Dinas Sosial DIY Gelar Sarasehan di Muspusdirla

Sarasehan Penanaman Nilai-Nilai Kepahlawanan. MUSPUSDIRLA

Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke, terdiri dari beribu pulau dengan beragam suku dan bahasa. Keberagaman tersebut dimanfaatkan bangsa asing untuk menjajah dan memecah belah bangsa Indonesia di masa lalu. Perbedaan dijadikan alat untuk mengadu domba rakyat Indonesia. Namun, berkat adanya persatuan, bangsa Indonesia dapat lepas dari belenggu penjajahan.

“Di masa sekarang, bangsa Indonesia harus bangga akan keanekaragaman suku, beragam budaya, dan bahasa, sehingga sudah sepantasnya menjaganya dengan semangat persatuan,” tegas Kepala Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla), Kolonel Sus Yuto Nugroho, dalam Sarasehan Penanaman Nilai-Nilai Kepahlawanan yang digelar di Mini Teater Muspusdirla.

Kepala Muspusdirla menjelaskan, persatuan merupakan ciri bangsa Indonesia yang didapat dari proses yang dinamis. Persatuan tumbuh dari unsur-unsur sosial budaya masyarakat Indonesia sendiri serta ditempa dalam waktu yang lama sekali. Para pendahulu bangsa sudah memberikan contoh dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan dengan modal utama persatuan.

Sarasehan Penanaman Nilai-Nilai Kepahlawanan yang diselenggarakan Dinas Sosial DIY ini mengangkat tema Wisata Sejarah Menelusuri Rekam Jejak Perjuangan Para Pahlawan Kemerdekaan. Sarasehan diikuti seratus peserta, yang berasal dari Penyuluh Sosial Masyarakat DIY, Sumber Daya Manusia Program Keluarga Harapan (SDM PKH), Tagana Kota Yogyakarta, Tagana Kabupaten Gunung Kidul, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, dan Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM).

Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, S.H., M.Si., dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Drs. Junaedi, mengatakan Sarasehan Penanaman Nilai-Nilai Kepahlawanan dimaksudkan untuk mengenang bagaimana sesungguhnya perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dan menjaga kedaulatan dari Sabang sampai Merauke.

“Nilai-nilai luhur dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan yang telah mereka wariskan, penting untuk diteladani oleh generasi muda sebagai penerus bangsa,” harap Kepala Dinas Sosial DIY.

Edang menambahkan, wujud meneladani nilai-nilai kepahlawanan yang bisa dilakukan generasi sekarang adalah mengedepankan sikap saling tolong menolong, tidak menyebarkan berita hoax, menghindari perbuatan anarkis, serta menjauhi sikap intoleransi.

“Marilah menjadi pahlawan masa ini dengan terus-menerus berupaya memupuk nilai kepahlawanan, menjaga persatuan untuk bersama-sama membangun, menuju Indonesia maju,” ajak Endang.