Pengolahan Sampah Terpadu, Bukti Peduli Lingkungan

Sosialisasi Memilah Sampah. IG/KUPASPANGGUNGHARJO

Suatu wilayah yang ditempati sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat yang didalamnya terdapat kesatuan hukum yang memiliki organisasi pemerintahan terendah langsung dibawah kecamatan yang dipimpin oleh kepala desa merupakan isi dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang Definisi Desa.

Masyarakat desa biasanya saling mengenal antara satu dan yang lain, serta memiliki sikap sosial dan solidaritas yang tinggi. Juga terkenal dengan lingkungannya yang baik atau masih alami. Lingkungan menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi kesehatan maka menjadi tanggung jawab masyarakat yang harus dijaga. Salah satu permasalahan lingkungan hidup yang harus diselesaikan adalah terkait kebersihan.

Lingkungan yang bersih merupakan cerminan setiap individu dalam menjaga kesehatan. Terdapat banyak manfaat yang akan dirasakan ketika kita menjaga kebersihan lingkungan, karena dengan menjaga kebersihan lingkungan dapat menciptakan lingkungan hidup yang aman, bersih, sejuk dan sehat.

Beberapa manfaat yang didapat dari perilaku menjaga kebersihan lingkungan. Pertama, terhindar dari penyakit karena lingkungan yang tidak sehat. Kedua, lingkungan menjadi lebih sejuk. Ketiga, bebas dari polusi udara. Keempat, air menjadi lebih bersih dan aman untuk diminum. Kelima, lebih tenang dan tentram dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.

Masih banyak lagi manfaat menjaga kebersihan lingkungan hidup masyarakat. Oleh karena itu, kita harus menyadari pentingnya kebersihan lingkungan, mulai dari rumah kita sendiri, misalnya rajin untuk menyapu halaman rumah, rajin membersihkan selokan rumah kita, dan membuang sampah pada tempatnya.

Lingkungan sekitar kita akan lebih baik jika semua orang sadar dan bertanggung jawab dengan kebersihan. Hal itu harus ditanamkan sejak dini. Kita juga harus saling mendukung agar mencapai tujuan dalam menjaga kesehatan lingkungan bersama.

Salah satu faktor yang sering mempengaruhi kebersihan di lingkungan sekitar kita adalah sampah. Sampah merupakan suatu kumpulan benda atau bahan yang sudah tidak digunakan atau dimanfaatkan lagi oleh masyarakat sehingga dibuang. Seluruh aktivitas masyarakat sehari-hari akan selalu menimbulkan sampah, sehingga sampah sulit untuk lepas dari kehidupan kita.

Semakin majunya kehidupan maka semakin banyak jenis dan jumlah sampah yang dihasilkan oleh masyarakat. Hal ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga dari seluruh masyarakat untuk mengolah sampah agar tidak berdampak negatif bagi lingkungan.

Dapat dikatakan, permasalahan sampah sangatlah kompleks atau sangat serius, baik itu di lingkungan desa maupun di kota. Membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebab, masih suburnya budaya membuang sampah sembarangan oleh masyarakat tanpa memikirkkan dampak ke depannya terhadap lingkungan.

Mengatasi permasalahan sampah perlu adanya kerja sama dari semua pihak, baik masyarakat, pemerintah maupun pihak ketiga sebagai pendukung dalam menyelesaikan masalah sampah ini. Dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah membutuhkan waktu yang tidak singkat, sebagai pemantiknya maka dibutuhkan contoh nyata. Minimal, teladan yang positif serta konsistensi dari pihak pengambil kebijakan di suatu wilayah tesebut yang harapannya dapat ditiru oleh masyarakatnya.

Sosialisasi dan edukasi permasalahan sampah akan membuka mata masyarakat tentang dampak baik ketika membuang sampah pada tempatnya dan dapat menerapkannya di rumah masing-masing. Selain kedua kegiatan tersebut, bisa juga dengan cara membangun sebuah tempat pengelolaan sampah terpadu yang di dalamnya ada proses mengumpulkan, memilah, menggunakan ulang, mendaur ulang, mengolah, dan memproses sampah.

Usaha membangun tempat pengolahan sampah terpadu ini, dibutuhkan peran atau kerja sama dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat dan pihak ketiga. Tujuannya, agar pihak-pihak tersebut saling diuntungkan dan dapat dimanfaatkan untuk pengelolaan sampah serta mengurangi adanya pembuangan sampah sembarangan.

Salah satu desa yang sudah melaksanakan kegiatan pengelolaan sampah ini adalah Kalurahan Panggungharjo yang terletak di Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul. Dengan keadaan wilayah desa yang semi kota, perilaku warganya masih mencerminkan masyarakat desa.

Terdiri dari 14 padukuhan, Kalurahan Panggungharjo menghasilkan volume sampah rumah tangga yang begitu banyak. Keadaan tersebut tentunya akan menimbulkan tumpukan sampah bila tidak dikelola dengan baik, bahkan berpotensi memberikan dampak buruk bagi msayarakat. Terlebih lagi, perilaku masyarakat dalam membuang sampah sembarangan.

Dalam hal ini, masyarakat diharuskan bertanggung jawab atas sampah yang mereka produksi dan terlibat dalam penanganan sampah tersebut. Penanganan sampah bisa dimulai dengan menerapkan pengelolaan serta pemilahan sampah, yang tentunya bertujuan untuk mengurangi timbunan sampah yang harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal itu juga berguna meningkatkan kemandirian masyarakat serta peran aktif masyarakat, dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui pengelolaan dan pemilahan sampah yang ramah lingkungan.

Atas dasar itu, Pemerintah Kalurahan Panggungharjo membangun sebuah tempat pengolahan sampah terpadu yang diberi nama Kelompok Usaha Pengelola Sampah (KUPAS). KUPAS memiliki slogan ‘peduli sampah untuk masa depan anak cucu kita.’ Slogan tersebut bermakna mengajak masyarakat untuk lebih peduli kepada masa depan.

Pelaksanaan kegiatan kupas berasaskan kekeluargaan dan bekerja atas dasar prinsip demokrasi. Untuk metode dan sistem pengelolaan sampah di KUPAS, dapat dikatakan masih sederhana, yaitu dengan memberikan kantong-kantong sampah kepada pelanggan. Masing masing pelanggan akan mendapatkan 2 kantong sampah. Kantong berwarna hijau, sedangkan kantong untuk residu berwarna merah.

Berbeda dengan kedua jenis sampah tersebut, sampah anorganik nanti akan dikumpulkan di tempat tersendiri. Khusus sampah anorganik, hasilnya akan dikonversi ke dalam rekening tabungan emas. Jadi, nanti setiap pelanggan akan mendapatkan tabungan emas.

Gerakan memilah sampah menabung emas, termasuk salah satu upaya agar warga Panggungharjo lebih tertarik untuk membuang sampah sesuai dengan tempatnya.

Penjemputan sampah di Kalurahan Panggungharjo oleh KUPAS dilaksanakan setiap 2 hari sekali. Dengan kata lain, pengambilan sampah dilakukan sebanyak 3 kali dalam seminggu.

Menjalankan usaha di bidang jasa pengelolaan sampah, KUPAS telah melayani sekitar 1.090 titik penjemputan atau warga Panggungharjo yang menjadi pelanggan KUPAS. Keberadaannya ini tidak terlepas untuk memberikan manfaat serta solusi dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Beberapa manfaat adanya KUPAS di Kalurahan Panggungharjo. Pertama, terkelolanya sampah rumah tangga di desa dan menciptakan lingkungan hidup pedesaan yang sehat. Kedua, terserapnya lebih banyak tenaga kerja yang ada di desa dari berkembangnya kegiatan ini. Ketiga, memberikan percontohan sistem pengelolaan sampah rumah tangga yang inovatif dan produktif bagi desa-desa lain di Indonesia.

Sebelum KUPAS hadir menemani warga Panggungharjo, pengelolaan sampah dilakukan dengan cara membakarnya. Tindakan tersebut kurang tepat, sebab asap dalam pembakaran akan menyebabkan masalah kesehatan dan berperan membuat bumi semakin panas.

Dengan adanya KUPAS, warga Panggungharjo perlahan mampu menanggalkan kebiasaan yang merugikan bumi. Inovasi yang telah terlaksana itu dapat menjadi contoh yang baik untuk desa-desa lain, agar persoalan sampah yang meresahkan teratasi.

Melalui desa kita semua dapat merubah segalanya, seperti masalah sampah ini. Warga Panggungharjo dapat membuktikan bahwa masyarakat desa itu tidak selalu ‘ndeso’ karena dapat berkembang seperti masyarakat kota.