Resep Ramuan Herbal ‘Ramban’

Dari akar, daun, batang dan rimpang dapat dijadikan obat herbal. PINTEREST

Sebut saja namanya Sumardi. Hampir tiap hari, Sumardi memetik daun belimbing wuluh di depan rumahku. Ketika pertama kali, minta ijin memetik daun belimbing wuluh aku masih belum ngeh apa yang dilakukan oleh Sumardi. Karena lumayan seringnya memetik daun belimbing wuluh di depan rumah, aku mulai penasaran dan menanyakan langsung kepada yang bersangkutan. Jawabannya singkat dan padat,’untuk obat’.

Lebih penasaran lagi, ketika aku mendengar kabar bahwa obat ramban buatan Sumardi dapat menyembuhkan virus Corona yang diderita Yudha, salah satu anak tetanggaku yang terinfeksi positif Covid-19. Beginilah ceritanya. Ketika Rini, ibunya Yudha, di test swab oleh Puskesmas Sewon 2, ternyata hasilnya positif Covid-19 , kemudian Rini di rawat di RS Covid-19 di Bambang Lipura, Bantul. Selanjutnya test swab dilakukan oleh Puskesmas Sewon 2 Kepada Murdo, suami Rini dan Yuda, anaknya.

Hasilnya Murdo negatif Covid-19 sementara Yudha positif Covid -19. Tetapi Yuda, hanya menjalani isolasi mandiri di rumah. Mendengar berita kalau Yudha positif Covid-19, sebagai tetangga terdekatnya Sumardi menawarkan obat herbal ramban kepada Yudha. Murdo pun mengiyakan tanda setuju. Akhirnya, Yudha setiap hari disuruh minum obat herbal ramban oleh bapaknya, hasil olahan Sumardi selama dua hari sekali. Akhirnya setelah minum tiga kali berturut-turut, ketika test swab lagi oleh Puskesmas Sewon 2 hasilnya negatif Covid-19.

Mendengar cerita yang berkembang di masyarakat, akhirnya pada suatu sore aku bersilaturahmi ke rumah Sumardi untuk mengorek lebih dalam tentang resep obat herbal yang diberi nama ‘ramban’. Sebelumnya saya tanyakan kepada Sumardi kenapa dinamakan ‘ramban’. Menurut penuturannya, ramban adalah sejenis pakan ternak dari dedaunan. Iya, karena semua bahan bakunya dari dedaunan maka saya beri nama ramban. Saking penasarannya saya coba mengorek asal usul obat herbal ramban tersebut.

Dengan jujur, Sumardi menjelaskan bahwa sebenarnya obat herbal ramban tersebut adalah ramuan dari salah satu penghusada terkenal di Yogyakarta, namanya Drs. Hasan Sabilah. Drs Hasan Sabilah beralamat di Jl. Masjid Pathok Negoro Utara, Dongkelan Kauman , Tirtonirmolo, Kec. Kasihan, Kab. Bantul, DI Yogyakarta, dengan produknya bernama Puspita Radja Herbal.

Masih menurut penuturan Sumardi, bahwa resep obat herbal ramban tersebut diperoleh dari hasil mendengarkan Radio EMC Jogja, yang ia catat sendiri secara manual dalam buku tulisnya secara pelan – pelan dan sampai berulang kali. Setelah dianggap sudah ditulis semua tidak ada kelewatan maka barulah ia praktikkan sendiri di rumah.

Adapun secara lengkap ramuan obat herbal ramban terdiri dari : 3 biji buah kecipir, 1 genggam daun kenikir, 10 lembar daun kacang tanah, 30 biji bunga pepaya (kates) grandel, 1 genggam petai cina (lamtoro), 2 biji buah pala, 3 lembar daun belimbing wuluh, 1 lembar daun adas, dan 5 biji bunga teratai.

Bagaimana cara memasaknya adalah semua bahan dimasukkan ke dalam panci yang diberi air lebih kurang 6 gelas, kemudian didihkan sampai volume airnya menjadi setengahnya (3 gelas) paling lama 30 menit. Karena rasanya sepet, pahit dan sengir bagi orang yang bukan penderita diabetes melitus dapat menambahkan gula aren secukupnya. Setelah air mendidih dan volume airnya menjadi separuhnya, matikan api dan dinginkan. Setelah dingin, baru airnya yang diminum. Demikian resep obat herbal ramban yang telah dipraktikkan oleh Sumardi. Semoga bermanfaat.

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com pada tanggal 23/06/2021 dengan judul “Resep Ramuan Herbal “Ramban””, Klik untuk baca:

https://www.kompasiana.com/junaediimfat8569/60fa3cd106310e5b5b0cf973/resep-obat-herbal-ramban-penangkal-covid-19?page=2&page_images=1