Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID) sebagai Literasi Pengetahuan Desa

Kegiatan YSID. PANGGUNGHARJO

Kehadiran Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID) adalah untuk mengkonstruksi pengalaman-pengalaman yang sudah dilakukan di Kalurahan Panggungharjo, agar dapat menjadi sebuah pengetahuan. Sehingga, bisa didayagunakan oleh pemerintah dan warga desa lain untuk mendorong kemandirian dan kedaulatan desa-desa di Nusantara.

Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID), lembaga yang didirikan pada Desember 2019, dan diresmikan oleh Menteri Desa PDTT pada 5 Januari 2020 di Kampoeng Mataraman, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Salah satu hasil nyata dari YSID adalah sebagai penyelenggara Kongres Kebudayaan Desa (KKD) tahun 2020, yang dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2020 di Kampoeng Mataraman melalui webinar seri 1-18 dengan tajuk 18 tema kebudayaan.

Tema-tema kebudayaan tersebut terdiri dari Agama, Kebudayaan, Pemuda, Kedaulatan Pangan, Perempuan dan Anak, Keluarga, Kewargaan, Reformasi Birokrasi, Tata Ruang dan Infrastruktur, Ekonomi Berkeadilan, Pendidikan yang Membebaskan, Kesehatan Semesta, Hukum dan Politik, Datakrasi, Komunikasi, Media dan Influencer, Antikorupsi dan Akuntabilitas, Keamanan dan Ketertiban, dan Arah Tatanan Baru, di tengah-tengah suasana pandemi Covid-19 masih melanda dunia.

Tidak hanya KKD yang dilakukannya untuk melengkapi sebuah pengetahuan, diselenggarakan pula Festival Inklusi dan Festival Desa-desa Adat dari Aceh hingga Papua. Berdasarkan 18 kegiatan webinar seri KKD dan dua kegiatan festival tersebut, YSID berhasil mendokumentasikan menjadi 21 paket buku pengetahuan. Delapan belas paket hasil luaran KKD, satu paket hasil luaran Inklusi Sosial, satu paket hasil luaran Festival Desa-desa Adat, dan satu paket buku putih RPJMDes sebagai gongnya yang berupa Rekomendasi Arah Tatanan Indonesia Baru dari Desa.

Dari sekian banyak rekomendasi yang dihasilkan KKD tahun 2020, klaster utama rekomendasi adalah mewujudkan kemandirian desa melalui tiga pilar. Pertama, kedaulatan politik dan pemerintahan desa; kedua, kedaulatan perekonomian desa; ketiga, kedaulatan data desa.

Selain itu, poin yang tidak kalah penting lagi bahwa dalam KKD 2020 menghasilkan formulasi arah tatanan Indonesia baru dari desa itu, telah termaktub secara ringkas dan padat dalam rumusan visi Indonesia Baru dari desa berwujud Deklarasi Arah Tatanan Indonesia Baru dari Desa, yang isinya antara lain berbunyi:

“Atas berkat dan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, dan dengan didorong oleh keinginan luhur, maka desa dengan ini menyatakan bahwa cita-cita tatanan Indonesia baru adalah terselenggaranya politik pemerintah desa yang jujur, terbuka, dan tanggung jawab untuk mewujudkan masyarakat yang partisipatif, emansipatif, tenggang rasa, berdaya tahan, mandiri, serta memuliakan kelestarian semesta ciptaan melalui pendayagunaan datakrasi yang ditopang. Oleh cara kerja pengetahuan dan pengamalan lintas ilmu bagi terwujudnya distribusi sumber daya yang setara untuk kesejahteraan warga.”

Terdapat tiga misi yang diposisikan sebagai cara pencapaian demi terwujudnya visi Indonesia Baru dari desa tersebut, yaitu menjadikan desa sebagai arena demokrasi politik lokal sebagai wujud kedaulatan politik, kedaulatan ekonomi, dan kedaulatan data.

Praktik baik lainnya yang telah dilakukan YSID yakni menciptakan pasar tertutup di Kalurahan Panggungharjo untuk meminimalisasi uang masyarakat keluar dari wilayah Panggungharjo, serta membuat gebrakan inovasi platform digital Pasardesa.id di tengah kirisis selama pandemi Covid-19, dengan cara melakukan sinergitas bersama Pemerintah Kalurahan Panggungharjo melalui intervensi kebijakan pemanfaatan BLT Dana Desa.

Tidak sampai di sini, Panggungharjo mengajak kolaborasi empat desa di Kabupaten Bantul, yaitu Ngestiharjo, Guwosari, Wirokerten, dan Sriharjo untuk bergabung dengan gebrakan inovasi platform digital Pasardesa.id yang dikelola oleh YSID.

Saat ini, YSID sudah melakukan pelatihan dan pendampingan Akademi Kampung Sigap untuk 18 Pemerintah Kampung dan Badan Usaha Milik Kampung se-Kabupaten Berau. Satu Pemerintah Desa dan Badan Usaha Milik Desa Kabupaten Kutai Timur, serta satu Pemerintah Desa dan Badan Usaha Milik Desa Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Kegiatan Pelatihan dan Pendampingan dilakukan secara virtual selama 14 sesi untuk Pemerintah Kampung/Desa, dan 14 sesi untuk Badan Usaha Milik Kampung/Desa.

Program Evaluasi dan Konsultasi Akademi Kampung Sigap telah dilakukan secara tatap muka (offline). Kegiatan ini, merupakan kolaborasi dengan lembaga Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN). Kegiatan ini, berakhir pada bulan Juni 2021.