Sekapur Sirih Chief Editor Jogjadaily.com

Logo Panggungharjo Creative Library. PCL

Berawal dari Panggungharjo Writers, yang tidak tahu banyak tentang sejarah berdirinya komunitas ini. Setahu saya, nomor saya tiba-tiba dimasukkan dalam Grup WhatsApp Panggungharjo Writers.

Jujur, saya akui bahwa akhir-akhir ini suka menulis artikel opini, esai atau kolom di beberapa media online, baik yang berbayar maupun gratisan. Hingga akhirnya, passion inilah ‘bisa jadi’ menarik perhatian Lurah Panggungharjo, dan selanjutnya mengajak bergabung dalam sebuah ‘Imprint’ bernama Wahyudi Ahadi Imprint. Berbicara tentang Wahyudi Ahadi Imprint berkelindan dengan kehadiran Pandiva Media Network.

Sejak bergabung dengan Wahyudi Ahadi Imprint inilah saya jadi kenal dengan mas Arif Giyanto selaku Chairman Pandiva Media Network. Dari mas Arif lah saya mulai belajar otodidak tentang artikel progresif dan menerbitkan sebuah karya buku, adalah hal yang simpel dan tidak pakai ribet. Secara nilai project pendanaan pun Pandiva Media bisa dibilang berani bersaing dengan penerbit lainnya, terkait harga penerbitan sebuah buku. Terkait dengan model bisnis Pandiva Media Network saya belum paham betul sampai sekarang, bahkan founder saya Wahyudi Ahadi Imprint pun, sebetulnya tidak paham-faham betul, hanya atas dasar kepercayaan lah kami berkolaborasi.

Waktu berjalan begitu saja, sampai akhirnya saya diberi mandat, yang menurut saya terlalu tinggi jauh lebih tinggi di atas ekspetasi dan nalar berpikir saya. Hingga puncaknya pada tanggal 20 Desember 2021, saya diberi amanah oleh Pandiva Media Network, sebagai corporate yang menaungi Imprint yang ada di Jogja menunjuk saya sebagai Chief Editor Jogjadaily.com. Jogjadaily.com adalah sebuah platform media online jurnalisme progresif dengan konten-konten bernuansa positif, yang fokus pada solusi persoalan isu-isu desa, pemerintah desa, pemerintah daerah, untuk memberikan warna berbeda, yang fokus pada perekonomian di tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan core valuenya adalah pada literasi berbentuk artikel lokal yang kreatif. Jogjadaily.com adalah kumpulan dari beberapa Imprint yang ada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah berjejaring dan berkolaborasi beberapa tahun ini. Jogjadaily.com adalah tempat berkumpulnya para penulis lokal Jogja yang konsen akan menghidupkan ritme dan beat literasi keJogjaan. Kejogjaan dalam banyak perspektif inilah yang menjadi basis literasi yang dibangun oleh Jogjadaily.com. Jogjadaily.com adalah salah satu media online lokal progresif Jogja dari 28 daerah di Indonesia yang menjadi jejaring atau networking dari Pandiva Media Network.

Jogjadaily.com sampai saat ini, memiliki beberapa Imprint diantaranya Jogja Writters, Jogja Institute, Jagoriko dengan founder Fauzan Muarifin, Wahyudi Ahadi Imprint dengan founder Wahyudi Anggoro Hadi, Wonosari Library dengan founder Muh Kamsun, Nanggulan Library dengan founder Suharti Muklis, Kotagede Library, Kalasan Library dan lain-lain. Dengan model bisnis melalui jaringan Pandiva Network inilah sampai saat ini Jogjadaily.com mulai akrab dengan pembacanya. Saat ini, Jogjadaily.com tiap hari bisa publish hingga tiga artikel kreatif lokal Jogja.

Dengan skema penerbitan buku yang mudah, Jogjadaily.com siap bekolaborasi dengan para penulis Yogyakarta yang masih terkendala atau kesulitan dalam memproduksi buku. Jogjadaily.com menawarkan project mulai dari penulisan artikel progresif sampai penerbitan buku dengan skema pembiayaan model swaterbit atau open pre order (open PO). Jogjadaily.com juga dapat membantu siapa saja yang peduli dengan isu-isu literasi (tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemerintahan, aktivis, praktisi) yang memiliki ide atau gagasan apa saja yang masih berserakan di luar sana, tetapi tidak atau belum sempat untuk menkonstruksikannya dalam bentuk tulisan, melalui project jasa tulis artikel progresif.

Artikel progresif kreatif inilah, yang nantinya akan kami tayangkan pada platform media online yang kami miliki yaitu Jogjadaily.com. Tentunya tidak hanya bisa sampai tayang di Jogjadaily.com saja, tetapi kami siap mewujudkan mimpi-mimpi tersebut menjadi sebuah karya nyata berbentuk buku. Mudah bukan?

Dan bagi para penulis yang sudah siap dengan simpanan atau tabungan file tulisan kami siap berkolaborasi mewujudkan ide, gagasan penulis untuk dijadikan referensi literasi dalam bentuk artikel dan buku. Menurut hemat kami, bahwa literasi yang dibangun oleh Jogjadaily.com adalah dalam penulisan artikel dan buku. Dengan value literasi yang akan kami bangun adalah konten-konten bernuansa positif, yang tetap fokus pada solusi persoalan isu-isu desa dan pemerintah desa, kedaerahan dan pemerintah daerah, untuk memberikan warna berbeda, dengan fokus pada perekonomian di tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Maka menurut kami, Jogjadaily.com adalah solusi bagi para penulis yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta..

Kami juga mendorong, para penulis yang tergabung dalam Jogjadaily.com untuk menjadi penulis sekaligus menjadi agensi penulis, di kampung halaman, di desa kelahiran , di kota tempat pengabdian, dan di mana-mana dalam jaringan Pandiva Media Network, tentunya. Sekilas info saja bahwa Jogjadaily.com adalah platform media online jurnalisme progresif dengan konten-konten bernuansa positif, yang fokus pada solusi persoalan isu-isu desa dan pemerintah desa, kedaerahan dan pemerintah daerah, untuk memberikan warna berbeda, dengan fokus pada perekonomian di tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kami menerima naskah artikel dengan ketentuan satu artikel judul minimal berisi 1.400 kata. Dan untuk menjadi sebuah karya buku, untuk satu buku membutuhkan 20 artikel untuk ditayangkan lebih dahulu di media Jogjadaily.com. Inilah yang membedakan Jogjadaily.com dengan platform-platform media online lainnya dengan ketentuan untuk satu artikel hanya butuh sekitar 600-700 kata saja. Karena outcame dari Jogjadaily.com adalah buku, maka prasyarat satu artikel progresifnya adalah 1.400 kata, dan satu buku membutuhkan 20 artikel progresif , ini adalah sebuah keharusan yang tidak boleh ditawar-tawar lagi bagi penulis yang ingin bergabung dengan kami.

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah artikel dari para penulis langsung bisa publish di Jogjadaily.com, sebenarnya bisa saja sih. Tetapi kami memiliki tim editor artikel yang siap memfasilitasi dan membantu penulis, agar karya dari penulis bermutu dan enak dibaca oleh semua pengguna media online Jogjadaily.com. Kami sangat terbuka, dan tidak anti kritik. Prinsip kami ikut mengembangkan literasi di negeri ini, yang menurut saya, sampai saat ini, kondisi literasi di negeri kita tertinggal jauh dari negara-negara lain di dunia.

Tahun 2022, Jogjadaily.com tetap fokus dengan model bisnis jaringan melalui Pandiva Media Network. Kami mendorong berdirinya Imprint-imprint baru. Kami akan menemu kenali kembali potensi-potensi penulis yang hilang ditelan bumi, melalui komunitas penulis di kampung-kampung, di desa-desa, di kecamatan-kecamatan dan di kabupeten-kabupaten atau kota. Kami akan dorong penulis untuk menjadi agen penulis. Kami akan menginisasi dengan para stake holder yang kami miliki untuk mendirikan ruang-ruang kreatif bernama creative library.

Salah satu creative library yang sudah kami inisiasi bekerja sama dengan Pemerintah Kalurahan Panggungharjo adalah Panggungharjo Creative Library atau yang disingkat dengan PCL. Saat ini, kami juga sedang mendampingi 27 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta yang sedang melakukan laboratorium sosial di Kalurahan Panggungharjo dengan model riset aksi, yang salah satu kegiatan riset aksinya adalah kepenulisan artikel kreatif. Sampai saat ini, sudah masuk minggu kesepuluh penugasan penulisan artikel kreatif. Dan sudah 45 artikel tulisan dari mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama ini, publish di Jogjadaily.com.

Melalui kegiatan penulisan kreatif ini, outcame adalah 28 buku pengetahuan. Satu buku antologi capturing Panggungharjo dan 27 buku pengalaman mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama selama mereka mengikuti labsos riset aksi. Ini salah satu jejaring yang dibangun oleh Pandiva Media Network dengan pihak Universitas. Mencoba review sambutan pertama saya, ketika diminta sambutan saat acara Rapat Kerja (RAKER) Pandiva Media Network, adalah klu tiga kata. Pertama, kata bingung. Kata bingung tentu saja, meminjam istilah mas Arif Giyanto (Chairman PMN), bahwa jabatan ini adalah jabatan politik.

Maka, mau tidak mau, saya hanya menjalankan amanat yang telah diberikan oleh Pak Wahyudi Anggoro Hadi untuk mengawal Wahyudi Ahadi Imprint dan juga Panggungharjo Creative Library, dan juga amanat dari mas Arif Giyanto untuk membersamai Jogjadaily.com. Tetapi, secara prinsip saya tidak ingin wacana, isu literasi hanya mangkrak, atau sekedar jalan di tempat saja.

Kedua, kata sayang. Kata “Sayang” dalam arti yang sebenarnya yang terangkum dalam untaian kalimat klasik ‘tak kenal maka tak sayang’. Menurut saya, untuk membangun Jogjadaily.com kita harus mengenal masing-masing karakter Imprint yang menjadi jaringan dalam format Jogjadaily.com. Saya yakin seyakin-yakinnya jika dalam wadah jogjadaily.com ini, kita bisa sharing bersama, bisa berkolaborasi dengan inten, dan memikirkan keberlanjutan literasi ini, insya Allah jaringan kita akan semakin solid dan maju bersama.

Ketiga, kata gotong royong. Kata gotong royong menurut buku yang pernah saya baca. Bahwa puncak relasi gotong royong dalam bidang sosial adalah kekeluargaan. Puncak pola relasi dalam bidang ekonomi adalah kerja sama. Puncak relasi dalam bidang politik adalah musyawarah. Dari kata gotong royong inilah adalah tiga kata lagi yaitu kekeluargaan, kerja sama dan musyawarah. Intinya dalam sebuah komunitas , kalau ada kendala di lapangan kita musyawarahkan secara kekelurgaan dan memang harus kita kerjakan secara bersama-sama untuk mencari solusi mengatasi kendala di lapangan tersebut.

Satu lagi, seingat saya yang saya sampaikan ketika acara RAKER Pandiva Media Network, di lantai 2 Kantor MidClass pada hari Senin, 20 Deseember 2021, adalah team work. Ibaratnya Jogjadaily.com adalah sebuah tim sepak bola yang terdiri dari 11 pemain, maka kita sebagai tidak boleh egois, dan individualis. Tetapi harus kerja sama, melalui perencanaan untuk membicarakan teknik dan strategi cara mainnya, agar ‘goal’ dapat tercipta secara tim. Karena dalam sebuah tim sepak bola sepintar apa pun posisi mereka, penjaga gawang, bek kanan, bek kiri, pemain tengah, dan striker dan tak mungkin akan mampu mencetak gol ke gawang lawan dengan main sendiri tanpa adanya kerja sama tim. Demikian pula dengan apa yang dikerjakan oleh Jogjadaily.com, sepintar apa pun, chief editor, eksekuitf editor, secretary editorial, article editor, dan book editor tidak mungkin bisa sukses jika jalan sendiri-sendiri.