Meningkatkan Kesejahteraan Warga dengan Kemandirian Desa

Gapura KUPAS. MUZAYINAH

Sebelum pandemi datang dan sebelum Waduk Penjalin yang terletak di Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, mengalami banyak perubahan, setiap tahun banyak wisatawan berdatangan. Terlebih lagi saat Idulfitri, wisatawan berdatangan lebih banyak. Itu menjadi keuntungan sendiri bagi desa dan masyarakat sekitar waduk. Waduk Penjalin sebagai aset desa, menjadi salah satu sumber pendapatan yang cukup menguntungkan bagi desa.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Desa mempunyai sumber pendapatan berupa Pendapatan Asli Desa; bagi hasil pajak daerah dan retribusi daerah kabupaten atau kota; bagian dari dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh kabupaten atau kota; alokasi anggaran dari APBN; bantuan keuangan dari APBD provinsi dan APBD kabupaten atau kota; serta hibah sumbangan yang tidak mengikat dari pihak ketiga.

Sumber pendapatan desa tersebut bisa digunakan untuk membangkitkan kekayaan desa. Caranya, yaitu dengan mengoptimalkan sumber pendapatan desa untuk meningkatkan pembangunan desa. Seiring dengan pembangunan desa, kekayaan desa juga ikut meningkat. Ketika kekayaan desa meningkat maka desa akan terbebas dari kemiskinan yang selama ini terus menjadi momok menakutkan, baik bagi desa maupun negara yang ruang lingkupnya lebih luas. Sektor perekonomian desa bisa stabil dan terus berkembang.

Seperti Kalurahan Panggungharjo yang memiliki BUMDes Panggung Lestari,yang bergerak di bidang pembangunan desa. Lebih tepatnya, BUMDes memiliki peran sebagai alat angkut perekonomian dan agen terwujudnya perubahan sosial menuju kesejahteraan.

BUMDes Panggung Lestari berperan penting dalam membangun Kalurahan Panggungharjo menjadi desa yang maju dengan terus meningkatkan pembangunan desa. Pembangunan desa yang meliputi pembangunan ekonomi desa, sistem informasi, teknologi, politik, kebudayaan, dan sosial kemasyarakatan desa.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2021 pada Bab 1 ayat (1) yang menyatakan bahwa BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) adalah badan hukum yang didirikan oleh desa dan atau bersama desa-desa guna mengelola usaha, memanfaatkan aset, mengembangkan investasi dan produktivitas, menyediakan jasa pelayanan, dan atau menyediakan jenis usaha lainnya untuk kesejahteraan masyarakat desa.

Pembangunan desa adalah upaya peningkatan kualitas hidup dan kehidupan untuk kesejahteraan masyarakat desa. Hal itu tertuang dalam Pasal 1 ayat (8) UU No 6 Tahun 2014. BUMDes berperan besar dalam mewujudkan pembangunan desa untuk mencapai kesejahteraan masyarakatnya sesuai dengan tujuan dibentuknya BUMDes, yaitu meningkatkan perekonomian desa dan meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa, seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendes PDTT) No. 4/2015.

Semua itu perlu dibangun dan ditingkatkan agar desa dapat terus berkembang. Sampai pada puncaknya, desa akan mengalami kemajuan sehingga masyarakatnya merasakan kesejahteraan. Ini karena pembangunan desa pada dasarnya bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. Dengan majunya BUMDes, akan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Majunya BUMDes tidak lepas dari adanya pendapatan desa, baik dari pendapatan eksternal maupun internal. Pendapatan eksternal, seperti kucuran dana yang diberikan oleh pemerintah, jika dikelola dengan baik dan dioptimalkan penggunaannya maka akan sangat berguna bagi kemajuan desa. Pendapatan eksternal ini pasti didapatkan oleh setiap desa, sehingga peningkatan pembangunan desa sangat bergantung pada bagaimana pemerintah desa mengelola kucuran dana tersebut.

Hal yang sama juga berlaku untuk sumber pendapatan desa yang berasal dari Pendapatan Asli Desa. Kalurahan Panggungharjo termasuk dalam desa dengan Pendapatan Asli Desa paling besar di antara desa-desa di Kabupaten Bantul. Meski BUMDes Panggung Lestari baru berdiri enam tahun, pendapatannya adalah yang paling besar.

BUMDes bisa menjadi sumber penghasilan untuk Pendapatan Asli Desa tergantung orang-orang yang berkecimpung di dalamnya mengelola BUMDes tersebut. Seperti BUMDes Panggung Lestari yang belum lama berdiri, karena dikelola oleh orang-orang yang bisa melihat potensi desa sebagai peluang sehingga membawa desa menuju kemakmuran. Pada akhirnya, Kalurahan Panggungharjo menjadi desa terdepan dan maju dalam segala hal.

BUMDes Panggung Lestari bergerak dalam berbagai bidang, di antaranya bidang simpan pinjam, pengelolaan sampah, dan desa wisata. BUMDes Panggung Lestari membawahi beberapa unit aktif dan produktif yang ada di Kalurahan Panggungharjo, di antaranya Kelompok Usaha Pengelola Sampah (KUPAS), Kampoeng Mataraman, Pengelola Sistem Informasi Desa (PSID), Koperasi Wanita Dewi Kunti, dan Yayasan Sanggar Informasi Desa (YSID). YSID juga membawahi satu unit aktif, yaitu Pasardesa.id yang berdiri belum lama ini.

Pemerintah Kalurahan Panggungharjo, secara penuh memiliki kewenangan dalam mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Hal ini sesuai dengan UU Desa yang memberikan kewenangan kepada desa berdasarkan asas rekognisi dan subsidiaritas. Dalam hal ini, Pemerintah Kalurahan Panggungharjo benar-benar menggunakan kewenangannya untuk mengatur dan mengurus pemanfaatan sumber kekayaan desa, termasuk tanah kas desa dan bangunan milik desa yang merupakan aset pemerintah desa sebagai bagian dari sumber Pendapatan Asli Desa.

Kucuran dana yang diterima oleh Kalurahan Panggungharjo telah membawa kemakmuran bagi desa dengan meningkatnya nilai aset-aset desa tersebut. Dengan meningkatnya kekayaan desa, ekonomi masyarakat pun ikut terkena imbas positifnya. Sebab, kekayaan desa yang meningkat, dananya digunakan untuk pemberdayaan masyarakat. Sehingga, bukan hanya desanya yang maju, tetapi kesejahteraan masyarakatnya pun ikut meningkat.

Pemberdayaan masyarakat desa adalah upaya mengembangankan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran, serta memanfaatkan sumber daya melalui penetapan kebijakan, program, kegiatan, dan pendampingan yang sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat desa.

Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kalurahan Panggungharjo dalam memberdayakan masyarakatnya. Unit lembaga usaha yang berdiri di Panggungharjo melibatkan masyarakatnya untuk mengelola lembaga tersebut. Masyarakat yang awalnya tidak memiliki skill, kemudian dilatih, diberi pekerjaan, sehingga masyarakat bisa membangun potensinya sendiri dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Pemberdayaan tersebut bertujuan untuk membawa masyarakat Panggungharjo agar berkembang, sehingga nantinya bisa berdiri sendiri. Hal ini bisa dilihat dari pengadaan anggaran Dana Desa yang digunakan sebagai pelatihan kewirausahaan bagi anak-anak yang putus sekolah. Jadi, meskipun putus sekolah, anak-anak di Kalurahan Panggungharjo diharapkan bisa memiliki kemampuan yang nantinya dapat digunakan sebagai modal mempertahankan hidup.

Kesejahteraan rakyat bukan hanya diperoleh dari adanya pemberdayaan masyarakat, ada satu lagi, yaitu pelayanan publik. Pelayanan publik yang terus meningkat juga menjadi salah satu faktor bagi terbentuknya masyarakat yang sejahtera. Ketika sumber pendapatan desa digunakan untuk meningkatkan pelayanan publik agar bisa menjangkau seluruh masyarakat desa, kesejahteraan masyarakat akan merata, dan dapat dirasakan oleh semua orang di desa tersebut.

Selain untuk pemberdayaan masyarakat dan pelayanan publik, pemanfaatan sumber pendapatan desa juga untuk membangun perekonomian desa yang salah satunya berujung pada kesejahteraan masyarakat juga. Membangun perekonomian desa tidak semudah membangun rumah. Ada beberapa tolok ukur ekonomi desa dianggap berkembang dan maju, di antaranya angka kemiskinan yang rendah dan tingkat pengangguran rendah.

Selain dua hal tersebut, ekonomi bisa dikatakan maju jika kekayaan desa meningkat. Tiga hal tersebut dapat dicapai dengan adanya sumber pendapatan desa. Angka kemiskinan bisa berkurang ketika pemerintah desa menganggarkan dana untuk bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu dan melatih masyarakat agar memiliki kemampuan dalam bekerja.

Pengurangan pengangguran juga dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan kewirausahaan anak muda. Kemampuan yang diperoleh dari pelatihan tersebut bisa menjadikan anak muda mandiri dan mampu mendirikan usaha sendiri di kemudian hari. Hal ini dapat menjadi sarana dalam mengurangi angka pengangguran di desa.

Sumber pendapatan desa sangat berpengaruh dalam mendorong tumbuhnya perekonomian desa. Ketika perekonomian desa tumbuh dengan cepat, masyarakat desa pun akan ikut terkena dampak positifnya. Masyarakat desa yang dijadikan sebagai penggerak ekonomi desa, dapat membawa desanya menuju kesejahteraan yang merata dan dirasakan oleh seluruh masyarakat desa.

Add Comment