Keunggulan Udang Vaname

Budi Daya Udang Vaname. CYBER EXTENSION KELAUTAN DAN PERIKANAN

Keunggulan udang vaname yang menjadi daya tarik dan memikat bagi para pembudi daya atau penambak terletak pada daya tahan tubuhnya dalam menghadapi penyakit yang cukup tinggi, sehingga tingkat kematiannya rendah. Selain itu, udang vaname juga memiliki tingkat produktivitas yang cukup tinggi.

Udang vaname memiliki kemampuan untuk memanfaatkan seluruh bagian dari tambak, mulai dari bagian dasar tambak sampai ke lapisan permukaan. Dengan kemampuan itu, udang vaname dapat dipelihara di tambak dengan kondisi padat tebar yang tinggi. Selain dapat memanfaatkan ruang secara efektif, udang vaname juga memiliki kemampuan dapat memanfaatkan pakan secara efisien. Keunggulan lain dari udang vaname adalah kemampuannya untuk matang gonad atau siap untuk dipijah di dalam tambak. Karena hal tersebut, sangat memudahkan bagi para pembudi daya untuk menyiapkan bakal indukan dalam usaha pembenihan.

Udang vaname di Indonesia dianggap sebagai varietas unggul dan banyak dipilih untuk dibudidayakan karena memiliki beberapa kelebihan, di antaranya memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap penyakit; memiliki laju pertumbuhan yang lebih cepat; memiliki daya tahan yang baik terhadap perubahan kondisi lingkungan; waktu untuk memeliharanya relatif pendek, yakni berkisar antara 90 sampai 100 hari dalam sekali siklus; memiliki derajat kehidupan yang tergolong tinggi; hemat pakan; dan yang terakhir produktivitasnya tinggi.

Produktivitas udang vaname lebih unggul dibanding dengan jenis udang lain. Beberapa referensi mengatakan produktivitas udang vaname mencapai 10 sampai 15 ton per hektare per siklus tergantung teknologi budi daya yang digunakan. Sedangkan, produktivitas udang windu dengan teknologi intensif hanya sebesar 6 ton per hektare per siklus. Oleh karena itu, udang vaname disebut sebagai produk udang utama dan udang windu sebagai produk ekspor premium atau organik. Selain itu, udang vaname sudah berkembang di beberapa pulau di Indonesia, antara lain di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Maluku Utara.

Udang Vaname Komoditas Primadona

Udang vaname sebagai primadona produk perikanan memiliki peran penting dalam akselerasi peningkatan produksi dan memberikan kontribusi devisa yang cukup tinggi. Udang vaname bahkan diunggulkan dari beberapa jenis udang yang dibudidayakan.

Dikatakan komoditas primadona, karena produksi udang vaname tertinggi dibanding dengan produksi udang jenis lainnya; merupakan komoditas ekspor; nilai ekspornya tertinggi dibanding dengan nilai ekspor komoditas ikan lainnya; produktivitasnya tertinggi dibanding produktivitas jenis udang lainnya; mudah dibudidayakan dan lebih resisten terhadap penyakit; serta dengan volume rendah mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.

Udang merupakan salah satu komoditas perikanan Indonesia yang berpotensi besar untuk dikembangkan. Saat ini, nilai ekonomi komoditas udang mencapai 250 miliar dolar Amerika atau sekitar 3,6 triliun rupiah setiap tahun. Indonesia sendiri menempati urutan ketiga terbesar sebagai negara pengekspor udang di pasar dunia setelah Thailand dan India. Jenis udang yang diekspor oleh Indonesia, di antaranya udang windu, udang vaname, dan jenis udang lainnya.

Khususnya mengenai udang dengan nama latin Litopenaeus vannamei, rata-rata memiliki kontribusi volume ekspor mencapai 85 persen. Udang vaname memiliki karakteristik spesifik, seperti mampu hidup pada kisaran salinitas yang luas, mampu beradaptasi dengan lingkungan bersuhu rendah, memiliki tingkat keberlangsungan hidup yang tinggi, dan memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap penyakit sehingga cocok untuk dibudidayakan di tambak.

Udang vaname merupakan udang yang berasal dari daerah subtropis pantai barat Amerika, mulai dari Teluk California di Mexico bagian utara sampai pantai barat; Guatemala; El Salvador; Nicaragua; Kosta Rika di Amerika Tengah; hingga ke Peru di Amerika Selatan. Udang vaname mulai banyak dibudidayakan di Indonesia dan dijadikan sebagai pengganti udang windu atau Penaeus monodon.

Alasan penggantian ini karena produksi udang windu menurun sejak 1996 akibat penurunan kualitas lingkungan serta sering mengalami kematian massal akibat penyakit dan virus. Ini juga sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Menteri Kelautan dan Perikanan RI. No. 41/2001 tentang Pelepasan Varietas Udang Vaname Sebagai Varietas Unggul, udang vaname merupakan udang varietas unggulan yang mampu meningkatkan produksi, pendapatan, dan kesejahteraan petambak udang.

Dipilihnya udang vaname menggantikan udang windu karena sifatnya yang dapat mencapai ukuran besar dan tumbuh secepat udang windu, yaitu 3 gram per minggu; dapat dibudidayakan pada kisaran salinitas yang lebar 0,5 sampai 45 part per thousand; kebutuhan protein pakan yang lebih rendah dibanding udang windu, yaitu 20 persen sampai 35 persen; dan dapat ditebar dengan kepadatan tinggi hingga lebih dari 150 ekor per meter persegi, bahkan kepadatan bisa lebih tinggi dengan sistem super intensif.

Secara morfologi, udang vaname memiliki tubuh berbuku-buku dan aktivitas berganti kulit luar atau eksoskeleton secara periodik atau moulting. Bagian tubuh digunakan untuk makan, bergerak, membenamkan diri ke dalam lumpur atau burrowing, menopang insang, dan organ sensor seperti antena dan antenula. Udang vaname memiliki tubuh yang dibalut kulit tipis keras dari bahan kitin berwarna putih kekuning-kuningan dengan kaki berwarna putih.

Untuk ukuran tubuhnya sendiri, apabila dibandingkan dengan udang windu ataupun udang jerebug, udang vaname memiliki ukuran yang lebih kecil. Kepala udang vaname terdiri dari antenul, antena, mandibula (tulang rahang bawah), dan dua pasang maxillae (tulang rahang atas). Kepala udang vaname juga dilengkapi dengan tiga pasang maxilliped (kaki toraks) untuk makan dan lima pasang periopoda (kaki untuk berjalan). Abdomen (bagian perut) terdiri dari enam ruas. Pada bagian abdomen terdapat lima pasang pleopod (kaki renang) dan sepasang uropoda (ekor kipas) yang membentuk kipas bersama-sama telson (ekor).

Biaya produksi udang vaname setiap satu periode diperkirakan sebesar 180.000.000 rupiah setiap satu hektar. Keuntungan yang dihasilkan mencapai 317.550.000 rupiah per hektar. Artinya, usaha budi daya udang vaname menguntungkan.

Selain bernilai ekonomi, udang juga termasuk salah satu makanan laut yang baik untuk kesehatan. Udang terkandung kalsium, potasium, dan fosfor yang merupakan sumber vitamin A dan E. Sama halnya dengan ikan, udang pun merupakan sumber makanan laut yang mengandung asam lemak omega 3 yang berfungsi mengurangi peradangan dan risiko penyakit jantung.