Partisipasi Warga Mendorong Desa Sejahtera

Partisipasi Warga Panggungharjo dalam Musrenbangkal. JAMILLUDIN

Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, dan perjuangan membantu bersama. Dalam rangka memperkuat kesadaran bersama dan mendukung arah kebijakan pembangunan era sekarang, kegiatan kerja bakti atau gotong royong perlu ditingkatkan.

Budaya gotong royong sendiri menjadi salah satu ciri khas bangsa Indonesia. Seiring dengan adanya modernisasi dan globalisasi, corak kehidupan yang kompleks muncul di tengah masyarakat. Hal ini jangan sampai melunturkan kepribadian sebagai bangsa yang kaya akan unsur budaya, norma, dan tradisi.

Pengertian gotong royong di Kalurahan Panggungharjo tidak sebatas pada penanganan kegiatan fisik, seperti membuat jalan, membuat bangket sungai, dan sebagainya. Namun, pengertian gotong royong sangatlah luas sekali. Gotong royong bisa berarti banyak hal.

Pertama, kekeluargaan (sosial). Wujud dari aspek sosial yang ada di Panggungharjo adalah adanya Badan Pelaksana Jaring Pengaman Sosial (Bapel JPS) dan Kelompok Usaha Pengelola Sampah (KUPAS).

Sebagai bentuk nyata terhadap pelayanan dan jaminan untuk masyarakat, Pemerintah Kalurahan panggungharjo (Bapel JPS), yaitu program yang berfungsi untuk memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat, terutama bagi warga yang kurang mampu.

Program ini merupakan salah satu bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh masyarakat di Kalurahan Panggungharjo agar dapat memenuhi kebutuhan dasar yang layak. Sumber pembiayaan menggunakan dana dari pemerintah desa dan/atau masyarakat.

Pendirian Bapel JPS mempunyai legalitas secara administratif dengan adanya Surat Keputusan Lurah Panggungharjo Nomor 07 Tahun 2013 tentang Pembentukan Badan Pelaksana Jaring Pengaman Sosial (Bapel JPS). Pelayanannya diwujudkan dalam tiga bentuk

Pertama, JPS Kesehatan. Layanan untuk JPS Kesehatan meliputi biaya konsultasi dan pemeriksaan medis. Selain itu, Pemerintah Kalurahan Panggungharjo menyediakan perawat desa yang diberi tugas untuk merawat para lansia terlantar.

Kedua, JPS Pendidikan. Layanan untuk JPS Pendidikan meliputi layanan asuransi pendidikan dengan premi dibayar oleh Bapel JPS, layanan beasiswa pendidikan, layanan bantuan pendidikan tunai, dan layanan beasiswa kuliah gratis. Program ini hadir karena Lurah Panggungharjo berharap bahwa setiap rumah memiliki seorang sarjana.

Ketiga, JPS Kesehatan Keluarga (ibu dan anak). Layanan untuk JPS Kesehatan Keluarga (ibu dan anak) terdapat dua program, yakni bantuan pelayanan kepada ibu hamil dan lima imunisasi lengkap pada bayi.

Untuk mengoptimalkan program-program tersebut, Pemerintah Kalurahan Panggungharjo menjalin kerja sama dengan Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta (ATK), Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD), Rumah Bersalin Laras Hati, dan Bidan Basuki.

KUPAS adalah bagian dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Panggung Lestari yang berdiri pada awal tahun 2013. Pengelolaan sampah di Kalurahan Panggungharjo berdasar pada dua perspektif, yaitu perspektif kesehatan lingkungan dan perspektif bisnis.

KUPAS berjalan dengan memegang asas kekeluargaan, serta bekerja atas dasar prinsip dari, oleh, dan untuk masyarakat. Panggungharjo adalah desa dengan wilayah yang cukup luas, jumlah penduduk yang banyak, serta pertumbuhan penduduk cukup pesat, membuat sampah menjadi sebuah permasalahan yang serius.

Menjemput sampah di setiap rumah warga sudah menjadi rutinitas bagi petugas KUPAS. Mereka mengangkut sampah-sampah tersebut menggunakan kendaraan roda tiga menuju KUPAS.

Kehadirannya memberikan manfaat bagi warga Panggungharjo, yakni sampah rumah tangga jadi terkelola dengan baik, banyak tenaga kerja yang terserap, dan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola sampah rumah tangga yang inovatif dan produktif.

Unit-unit usaha yang lahir dari BUMDes Panggung Lestari merupakan hasil dari mendengarkan. Wahyudi Anggoro Hadi, selaku Lurah Panggungharjo, selalu meletakkan musyawarah di tahta tertinggi. Setiap kebijakan yang akan dijalankan wajib melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk duduk bersama. Mereka diberi kesempatan untuk mengikuti Musyawarah Rencana Pembangunan Kalurahan (Musrenbangkal). Sebab, peran masyarakat secara aktif adalah kunci dari keberhasilan dan kemajuan desa.

Dengan program dan perencanaan anggaran yang sudah terencana, tidak sulit rasanya untuk mewujudkan masyarakat desa yang lebih baik dan sejahtera. Musrenbangkal di Kalurahan Panggungharjo diadakan setiap tahun secara rutin. Melalui acara ini, telinga Wahyudi akan menjadi wadah bagi warga yang ingin menyampaikan aspirasinya.

Diskusi-diskusi yang dilakukan bak penunjuk arah untuk menentukan langkah dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Dengan mendengarkan warganya dan dibarengi diskusi, program-program desa akan mendapatkan dukungan warga.

Berkat Musrenbangkal, hubungan kerja sama antara warga dan pemerintah desa dapat berjalan. Wahyudi sengaja mengadakan musyawarah agar mereka mendapatkan tempat dalam program pembangunan. Proses tersebut menunjukan bahwa pemerintah desa mencoba melimpahkan wewenang kepada masyarakat.

Kebersamaan, kesamarataan, kepedulian, dan kemanusiaan masih terpelihara dengan baik di kehidupan masyarakat Panggungharjo. Hal ini menggerakkan aktivitas gotong royong di berbagai kesempatan. Sebagai contoh, partipasi warga dalam musyawarah merupakan salah satu bentuk gotong royong untuk mewujudkan desa agar lebih bersinar.

Pemerintah Kalurahan Panggungharjo memandang, partisipasi warga sebagai bentuk orientasi dalam menentukan kebijakan publik. Partisipasi tidak menempatkan masyarakat sebagai objek semata, melainkan menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan yang dapat berperan secara aktif, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi pembangunan.