Penyakit Patek pada Cabai

Penyakit Patek pada Cabai. IMAM NURWAHID

Cabai. Siapa yang tidak kenal dengan tanaman sayur hortikultura yang memberi sensasi pada masakan pedas, tapi membuat ketagihan ini? Tentu semua kenal dan bahkan kangen apabila lama tidak menikmatinya. Bahkan, pada waktu dan musim tertentu, tanaman sayur yang satu ini harganya lebih pedas dibandingkan rasanya.

Cabai memang tanaman sayur yang sangat fenomenal. Bagaimana tidak? Kebutuhan konsumsi cabai tidaklah banyak, bahkan bisa dikatakan sangat sedikit bila dibandingkan dengan sayuran yang lainnya. Tetapi pasti kita akan merasa ada sesuatu yang kurang apabila dalam penyajian makan berupa sayur atau gorengan tidak disertai dengan kehadiran cabai.

Saat produksi cabai melimpah, harga cabai menjadi rendah karena banyaknya suplai produk cabai di pasar. Sebaliknya, di saat produksi cabai banyak kendala dan menurun, harga sayuran pedas ini melangit, tinggi luar biasa sampai tembus lebih dari seratus ribu rupiah per kilogramnya.

Dalam klasifikasi tanaman, cabai masuk dalam keluarga Solanaceae. Cabai masih satu keluarga dengan terung-terungan, tomat, kentang, dan beberapa tanaman lainnya. Keluarga Solanaceae kebanyakan mempunyai habitus atau perawakan berupa perdu atau semak. Tanaman jenis ini dapat hidup di dataran rendah dan tinggi dengan suplai air dan sinar matahari yang memadai agar pertumbuhannya optimal.

Salah satu hal yang perlu dicatat adalah bahwa keluarga tanaman ini tidak tahan terhadap genangan air. Tanah tempat tumbuhnya atau media tanam saat dibudidayakan dalam pot atau planterbag harus cukup porositasnya. Dengan demikian, media tidak terlalu lama menahan air. Genangan dan kandungan air yang banyak dalam media tanam akan menyebabkan pembusukan akar keluarga tanaman ini. Tidak terkecuali juga dengan tanaman cabai. Drainase di lingkungan pertanaman harus diatur dengan sebaik-baiknya, sehingga tidak mengganggu pertumbuhan tanaman cabai.

Jenis cabai yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah cabai besar (Capsicum annum L.) dengan buah yg menggantung dan cabai kecil (Capsicum frutescens L.) atau cabe dengan buah tegak dan tidak menggantung. Masing-masing masih mempunyai varietas yang beragam.

Nah, salah satu penyebab kenapa harga cabai melambung tinggi pada saat musim hujan adalah karena banyak terjadi kegagalan budidaya cabai yang diakibatkan oleh genangan air hujan ini. Drainase yang kurang baik menyebabkan air hujan menggenang dan kemudian berimbas pada membusuknya akar tanaman cabai.

Hal lain yang yang harus dicatat. Saat musim hujan datang, kelembaban di lingkungan pertanaman juga meningkat. Kondisi ini memicu tumbuhnya patogen penyebab penyakit tanaman cabai. Patogen adalah penyebab penyakit tanaman inang dan lingkungan sekitar tanaman yang terinfeksi patogen.

Salah satu penyakit cabai yang banyak ditemukan di saat musim hujan adalah penyakit Patek yang disebabkan oleh jamur Gloesporium piperantum Ell. et Ev. dan juga Colletotrichum capsici (Syd.) Butl. et Bisby. Penyakit ini jarang ditemukan dan tidak berkembang pada musim kemarau, di lahan dengan drainase baik serta lahan yang gulmanya terkendali.

Gejala penyakit dimulai dengan muncul bintik atau bercak kecil berwarna coklat kehitaman pada buah cabai. Jika cuaca kering, bercak ini tidak akan meluas. Pada saat kelembaban meningkat, jamur akan mulai berkembang dan bercak meluas. Bagian tengahnya menjadi semakin gelap dan berlekuk (mengendap). Jamur kemudian akan membentuk badan buah yang terlihat sebagai bintik putih atau merah jambu. Sampai akhirnya badan buah ini akan menghasilkan massa spora yang kemudian menyebar ke bagian-bagian tanaman dan juga areal pertanaman dengan dibantu oleh hembusan angin.

Serangan jamur ini mengakibatkan buah menjadi busuk atau berkerut dan akhirnya rontok. Serangan jamur ini mengakibatkan buah menjadi busuk atau berkerut dan akhirnya rontok. Penyakit masih akan terus berkembang pada waktu buah cabai sudah dipanen, disimpan atau diangkut karena kelembaban yang tinggi saat dalam penyimpanan atau diangkut.

Siklus patogen ini dimulai dari jamur yang menginfeksi buah dan masuk ke dalam ruang biji. Kelak, jamur akan menginfeksi semai yang tumbuh dari biji yang sakit atau terinfeksi tersebut. Jamur sedikit sekali mengganggu tanaman yang sedang tumbuh dan hanya menggunakan tanaman ini untuk bertahan hidup. Tetapi pada saatnya nanti, jamur yang bertahan hidup pada batang dan daun ini akan segera menginfeksi buah-buah dan menimbulkan kerugian yang sangat berarti. Jamur juga dapat bertahan hidup pada sisa-sisa tanaman yang telah mati.

Kemudian bagaimana cara pengendalianya ?

Dengan memahami siklus atau daur hidup jamur dan penyebab penyakitnya. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, pertama, jangan menanam cabai dari biji yang terinfeksi. Biji buah yang sudah terlihat bergejala dan terinfeksi, sebaiknya tidak disemai. Kedua, lakukan pengawasan rutin terhadap pertanaman cabai untuk deteksi dini adanya perkembangan penyakit.

Selanjutnya ketiga, buah-buah cabai yang sudah memunculkan gejala penyakit sebaiknya segera dipetik dan dibakar atau dimusnahkan. Segera cuci tangan dan mencuci alat yang digunakan untuk mencegah menularnya patogen yang menempel pada tangan dan alat. Keempat, lakukan juga sanitasi lingkungan dengan mengendalikan gulma dan membakar sisa-sisa tanaman yang mati.

Kemudian kelima, atur kelembaban areal pertanaman dengan mengatur drainase dan jarak tanamnya. Terakhir keenam, apabila diperlukan dapat digunakan fungisida dengan bahan aktif propineb, maneb, zineb, karbendazim, mankozeb, dan benomyl yang banyak dijual di pasaran dengan merk dagang seperti Antracol, Velimek, Dithane, Banlate, Manzate, dan Delsene.

Menurut saya, pestisida herbal yang sering diramu atau diracik sendiri dari bahan-bahan alami kurang efektif untuk mengatasi jamur karena sifatnya tidak mematikan. Tetapi, tidak ada salahnya diaplikasikan. Secara tidak langsung, bisa saja berpengaruh karena menahan hama yang berpotensi membawa serta patogen penyebab penyakit. Sifat dari pestisida herbal tersebut adalah membuat kondisi yang tidak disukai oleh hama karena aroma dan rasanya.

One thought on “Penyakit Patek pada Cabai

Comments are closed.