I Love BRI

Logo Bank Rakyat Indonesia. PINTEREST

Sebagai nasabah setia Bank Rakyat Indonesia (BRI). Pernahkan saudara mengalami kejadian seperti yang saya alami. Kartu atm BRI yang saudara miliki, chipnya tidak bisa terbaca oleh mesin atm BRI. Demikian halnya ketika saya sedang berada di Kota Grombyang Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Di tanah kelahiran saya, di mana saya dibesarkan oleh ibu tercinta. Waktu itu, situasi dan kondisi saya sedang membutuhkan uang kas, karena uang kas saya yang ada di dompet sudah mulai menipis lekat dengan saku celana jin saya. Ketika saya pergi ke sebuah ke Bank BRI Cabang Pemalang, saya menuju sudut ruang mesin atm BRI. Setelah saya masukkan kartu atm BRI saya, tiba – tiba muncul informasi di layar mesin atm, bahwa mesin atm tidak dapat membaca chip kartu atm saya, kemudian muncul perintah dari mesin atm tersebut ‘silahkan hubungi kantor cabang /unit Bank BRI terdekat’.

Kebetulan di tempat yang sama, ada satu orang perempuan yang mengalami persis seperti yang saya alami waktu itu, serasa senasib sepenanggungan deh. Padahal baru kemarin, kartu atm BRI saya pakai sewaktu saya masih di Ngayogyakarta Hadiningrat, its no problem. Saya tetap masih berpositif thinking saja untuk mencoba pindah dari ke mesin atm yang satu ke mesin atm selanjutnya, hasilnya masih sama yaitu nihil. Sampai lebih kurang lima mesin atm BRI saya coba, hasilnya tetap sama. Karena masih penasaran, saya coba di mesin atm BRI unit Taman, di sana ada dua mesin atm BRI sudah saya coba semua hasilnya tetap sama. Akhirnya saya memberanikan diri menanyakan hal tersebut ke security bank yang sedang berjaga-jaga di depan pintu masuk ke bank, bagaimana caranya mengurus hal tersbut ke customer service tetapi oleh pihak security bank disarankan kalau mau mengurus kartu atm BRI syaratnya harus membawa KTP dan Buku Rekening Tabungan BRI. Dari infromasi security bank tersebut akhirnya saya memutuskan tidak jadi mengurus ke customer service.

Karena dapat dipastikan pada saat itu, saya tidak mungkin bisa mengurus hal tersebut, pada hari itu juga karena tentu saja, saya tidak membawa Buku Rekening Tabungan karena masih saya simpan di kota geplak, Bantul sana . Tidak berhenti sampai disitu, malamnya saya coba lagi di mesin atm link/ bersama, ketika saya masukkan kartu atm BRI saya, ternyata mesin atm link bisa membaca kartu atm BRI saya, tetapi setelah saya ketikan nomor PIN kartu atm BRI saya, saya coba cek saldo ternyata saldonya masih utuh tidak berkurang sedikit pun, kemudian saya bermaksud untuk mencoba mengambil uang sesuai dengan rupiah yang saya butuhkan, eh ternyata tidak bisa, herannya malah muncul informasi yang menyebalkan seperti ini ‘penyalahgunaan kartu atm’.

Sesampainya di rumah, saya ceritakan kepada adik saya. Ternyata adik saya pun pernah mengalami hal serupa. Kartu atm BRI adik saya chipnya tidak bisa terbaca mesin atm. Tidak hanya adik saya, kakak saya pun pernah mengalami kejadian seperti yang saya alami. Tadinya saya sempat kepikiran apakah kartu atm BRI saya hanya bisa kebaca hanya di atm BRI untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta saja, atau gimana gitu ? Kalau begitu apa gunanya saya buat kartu atm BRI kalau sering trouble di lapangan seperti ini

Sampai pada saat itu, ketika cerita ini saya tuliskan, saya belum sempat pergi ke kantor bank BRI unit terdekat dari rumah saya. Mudah-mudahan sih harapannya saldonya masih aman, tidak berkurang. Adik saya juga sampai kapok, sudah tidak mau menggunakan kartu atm BRI lagi, sejak kejadian serupa jauh-jauh hari yang lalu. Kata adik saya, ketika timingnya baru lagi butuh- butuhnya dan yang ada saldo uangnya adalah rekening BRI. Eh pas mau ambil , malah gagal gara-gara mesin atm tidak bisa membaca chip kartu atm BRI adik saya. Saya pun sebetulnya kecewa, hampir seperti ungkapan kekecewaan adik saya.

Tetapi saya tetap akan menggunakan kartu atm BRI, walaupun sudah mengecewakan saya. Karena saya cinta dengan Bank Nasional Asli Milik Indonesia. Bank Rakyat Indonesia yang benar-benar menjadi pilihan Rakyat Indonesia, dari pelosok desa sampai ke kota, semua menggunakan jasa layanan Bank BRI. Apakah karena Wakil Komisaris Utamanya ada yang rangkap jabatan sebagai Rektor UI waktu pada saat saya menuliskan pengalaman ini, sehingga tidak fokus untuk mengurusi persoalan sering troublenya kartu atm Bank BRI. Dengan plus minus layanan BRI, sebagai salah satu Bank Nasional, aku tetep love you. I love BRI. Dan saat ini, patut diapresiasi oleh kita bersama karena pada saat pandemi Covid-19, Bank BRI kebanggaan kita menjadi sponsor Liga1 Sepak Bola kasta tertinggi di Indonesia.

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “I Love BRI”, Klik untuk baca:

https://www.kompasiana.com/junaediimfat8569/60fb6c5806310e345160d484/i-love-br

Add Comment