Warga Cakap Menggunakan WAG di Era Pandemi Covid-19

Logu WhatsApp. PINTEREST

Pada masa pandemi Covid-19 dibutuhkan informasi faktual, terpercaya, dan dapat dipertanggungjawabkan. Lebih-lebih informasi terkait warga yang terpapar virus.

Tujuannya, agar semua pihak yang berwenang dapat melakukan penanganan medis, baik preventif maupun kuratif. Oleh karena itu, dibutuhkan visi dan misi yang sama dalam rangka memantau dan mengevaluasi protokol kesehatan masyarakat.

Guna mendukung semua kebijakan pemberlakuan pembatasan secara mikro, diperlukan alat komunikasi berbasis Grup WhatsApp. Menanggapi pentingnya komunikasi kelompok, Kalurahan Panggungharjo membuat Grup Whatsapp Panggungharjo Tanggap Covid-19 (PTC-19) mulai dari RT hingga kalurahan.

Pembaruan data infografis mengenai perkembangan kasus Covid-19 yang bersumber dari Puskesmas Sewon II selalu ditayangkan oleh PTC-19 Kalurahan Panggungharjo.

Info yang disampaikan berupa kasus baru yang muncul, jumlah pasien yang meninggal, pasien yang sembuh, dan pasien yang diisolasi. Data selalu diperbarui oleh Pengelola Sistem Informasi Desa (PSID) melalui situs www.panggungharjo.desa.id.

Situs tersebut memuat beberapa hal penting, seperti infografis zonasi sebaran kasus positif, isolasi pasien, serta perkembangan secara detail kasus Covid-19 per hari di setiap padukuhan. Data selalu diterbitkan di situs desa, dan disebarluaskan ke grup WhatsApp PTC-19.

Agar informasi yang diperoleh akurat dan faktual, maka diperlukan kerja sama antara pemerintah kalurahan, dukuh, ketua RT, dan semua anggota grup WhatsApp PTC-19. Gerakan sosialisasi serta edukasi terkait penularan Covid-19 merupakan manifestasi dari menangkal berita bohong.

Salah satu sosialisasi dan edukasi yang dilakukan adalah memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa terpapar Covid-19 bukanlah suatu azab dari Tuhan, melainkan suatu penyakit yang bisa menyerang siapa saja. Terlebih bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu, virus ini dapat mengancam jiwa.

Tetapi, Covid-19 dapat disembuhkan secara medis dan dapat dicegah, asalkan masyarakat menaati protokol kesehatan yang telah dibuat oleh pemerintah pusat.

Ketika mendapat informasi terkait adanya orang yang positif Covid-19, maka setiap warga wajib melaporkannya kepada ketua RT setempat. Warga bersama ketua RT, perlu memberi semangat kepada pasien tersebut, serta bergotong-royong memenuhi kebutuhan hidupnya selama menjalani proses penyembuhan, baik pasien yang isolasi mandiri, perawatan di shelter, dan di rumah sakit khusus Covid-19.

Telepon pintar sangat berperan memfasilitasi kegiatan ini. Masa pandemi yang membatasi pertemuan, menjadikan telepon pintar sebagai salah satu alat yang dapat dimanfaatkan untuk gotong-royong.

Ya, benar. Meskipun ruang gerak dibatasi, namun kehadiran ponsel pintar dapat menembus jarak dalam sekejap sehingga dijadikan sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan kebaikan.

Setelah mengunduh aplikasi Whatsapp, warga memanfaatkannya untuk membuat Komunitas Jaga-Jaga Tangga melalui WAG PTC-19 tingkat RT. Lalu menyebarluaskan infografis update data sebaran Covid-19 dan informasi-informasi yang bermanfaat.

Komunitas tersebut berfungsi untuk menyebarkan artikel tentang aktivitas yang dapat meningkatkan imun tubuh, makanan yang baik dikonsumsi di masa pandemi, dan hal-hal yang bermanfaat bagi kesehatan dan pencegahan Covid -19.

Ada yang tidak kalah penting, yakni melakukan sosialisasi dan edukasi kepada semua grup bahwa warga yang terinfeksi Covid-19, bukanlah azab atau aib. Hal itu menjadi bukti bahwa kita kurang hati-hati atau lalai terhadap protokol kesehatan yang diterapkan oleh pemerintah.

Tidak henti-hentinya dan tidak bosan-bosannya mengajak semua anggota grup untuk istikamah melakukan gerakan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, serta menghindari kerumunan dan membatasi interaksi sosial.

Selain itu, memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika anggota WAG PTC-19 tingkat RT terinfeksi Covid-19, yakni dengan cara gotong royong dan bekerja sama dalam memotivasi pasien agar segera cepat sembuh, serta membantu semua kebutuhannya saat di karantina di Shelter Covid-19 atau RS khusus Covid-19.

Demikian salah satu dampak positif dari aplikasi WhatsApp bagi masyarakat yang bijaksana menggunakan teknologi digital, dan tidak menghilangkan pranata sosial berupa gotong royong dalam membangun konstruksi pola relasi antar-masyarakat.

Gotong royong dapat dimanifestasikan dalam tiga bidang. Dalam bidang ekonomi, gotong royong dapat diartikan sebagai kerja sama. Dalam bidang sosial, gotong royong dapat diartikan sebagai kekeluargaan. Terakhir, dalam bidang politik, gotong royong dapat diartikan sebagai musyawarah.