Pemberdayaan Masyarakat Minim Kemiskinan

Organisasi Pemuda Karang Taruna Bina Karya di Desa Tamanmartani dalam rekam sejarahnya pernah meraih juara I dari proses penilaian ketat, Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat dan Lembaga Kesejahteraan Sosial tahun 2017 lalu. Juara II diraih oleh Karang Taruna Gelora Muda, dari Desa Ngaglik Sleman.

Kejuaraan yang diagendakan oleh pemerintah Sleman tersebut yang berlangsung beberapa tahun lalu menjadi bukti pergerakan atau wujud nyata para kaula muda di Desa Tamanmartani ternyata berpotensi besar mewujudkan kesejahteraan masyarakat Desa. Angin segar bagi bangsa Indonesia memiliki pemuda dengan jiwa sosial yang menyala-nyala dan membangun Indonesia bersama-sama.

Karang Taruna Bina Karya Desa Tamanmartani menurut latar belakang berdirinya dibentuk atas dasar kesadaran terhadap keadaan problem lingkungan, disertai tanggung jawab terhadap solusi dari permasalahan.

Karang Taruna Bina Karya merupakan suatu organisasi yang terdiri dari sekumpulan pemuda-pemuda yang bergerak atas kesadaran membentuk program-program kerja dari berbagai bidang, seperti budaya, pemuda olahraga, usaha ekonomi kreatif dan produktif, pariwisata, pendidikan dan pelatihan.

Berbagai program-program tersebut diagendakan dengan tujuan menggali potensi Desa Tamanmartani. Semangat pemuda Desa tersebut menyemarakkan kegiatan program berjalan dengan lancar. Program kerja dibuat dan tersistem dengan rapi serta sistematis, terdiri dari beberapa anggota yang memiliki wewenang tanggung jawab khusus masing-masingnya.

Kemiskinan di setiap wilayah masih tetap berlanjut, semestinya hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab pemerintah atau perhatian khusus KEMENSOS. Namun menunggu pemerintah dengan administrasi yang njelimet nyatanya bukan langkah tepat karena prosesnya selain lelet juga tidak mudah.

Program kreatif dari Karang Taruna Bina Karya juga bergerak pada kesejahteraan sosial. Misal kegiatan baksos atau pemberdayaan masyarakat dengan membekali mereka keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan. Hal itu penting untuk diagendakan, sebab pada masa saat ini yang dibutuhkan adalah ide kreatif sebagai penunjang hidup di masa mendatang.

Adanya otonomi daerah memberi keluasan desa bergerak dan menata program-program serta membentuk organisasi pemberdayaan masyarakat yang bertujuan mengatasi problem kemiskinan di wilayahnya. Cita-cita Indonesia menjadi negara maju membutuhkan proses. Indonesia harus mampu mengatasi atau menyicil syarat-syarat menjadi negara maju.

Adapun ciri-ciri negara maju suatu negara, salah satunya ia harus mengatasi angka pengangguran, meminimalisir kemiskinan di suatu wilayah, mengatasi kesulitan melek huruf di masyarakat, dan lainnya. Artinya Indonesia Harus mencicil kriteria-kriteria menjadi negara maju. tidak mudah namun bukan suatu hal yang muhal bagi negara Indonesia. Banyak cara yang dapat dilakukan mengatasi hal demikian. Salah satunya mengurangi angka kriminalitas serta meningkatkan kesehatan masyarakat.

Kesejahteraan suatu wilayah erat kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat. Artinya mewujudkan kesejahteraan Desa dengan cara meminimalisir angka kemiskinan. Masalah kemiskinan teratasi dan masyarakat berdaya.

Revita Yuni, dkk.,[2] menyebutkan Indonesia memiliki PR yang banyak untuk naik level menjadi negara maju. Pasalnya, jika melihat keadaan saat ini, Indonesia masih belum memenuhi syarat sebagai negara maju. nilai GDP yang rendah, kemiskinan yang masih exist, kesehatan rendah, dan lainnya.

Problem-problem tersebut jika teratasi dengan tepat dalam waktu dekat maka barang mungkin syarat mencicil ketertinggalan dapat terpenuhi. Masyarakat dan wilayah menjadi sejahtera, artinya tingkat kebahagiaan semakin meningkat.

Karang Taruna Bina Karya merupakan wakil penggerak pemuda desa yang progresif, serangkaian program yang tersusun rapi dan terealisasi dalam aksi-aksi membangun solidaritas dan merekatkan persaudaraan antara sesama. Semangat ini terus menyala-nyala khususnya dari tim program.

Untuk memudahkan informasi Karang Taruna Bina Karya menggelar acara berbagi informasi dan saling dukung melalui WA Groups (WAG). Banyak kegiatan positif lainnya yang diaplikasikan dengan harapan berpengaruh positif terhadap hidup masyarakat. Informasi dan kegiatan-kegiatan yang berlangsung membuat masyarakat antusias mengikuti kegiatan tersebut dengan ikut berpartisipasi pada setiap programnya.

Selain menambah informasi baru bagi masyarakat, Karang Taruna Bina Karya juga mengajak solidaritas dan merekatkan silaturahmi antara masyarakat yang satu dengan lainnya. Aksi Cinta ini menyemarakkan lingkungan Tamanmartani.

Kegiatan positif Karang Taruna Tamanmartani salah satunya One Day One Hundred, salah satu program kegiatan sosial untuk membantu para lansia yang ekonomi menengah kebawah (baca: miskin) yang terlantar. Dari program tersebut sekitar 60 lansia terbantu dari program tersebut. Bantuan diaplikasikan dalam wujud bantuan makanan di setiap harinya.

Setiap hari lebih tepatnya di setiap siang hari, para lansia miskin mendapat jatah makanan gratis. Kegiatan ini juga melatih dan menumbuhkan rasa kepedulian warga atau sifat sosial untuk saling membantu warga yang kurang mampu. Program tersebut mendapat tanggapan positif juga dari CSR atau beberapa perusahaan di Tamanmartani.

Aksi sosial yang menumbuhkan kepedulian antar sesama saudara dapat merekatkan hubungan. Tumbuh bersama dan saling gotong-royong menyembuhkan problem masyarakat Desa. Mulai dari organisasi kecil di desa hingga dapat mengatasi problem kemiskinan dan lainnya di wilayah desa merupakan upaya yang mulia.

Saat ini dengan kenyataan Indonesia masih belum menemukan solusi terbaik mengatasi masalah kemiskinan dan minimnya peluang kerja, maka penting daerah memiliki inisiatif sendiri mengatasi problem pelik dengan menumbuhkan kesadaran berwirausaha atau mandiri. Karang Taruna Bina Karya merupakan contoh organisasi daerah yang layak diapresiasi kehadirannya.

 

[1] Winardi, J. 2003. Teori Organisasi dan Pengorganisasian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

[2] Revita Yuni, Pasca Dwi Putra, Dedi Lanova Hutabarat, “Sinergi Indonesia Menuju Negara Maju,” Prosiding Webinar Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan, ISBN: 976-623-94335-0-5