Pandemi Merebak, Ekonomi Harus Tetap Bergerak

Balik Layar Pengembangan Sistem Pasardesa.id. IG/PASARDESA.ID

Pandemi mengambil alih dunia, membuat semua orang terpenjara di rumah, jika ke luar diharuskan memakai masker. Pandemi yang bertamu ke Indonesia di tahun 2020 tepatnya pada akhir bulan Maret. Pemerintah Indonesia, langsung menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Upaya yang dilakukan ini juga berdampak pada perekonomian yang menurun. Terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) para pekerja, daya beli masyarakat menurun, dan perputaran ekonomi tersendat. Kedatangan pandemi menjadikan dunia yang semula tenang menjadi pontang-panting. Untuk menghadapinya, kreativitas dan inovasi sangat dibutuhkan dalam upaya mempertahankan ekonomi yang menurun drastis.

Perekonomian merupakan salah satu tolok ukur dari majunya suatu negara, begitu juga dengan peran perekonomian dalam suatu desa. Jika ekonomi menurun, kesejahteraan masyarakat ikut menurun, anak-anak mengalami putus sekolah, angka kemiskinan meningkat, tindak kriminal bisa saja sering terjadi, moral manusia juga menurun, dan terjadi kerusuhan di mana-mana, itu adalah beberapa hal yang bisa saja terjadi jika ekonomi di suatu wilayah menurun karena ekonomi itu sangat penting untuk kelanjutan hidup semua orang dan untuk terciptanya kedamaian suatu tatanan.

Selain dampak negatif yang ditimbulkan dari adanya pandemi, saya menemukan sisi positif dari itu semua. Situasi pandemi ini mengajarkan manusia untuk cepat tanggap dengan situasi apapun, memaksa manusia untuk punya kemampuan dalam menghadapi industri 4.0. Salah satunya, situasi pandemi mengharuskan semua orang paham teknologi. Ini menjadi cara manusia melakukan aktivitas dan berinteraksi tanpa kontak fisik yang berpotensi menyebarkan virus. Selain itu, pandemi juga mengasah kreativitas dan inovasi untuk mempertahankan diri.

Berbagai bentuk inovasi yang dibuat oleh orang-orang dari kalangan usaha kecil maupun perusahaan besar yang mencoba bertahan. Peluang yang tercipta karena kebutuhan penanganan pandemi juga dimanfaatkan sebaik mungkin, diantaranya, banyak industri yang beralih ke pembuatan APD, masker, dan hand sanitizer. Itu merupakan salah satu dari terwujudnya gagasan inovatif, apalagi masker yang banyak diproduksi oleh usaha-usaha kecil, tentu sangat membantu dalam perekonomian mereka.

Para pekerja yang terkena PHK memutar otak untuk membangun bisnis sendiri. Mulai dari bisnis makanan, pakaian, dan obat-obatan. Semua itu merupakan bentuk dari reaksi cepat tanggap manusia dalam menyadari agar tidak berdiam diri di saat ekonomi hampir mati.

Indonesia kembali mengalami krisis ekonomi seperti yang pernah dialami pada tahun 1998. Saat itu, nilai rupiah anjlok hingga Indonesia mengalami krisis moneter yang berdampak langsung pada penurunan ekonomi negara. Krisis karena pandemi saat ini malah lebih berat bagi Indonesia, karena pandemi datang secara tiba-tiba dan tidak ada persiapan apapun.

Menghadapi berbagai permasalahan ekonomi yang berdatangan karena pandemi. Salah satu harapan Indonesia adalah dari berjalannya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pendapatan UMKM dinilai dan terbukti bisa mempertahankan ekonomi Indonesia. UMKM harus tetap berdiri dan dikembangkan untuk menopang ekonomi negara.

Pandemi memang datang secara tiba-tiba saat Indonesia dan negara-negara lain tidak mengantisipasi datangnya pandemi. Kalurahan Panggungharjo menjadi salah satu desa yang mampu beradaptasi dengan pandemi secara tanggap. Dengan inovasi dari pemerintah desa, meskipun juga dikejutkan oleh datangnya pandemi, Kalurahan Panggungharjo mampu mengatasinya.

Pemerintah Indonesia mendorong perkembangan UMKM untuk menopang perekonomian negara di masa pandemi. Pemerintah paham bahwa UMKM mampu membangkitkan kembali ekonomi dan mempunyai kemampuan dalam mencari solusi melalui teknologi, inovasi, dan investasi. Jadi, pemerintah mengupayakan untuk tetap mengembangkan UMKM, sehingga walaupun ekonomi sempat menurun, bisa dipertahankan dan bisa ditingkatkan lagi.

UMKM terbukti mampu beradaptasi dengan baik di situasi pandemi. Meski tidak bisa dipungkiri bahwa krisis ekonomi yang dialami Indonesia juga berdampak pada UMKM. Bisnis yang dijalankan oleh individu, rumah tangga, atau badan usaha kecil ini menjadi pilar penting dalam perekonomian Indonesia.

Kelurahan Panggungharjo menjadi salah satu bukti bahwa pandemi tidak menyurutkan ekonomi. Saat banyak pihak kewalahan menghadapi dampak pandemi, Kalurahan Panggungharjo dengan inovasinya, mampu mempertahankan ekonominya dengan mendirikan Pasardesa.id. Pasardesa.id memang lahir karena pandemi untuk menjadi platform mitigasi dalam mengatasi ekonomi di Kalurahan Panggungharjo.

Pandemi yang mengharuskan semua orang berada di rumah, lalu mendorong shifting pola konsumsi barang dan jasa dari offline ke online. Solusi inovatif yang digagas oleh Pemerintah Kalurahan Panggungharjo berupa Pasardesa.id sangat tepat karena lembaga tersebut memang berbasis online. Dengan begitu, masyarakat Panggungharjo tidak perlu keluar rumah untuk berbelanja kebutuhan pokok. Solusi ini juga mempermudah masyarakat untuk mentaati PSBB yang dibuat pemerintah.

Secara spesifik, produk-produk yang dijual di Pasardesa.id berupa makanan, kain batik, produk-produk UMKM, dan produk-produk dari BUMDes. Pada dasarnya, Pasardesa.id yang berada dibawah naungan Yayasan Sanggar Inovasi Desa (YSID), didirikan untuk mensejahterakan masyarakatnya.

Setelah pandemi mereda, Pasardesa.id beralih konsep dalam mekanismenya, yaitu dengan menjual produk-produk dari BUMDes Panggung Lestari. Jadi, UMKM yang tergabung di Pasardesa.id akan menjadi reseller produk-produk BUMDes. Pasardesa.id disebut juga social commerce karena memanfaatkan media sosial.

Pendirian Pasardesa.id ini sesuai dengan UU Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM, yaitu pada Bab II Pasal 2 yang menyatakan UMKM yang berasaskan berwawasan lingkungan dengan penerapannya Panggungharjo bisa memberdayakan UMKM. Ini bisa terlihat dengan pendirian Pasardesa.id yang bertujuan untuk menjadi jembatan bagi warung-warung yang mobilitasnya kurang. UMKM yang menjadi anggota Pasardesa.id bisa menjualkan barang apa pun, dengan syarat barang yang akan dijual sudah mendapat izin dari BUMDes Panggung Lestari.

Pasardesa.id hadir dengan tujuannya untuk menjadi jembatan bagi warung-warung dengan mobilitas terbatas. Pasardesa.id memberikan fasilitas untuk para anggotanya, berupa penyediaan produk yang baik untuk dijual, penyediaan konten jika sebagai media promosi produknya, dan penyediaan marketing tools. Selain itu, pemerintah Kalurahan Panggungharjo juga memberikan insentif bagi warung-warung kecil untuk mengembangkan produknya melalui adanya Pasardesa.id.

Dengan pemberdayaan UMKM melalui pendirian Pasardesa.id, Panggungharjo nyatanya mampu mengatasi dampak pandemi yang menggemparkan dunia. Panggungharjo memiliki refleks yang bisa terbilang baik dengan berani merealisasikan buah dari pemikiran yang inovatif yang terwujud dengan berdirinya Pasardesa.id. Masyarakat maupun pemerintah desa tetap bisa merasakan kesejahteraan meski berada di tengah pandemi. Pemerintah Kalurahan Panggungharjo dengan berbagai upayanya tetap mengutamakan kesejahteraan masyarakatnya.

Mungkin, pandemi datang karena jenuh melihat tingkah laku manusia yang semena-mena pada bumi, tanpa ingat semua pasti pulang. Pandemi datang mengetes seberapa kuat manusia menghadapi kenyataan yang kadang tidak berkeadilan. Setelah manusia mampu beradaptasi, tapi pandemi tidak kunjung pergi, mungkin memang manusia diharuskan hidup berdampingan dengan pandemi. Ketika situasi mulai terkondisi, ekonomi mulai stabil kembali, bahkan melonjak meski tidak terlalu tinggi, menjadi bukti bahwa manusia dalam keadaan apapun bisa menjalani asalkan terorganisasi dan mampu berinovasi.