Membangun Ketahanan Keluarga Sejak Dini

Workshop Pra Nikah Kotagede. Buletin Warta Kotagede

Pada zaman sekarang masalah dalam kehidupan berumah tangga dalam suatu pernikahan tidak bisa dihindari, baik masalah kecil maupun masalah besar. Dimana dengan adanya permasalahan atau konflik ini tidak menutup kemungkinan timbulnya suatu kekerasan dalam rumah tangga dan berujung pada suatu perceraian.

Saya sangat prihatin melihat kasus perceraian dalam suatu pernikahan yang didasarkan adanya konflik yang tidak bisa diselesaikan dalam suatu rumah tangga. Oleh karena itu, sebagai bentuk keprihatinan saya diadakannya workshop pra nikah yang bertempat di Pendopo Abdi Praja Kemantren Kotagede para tanggal 8 April 2021 yang dihadiri sebanyak 30 pemuda di wilayah Kemantren Kotagede.

Dengan diselenggarakan acara ini saya berharap selaras dengan tujuannya yaitu untuk memberikan pemahaman kepada pemuda mengenai pernikahan baik dari segi agama maupun dari segi kesehatan.

Pada acara tersebut diisi oleh narasumber Saeful Anwar, M.Si selaku penghulu madya KUA Kemantren Kotagede, dan dr. Nur Wahyuningsih, MPH selaku kepala Puskesmas Kotagede I. Sebagai tenaga medis, dr. Nur Wahyuningsih, MPH mengenai kesehatan reproduksi remaja, diantaranya macam-macam penyakit reproduksi dan pencegahan serta cara merawat kesehatan reproduksi.

Kehidupan pernikahan yang bahagia, memiliki keturunan yang baik dalam segi kesehatan maupun kecerdasan merupakan keinginan setiap orang. Namun, tidak jarang bahwa banyak permasalahan yang timbul dalam suatu pernikahan yaitu permasalahan dari internal maupun permasalahan eksternal. salah satunya masalah kesehatan yang merupakan masalah internal dan dampak pandemi yang merupakan masalah eksternal.

Saya menyadari betul bahwa kesehatan harus benar-benar dipersiapkan sedini mungkin sebelum seseorang menuju ke jenjang pernikahan sebagai upaya dalam membentuk ketahanan keluarga sedini mungkin. Kesehatan merupakan hal yang harus diperhatikan, sehingga nantinya setelah menikah akan berkurang konflik terkait masalah kesehatan. Oleh karena itu, dalam workshop kali ini juga saya menghadirkan tenaga medis yang memberikan edukasi, karena hal ini penting diketahui oleh pemuda khususnya yang belum menikah, sehingga dapat mempersiapkan pernikahan dengan baik sedini mungkin.

dalam workshop pra nikah Saeful Anwar, M.Si memberikan penjelasan mengenai definisi nikah, syarat dan rukun-rukun yang harus dijalankan dalam pernikahan. Perkawinan yang dalam istilah agama disebut “Nikah: adalah melakukan suatu akad atau perjanjian untuk mengikatkan lahir dan batin di antara seorang laki-laki dan perempuan sebagai suami istri dengan tujuan untuk membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal yang didasarkan pada ketuhanan Yang Maha Esa.

Dalam hukum Indonesia pernikahan diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Dimana dalam Undang-Undang ini terdapat asas dan prinsip hukum pernikahan antara lain:

Tujuan pernikahan yaitu membentuk keluarga yang bahagia dan kekal. Sehingga sebagai pasangan suami istri haruslah saling membantu dan melengkapi baik kesejahteraan spiritual maupun kesejahteraan material.

Suatu pernikahan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya dan dicatat di tiap-tiap surat keterangan, suatu akta yang dimuat dalam daftar pencatatan.

Bahkan sejalan dengan diadakannya workshop pra nikah ini sesuai dengan prinsip bahwa suami istri harus masak jiwa dan raga untuk dapat melangsungkan pernikahan, supaya dapat mewujudkan tujuan pernikahan secara baik, tanpa berakhir dengan perceraian, dan dapat mendapat keturunan yang baik dan sehat.

Tahapan Pencatatan Pernikahan

Menurut islam perkawinan adalah pernikahan yaitu akad yang sangat kuat atau mistaqan ghalidzan untuk menaati perintah Allah dan melaksanakannya merupakan ibadah. Selanjutnya Beliau juga menjelaskan tata cara pencatatan nikah pernikahan sebagai berikut:

pertama, calon Calon Pengantin meminta surat pengantar dari ketua RT dan RW setempat kemudian mengurus berkas di kelurahan berupa surat pengantar perkawinan (N1); Surat Persetujuan Mempelai (N3); Surat Izin Orang Tua (N4); Surat Keterangan Wali Nikah; Surat Permohonan Kehendak Nikah (N7).

Kedua, Calon Pengantin datang ke puskesmas untuk mendapatkan imunisasi TT1 bagi mempelai wanita, kartu imunisasi dan imunisasi TT II.

Ketiga, Calon Pengantin mengurus di KUA yaitu, Memberitahukan kehendak nikah secara tertulis (N7), Membayar biaya pencatatan nikah, Pemeriksaan nikah, Suscatin (Kursus Calon Pengantin), dan Pencatatan nikah

Keempat, Pelaksanaan nikah di balai nikah atau rumah: pengantin memperoleh buku nikah dan kartu nikah

Saya sangat berharap sejalan dengan tujuan pernikahan untuk membentuk keluarga dengan diadakannya workshop ini dapat menjadi edukasi agar nantinya pemuda dalam membangun keluarga melalui pernikahan yang sah dapat hidup bahagia, kekal, dan sejahtera. Hak-hak kedudukan suami istri dapat terjalin dengan baik dalam kehidupan rumah tangga maupun dalam pergaulan masyarakat.

Bahkan tidak menutup kemungkinan adanya workshop ini dapat memberikan pemahaman kepada calon pengantin terkait cara dan upaya yang bagaimana nantinya apabila dalam suatu pernikahan terdapat problematika yang akan dialami.

Saya yakin bahwa sebagai wadah dalam memfasilitasi kebaikan untuk mewujudkan pernikahan yang bahagia, suami istri wajib mengetahui persoalan yang akan dihadapi saat menikah nanti, pengetahuan ini akan didapat dengan mengikuti bimbingan pra nikah. Perceraian terjadi diakibatkan pasangan tidak dapat mencari solusi untuk masalah yang ada.

Ketahanan Keluarga di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada semua bidang kehidupan. Tidak hanya sektor kesehatan, tetapi juga sektor ekonomi yang terpukul oleh pandemi. Di era epidemi yang berlangsung hampir dua tahun ini, banyak keluarga miskin baru yang bertambah. Dampak ekonomi dari pandemi sangat dirasakan dan mempengaruhi ketahanan rumah tangga. Dengan kondisi demikian, kepala rumah tangga tetap harus tetap memenuhi kebutuhan ekonomi dan menjaga kualitas keluarga, sekaligus menjaga kesehatan dan pendidikan anak-anaknya. Tentu saja, ini adalah tugas yang sulit bagi mereka.

Oleh karena itu, masa-masa sulit inilah yang berdampak juga terhadap ketahanan keluarga di masa pandemi. tak jarang banyak permasalahan keluarga muncul dikarenakan hal tersebut. oleh karenanya dengan diadakannya workshop pra nikah, saya berhadap dan yakin bawa dengan disiapkan terlebih dahulu mental dan persiapan lain nantinya apabila dalam proses pembangunan sebuah keluarga akan minim perselisihan dan permasalahan yang menyebabkan ketahanan keluarganya berkurang.

saya melihat bahwa intervensi pemerintah diperlukan untuk menjaga ketahanan rumah tangga dan memenuhi berbagai kebutuhan. masa pandemi Covid-19 ini harus dimanfaatkan untuk betul-betul bersinergi dan bergandengan tangan untuk membantu keluarga miskin agar tidak terjerembab dalam jurang kemiskinan kronis dan membantu mereka agar bisa sejahtera. sehingga akan tercipta ketahanan keluarga walaupun di masa pandemi