Perjalanan Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi

Wahyu Heryanto sedang melakukan budi daya ikan. PUTRI INDAHSARI

Kelompok perikanan merupakan tempat untuk menghimpun masyarakat yang memiliki ketertarikan pada bidang ikan. Pembentukan kelompok perikanan dalam lingkungan masyarakat guna memperoleh tujuan bersama.

Selain itu, keikutsertaan individu dalam suatu kelompok dapat mengasah karakter pribadi, seperti pembentukan karakter yang mandiri dan bertanggung jawab melalui percaya diri saat mengambil keputusan, dapat mencari solusi terhadap suatu masalah, dapat mengatasi kendala dan halangan, dan sebagainya.

Kontribusi individu dalam kelompok juga dapat melatih bersosialisasi, sebab suatu kelompok berperan sebagai wadah untuk berkomunikasi dan menampung aspirasi yang jujur, serta sebagai wadah sosial yang dinamis, aktif, sehat, dan bermanfaat guna meraih pembangunan yang adil. Kelompok juga dapat digunakan sebagai tempat yang tepat untuk berproses dan belajar bekerja dalam tim. Oleh sebab itu, hadirnya suatu kelompok dalam lingkungan masyarakat kerap dijadikan acuan bagi lingkungan sekitarnya.

Hardjanto (2017) menjelaskan bahwa kelompok pertanian memiliki beberapa manfaat untuk para anggotanya, yakni dimanfaatkan sebagai media untuk pembelajaran, media kerja sama, unit penyedia sarana dan prasarana produksi perikanan, unit produksi, pengolahan, dan pemasaran perikanan, unit jasa penunjang, organisasi kegiatan bersama, serta sebagai kesatuan swadaya juga swadana.

Pada manfaat sebagai media untuk pembelajaran, anggota kelompok perikanan dapat berinteraksi edukatif terkait teknologi, informasi, mengambil kesepakatan, serta praktik komunikasi multi dimensional, yakni komunikasi yang dilakukan tidak hanya mempengaruhi isi pesan, melainkan mempengaruhi komponen lainnya.

Berdasarkan poin kedua, yakni sebagai media kerja sama, kelompok perikanan menjadi tempat untuk bekerja sama bagi para anggota untuk meraih tujuan bersama. Selanjutnya, sebagai penyedia sarana dan prasarana produksi ikan, kelompok perikanan menyediakan hal-hal yang dibutuhkan dalam praktik budi daya ikan, seperti benih, pakan ikan, dan lain-lain.

Selaku unit produksi, pengolahan, dan pemasaran perikanan, suatu kelompok perikanan melakukan kegiatan produksi perikanan seperti penyediaan media produksi, perkreditan, serta pemasaran hasil. Pada poin ini sangat berkaitan dengan manfaat kelompok sebagai media kerja sama, karena produksi, perkreditan, serta pemasaran hasil dilakukan secara bersama-sama agar lebih produktif dan efektif.

Untuk mendukung manfaat kelompok perikanan sebagai unit produksi, pengolahan, dan pemasaran perikanan, kelompok perikanan juga dapat dimanfaatkan sebagai unit penunjang. Artinya, kelompok perikanan bermanfaat sebagai unit usaha yang mengoperasikan usaha, seperti jasa penyewaan, percontohan, konsultasi, dan lain-lain.

Dalam kelompok perikanan, terdapat organisasi kegiatan bersama, seperti pengelompokan dan pengorganisasian tugas. Terakhir, selaku kelompok yang bijak dan mandiri dalam proses dan praktiknya, kelompok perikanan melaksanakan hal-hal yang sifatnya progresif secara bersama-sama, seperti kegiatan menabung dan pengadaan iuran sebagai bentuk pengembangan modal usaha.

Salah satu kelompok perikanan yang berhasil merealisasikan poin-poin di atas ialah Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi. Selaku pendirinya sekaligus ketua pertama, Wahyu Heryanto mengaku bahwa Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi telah mengalami pasang surut pada kepengurusannya.

Pada awal didirikan, Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi terdiri dari tujuh orang anggota dengan sepuluh kolam. Tanpa pengalaman dan berbekal ilmu pemeliharaan dan pengelolaan ikan dari buku, Wahyu memutuskan untuk membuat kolam guna memanfaatkan lahan yang sebelumnya sawah, namun dianggap kurang menghasilkan.

Wahyu bersama anggota lainnya berproses membentuk kelompok perikanan yang aktif dan bermanfaat. Pada awal pembentukannya, Wahyu sempat mengajukan pinjaman uang ke Bank Daya Ekonomi (BDE) untuk meningkatkan semangat anggotanya.

Wahyu dibantu kepala dukuh mengajak masyarakat desa untuk masuk Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi. Uang hasil pinjaman sebesar sepuluh juta rupiah dari BDE diputar untuk para anggota baru sebagai pinjaman atau modal pertama masuk Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi. Wahyu sadar bahwa hal tersebut merupakan sebuah bumerang, tapi Wahyu yakin bahwa usaha tersebut tidak akan sia-sia.

Namun, setelah pinjaman tersebut sampai kepada masyarakat, hasilnya tidak seperti yang direncanakan Wahyu. Beberapa pihak yang tidak memprioritaskan urusan terkait perikanan, justru menggunakannya untuk kepentingan pribadi, seperti renovasi rumah dan menggunakannya sebagai modal usaha lain. Hal tersebut mengakibatkan Wahyu mengalami kesulitan pada waktu pengembalian. Kemudian, kepemimpinan Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi diserahkan kepada kepala dukuh.

Ketika kepala dukuh memimpin, Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi masih mendapatkan pinjaman dari Dinas Perikanan Kabupaten Sleman. Tentunya setelah menyelesaikan urusan peminjaman modal ke pihak BDE. Anggota kelompok mengangsur setiap satu bulannya, kemudian hasil angsuran disetorkan ke Dinas Perikanan Kabupaten Sleman.

Saat masih memimpin Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi, Wahyu berinisiatif memberikan nama gang-gang di kawasan lokasi Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi dengan nama-nama ikan, seperti Gang Gurameh, Gang Nila, Gang Gabus, Gang Arwana, dan lain-lain. Gang rumah Wahyu sendiri dinamakan Gang Tawes karena dulu ia memelihara ikan tawes.

Setelah melewati proses yang cukup panjang, Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi memutuskan untuk membentuk New Mina Legi. Pembentukannya merupakan realisasi dari beberapa catatan evaluasi untuk kepengurusan Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi.

New Mina Legi merupakan konsep baru terkait kepengurusan kelompok yang lebih terstruktur. Jika konsep lama dari Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi tidak ada pembatasan untuk anggota kelompok yang ingin bergabung, lain halnya pada New Mina Legi yang membatasi anggotanya. Hanya warga Sambilegi Lor yang diizinkan untuk bergabung dengan Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi.

New Mina Legi mulai berlaku sejak tahun 2021 dengan dua puluh orang anggota. Selain terkait keanggotaan kelompok, New Mina Legi juga membuat peraturan baru terkait finansial kelompok, yakni larangan untuk menggunakan simpan pinjam. Hal itu ditujukan untuk meminimalisasi penyalahgunaan dana seperti yang terjadi pada awal Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi didirikan.

Pada pertengahan tahun 2021 pula, para anggota lebih aktif dan berinisiatif dengan meluncurkan program-program baru guna membangun desa dan mendorong eksistensi Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi. Seperti halnya perbaikan dan penambahan fasilitas di sekitar kolam. Hal itu membuktikan kondisi pandemi tidak menyurutkan semangat, kreativitas, dan kerja sama antar-anggota untuk mengembangkan Kelompok Budi Daya Ikan Mina Legi.