Rembulan Menopang Punggungmu

Leo.dmahardika

Rembulan Menopang Punggungmu

Malam itu aku bermetamorfosa menjadi matamu.

Lembut raih lengan kau jadi membuta, sebab kurasa aku merampas seluruh makna dari lautan laksana kejora.

Duduk, engkau berdiri melihat rembulan menatap iri, sungguh baja punggungmu tak dipungkiri.

Lihat raih seperti dirimu dulu, menceritakan kastil fana berdiri terombang-ambing.

Namun kini dirimu bisu, lebih-lebih tak kudengar seutas kata pun dari mulutmu.

Lagipula kini aku tak bisa meragu, sebab matamu adalah mataku.

Leo.dmahardika, 17 September 2020