Cerita Antre di Customer Service BRI yang Paling Berkesan

Budayakan antre. PIXABAY.COM

Hal yang sangat membosankan adalah menunggu. Tetapi ada yang paling membosankan lagi adalah mengantri di Customer Service dari pagi hingga siang begitu, ketika kurang dua atau tiga nomor antrian lagi, terpaksa di jeda karena menabrak jam istirahat kantor, yaitu jam 12.00 WIB. Kejadian ini, pernah saya alami dua kali.

Kejadian pertama ketika saya mengurus kartu NPWP di kantor KPP Pratama Bantul. Kejadian kedua yaitu pagi sampai siang hari ini, baru saja pagi tadi saya mengurus kartu atm BRI yang rusak akibat chip kartu atm BRI saya, tidak dapat terbaca oleh mesin atm BRI. Mengurusnya sih ternyata cepat sekali, setelah mengisi formulir data diri dan tentang keperluannya apa, selanjutnya oleh petugas CS BRI ditanya,”ada yang bisa saya bantu”.

Terus saya langsung saja menjawabnya, “kartu atm BRI saya chipnya tidak bisa terbaca mesin atm BRI di beberapa tempat”. Lebih lanjut petugas CS BRI langsung mengentri data saya pada alat mesin edc BRI yang tersedia di meja CS, dan memasukkan nomor yang tertera pada atm BRI saya yang rusak, kemudian oleh petugas CS saya disuruh entri nomor PIN lama, kemudian setelah saya ketik nomor PIN lama dengan jari-jari saya pada mesin edc BRI dan untuk mengakhirinya tekan tombol hijau.

Selanjutnya petugas CS mengganti kartu atm BRI lama dengan kartu atm BRI yang baru, dan saya disuruh entri nomor PIN baru kemudian tekan tombol hijau. Proses Selesai. Cepat bukan? Dan menurut petugas CS BRI lebih lanjut, kartu atm BRI bapak yang baru sudah dapat digunakan. Mengurusnya cepat paling sekitar lima menit dah kelar, cuma mengantrinya itu loh yang lama sekali, dari jam 08.30 pagi sd jam 13.10 WIB.

Sambil gelisah ketika mengantri, saya mencoba mengamati kenapa kok bisa lama banget antriannya, padahal nomor antrian saya B.021 cuma pergerakannya koq slow banget sih. Paling tidak ada dua alasan, yang saya ditemukan di TKP CS BRI unit Sewon, yang beralamat di Jalan Parangtritis. Pertama, petugas CS yang aktif hanya satu orang, padahal ada dua meja CS tersedia, berarti satu meja nganggur dong.

Tak tau alasan pastinya, apakah alasan PPKM Level 4 apakah ada alasan lainnya kenapa petugas CS nya cuma satu orang saja. Kedua, dari pengamatan saya, ternyata pada hari ini, banyak pencairan kredit usaha mikro (KUR) bagi nasabah BRI Unit Sewon. Dalam hati kecil saya, PPKM-PPKM begini kok banyak juga ya mengajukan kredit usaha mikro (KUR) di BRI Unit Sewon ya, luar biasa warga masyarakat Sewon ataukah pengajuan kredit ini bertujuan untuk konsumsi harian akibat warga masayarakat terkena dampak Covid-19. Dari sisi lain, banyak juga warga masyarakat yang keberatan untuk membayar kewajiban sebagai nasabah BRI karena usahanya macet total dan banyak yang berharap ada dispensasi perpanjangan waktu terkait angsuran pinjaman dari pemerintah pusat.

Benar -benar hari yang melelahkan bagi saya, hari ini ketika saya terbebas dari masa isolasi mandiri akibat melakukan perjalanan AKAP, ketika mulai bertemu dengan orang – orang eh malah sudah disibukkan dengan antrian CS BRI Sewon. Sebatas informasi saja bahwa waktu kejadian pertama, ketika saya mengurus NPWP, setelah jam makan siang, tidak saya lanjutkan ke KPP Pratama lagi, tetapi saya lebih memilih untuk melanjutkan tidur siang saja. Tetapi untuk kejadian kedua siang ini, saya harus pulang pergi sampai dua kali, maklum karena ada kepentingan yang sangat urgen, yaitu urusan yang ujung – ujungnya duit (UUD).

Demikian pengalaman hidup saya, ketika harus mengantri di CS kemudian keterjang jeda waktu istirahat (makan siang) kantor yang tidak dapat ditunda. Kita yang butuh, kita harus mengalah. Agar anda terhindar dari habitus seperti yang saya alami, perlu diperhatikan situasi dan kondisi waktu tertentu. Kalau saya biasanya, mencari kantor BRI Cabang/Unit yang intensitas nasabahnya tidak begitu banyak. Karena tidak semua kantor Cabang/Unit BRI ramai pengunjung.

Terlepas dari kelebihan dan kelemahan Bank BRI sebagai salah satu Bank Nasional MIlik Indonesia. Bank Nasional idola warga pedesaan, yang begitu dekat rakyat Indonesia. Aku tetap cinta BRI. Tetapi dari pengamatan sederhana yang saya lakukan ini, dan dari pengalaman sederhana yang menimpa saya, dapat diambil dua kesimpulan sederhana. Pertama, masih adanya blunder terkait pemecahan solusi yang ditimbulkan oleh salah satu produk layanan atm BRI yang seharusnya dapat memudahkan para nasabah setianya, bukan malah menambah masalah dengan produk layanan atm BRI ini.

Kedua, soal pembagian jobdesk customer service masih ada tumpang tindih, terkait prioritas pelayanan kepada para nasabah. Harusnya ada skala prioritas mana yang membutuhkan waktu pelayanan cepat seperti kendala teknis atm BRI dan mana yang membutuhkan waktu pelayanan lama seperti pencairan pinjaman kredit KUR dan lain sebagainya. Mudah-mudahan tulisan ini, menjadi evaluasi bagi manajemen BRI dari tingkat pusat, cabang, dan unit. Demikian cerita yang paling berkesan saya ketika harus antre di Customer Service sampai menerjang jam istirahat kantor yang tidak dapat diundur oleh petugas CS.

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Begini Rasanya Harus Antre di CS sampai Masuk Jeda Jam Istirahat Kantor”, Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/junaediimfat8569/60fe6ac606310e09d45579c2/begini-rasanya-harus-antri-di-cs-sampai-masuk-jeda-jam-istirahat-kantor.